Tujuh Hotspot Karhutla Masih Terdeteksi di Kawasan Gunung Ciremai

Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Gunung Ciremai masih berlangsung, dengan tujuh hotspot terdeteksi, turun dari 13 titik pada hari pertama.
Pola api pada citra terlihat melingkari gunung karena mengikuti topografi dan dipengaruhi angin; asap bergerak ke atas sehingga belum langsung mengarah ke permukiman.
Penanganan yang semula fokus di Pasawahan dan Padabeunghar meluas ke sekitar Cisantana serta Cibuntu, sementara petugas memantau titik-titik api dan melakukan pergantian personel posko.
Bandung, IDN Times - Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) masih belum selesai. Tercatat ada sebanyak tujuh titik panas atau hotspot yang masih ada di kawasan tersebut.
Jumlah tersebut mengalami penurunan dari sebelumnya yang mencapai 13 titik hotspot. Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan Balai TNGC, Eska Nata Suryana mengatakan, penurunan jumlah hotspot menunjukkan kondisi kebakaran mulai berkurang.
"Di awal di hari pertama itu ada 13 titik hotspot. Kemudian berikutnya turun. Kemarin itu menjadi tujuh titik hotspot," ujar Eska, Sabtu (24/10/2026).
1. Api menjalar mengikuti topografi

(Ilustrasi Karhutla) ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho Mengenai kebakaran di kawasan Gunung Ciremai terlihat membentuk pola yang melingkari bagian gunung berdasarkan pantauan citra. Eska menjelaskan pola tersebut berkaitan dengan karakter pergerakan api yang mengikuti kondisi topografi kawasan dan turut dipengaruhi angin.
"Iya itu kan aliran (Api) itu kan mengikuti topografi. Kemudian dipengaruhi oleh angin juga kan," kata dia.
2. Asap tidak sampai berdampak ke pemukiman

Ilustrasi karhutla (magnific.com/magnific) Selain itu, Balai TNGC memastikan asap dari kebakaran saat itu belum mengarah langsung ke permukiman warga. Menurut Eska, arah pergerakan asap cenderung menuju bagian atas gunung. Sementara kawasan permukiman berada di bagian bawah.
"Ini kan mengarahnya ke atas. Jadi kalau pemukiman kan di bawah," katanya.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat dinilai belum terdampak langsung oleh asap kebakaran. Namun, dia meminta agar warga bisa tetap berhati-hati.
"Kalau untuk masyarakat terdampak secara langsung itu jauh," kata Eska.
3. Petugas gabungan masih melakukan pemantauan di lapangan

ilustrasi karhutla yang terjadi di sebuah gunung (pexels.com/Vadim Braydov) Eska mengatakan penanganan kebakaran sebelumnya terkonsentrasi di sekitar wilayah Pasawahan dan Padabeunghar. Namun, titik api kemudian muncul di wilayah lain, termasuk sekitar Cisantana dan Cibuntu.
Kondisi tersebut membuat petugas harus terus melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik. Saat ini, kata dia, petugas juga tengah melakukan pergantian personel atau aplus di sejumlah posko.
"Jadi lagi pergantian dulu sama rekan-rekan di posko-posko, karena kemarin kami sampai malam. Jadi lagi aplus dulu sama rekan-rekan di posko-posko," ucapnya.

















