Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ayah Korban Pengeroyokan Pasar Caringin Kutuk Pelaku Pembunuh

Kota Bandung
4 min read
Ayah Korban Pengeroyokan Pasar Caringin Kutuk Pelaku Pembunuh
Korban pengeroyokan di Pasar Caringin, Kota Bandung. Dok Istimewa
  • FR (22) meninggal akibat luka sabetan senjata tajam di jantung setelah pengeroyokan di Pasar Caringin, Bandung, Sabtu malam; korban lain berinisial T (38) juga meninggal setelah mengalami luka kepala.
  • Keluarga FR meminta polisi segera menangkap pelaku dan keluarga pelaku bertanggung jawab. FR meninggalkan istri serta seorang anak perempuan berusia 15 bulan.
  • Pemkot Bandung menyerahkan penanganan kasus kepada kepolisian, akan berkoordinasi dengan Polrestabes Bandung, dan meminta keterangan pengelola Pasar Caringin terkait keamanan kawasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Nandang Juhari (46), ayah FR (22), korban pengeroyokan di kawasan Pasar Caringin, Kota Bandung, masih terpukul atas kematian anak keduanya. Ia tak menyangka anak yang dibesarkan dan dijaganya sejak kecil justru meninggal dunia akibat peristiwa berdarah pada Sabtu (24/10/2026) malam.

Nandang menceritakan, FR saat itu sedang bekerja di Pasar Caringin. Ia mendapat kabar adanya keributan setelah pulang kerja dan langsung bergegas menuju lokasi kejadian. Namun, setibanya di sana, FR sudah tidak ditemukan.

"Anak saya mengikuti bersama teman-temannya. Saya mendapat kabar sepulang kerja, lalu ke (pasar) Caringin karena ada pesan pak perang jadi. Saya ke TKP, dan di TKP itu sudah enggak ada anak saya, yang ada hanya darah," kata Nandang saat ditemui di rumah duka, Gang Porib V, Minggu (25/10/2026).

  1. 1. Tak rida anaknya meninggal akibat pengeroyokan

    Ilustrasi pembacokan. (IDN Times/Mia Amalia)
    Ilustrasi pembacokan. (IDN Times/Mia Amalia)

    Nandang mengaku sangat terpukul atas kepergian FR. Ia merasa kehilangan anak yang selama ini dijaga sejak kecil hingga dewasa.

    "Sumpah demi Allah, saya enggak rido," ucapnya.

    Menurut Nandang, FR mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian jantung. Sementara itu, korban lainnya berinisial T (38) mengalami luka di kepala dan sempat dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.

    Nandang mengatakan, dirinya menerima kabar mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 20.00 WIB. Ia menyebut peristiwa itu terjadi selepas Magrib. FR kemudian dibawa ke RS Bandung Kiwari sekitar pukul 19.00 WIB dan dinyatakan meninggal dunia.

    Nandang juga mengungkapkan, sebelum bentrokan terjadi, sempat ada perselisihan di antara pihak-pihak yang terlibat. Namun, ia tidak menyangka situasi tersebut berujung pada jatuhnya korban jiwa.

    "Sebelumnya memang sempat ada selisih paham dulu (gesekan). Tapi, tiba-tiba terjadi peristiwa itu," katanya.

    Nandang menegaskan bahwa FR bukan juru parkir di Pasar Caringin. Menurutnya, pekerjaan FR adalah membantu menyiapkan meja bagi pedagang yang berjualan di pasar tersebut. Meja-meja itu kemudian dibongkar kembali pada pagi hari.

    "Anak saya bukan tukang parkir. Dia itu setiap ada pedagang dikasih meja sama anak saya. Dia yang menyiapkannya dan pagi-pagi dibongkar lagi. Jadi, bukan tukang parkir bukan juga tukang pikul," kata Nandang.

  2. 2. FR tinggalkan anak berusia 15 bulan

    -
    Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

    Ibu FR, Sulastri (44), berharap polisi segera menangkap pelaku pengeroyokan yang menyebabkan anaknya meninggal dunia. Ia juga berharap keluarga pelaku bertanggung jawab terhadap istri dan anak FR yang kini kehilangan sosok suami sekaligus ayah.

    Sulastri mengatakan, FR meninggalkan seorang anak perempuan yang masih berusia 15 bulan. Ia tidak ingin kejadian serupa kembali terulang dan menimbulkan korban lainnya.

    "Kalau dilanjutkan perang enggak mungkin. Nanti khawatir jatuh korban lagi. Korban ini meninggalkan satu orang anak perempuan yang masih berusia 15 bulan," ujarnya.

    Di mata keluarga, FR dikenal sebagai sosok yang baik, penurut, dan bertanggung jawab terhadap keluarganya. Sulastri mengatakan, sebelum kejadian, FR sempat pulang untuk memberikan uang kepada istrinya.

    Uang tersebut diberikan sekitar pukul 15.00 WIB untuk membeli susu anak mereka. Setelah itu, FR kembali pergi ke pasar.

    "Dia orangnya enggak neko-neko. Mungkin karena terbawa-bawa jadi ikut, dan orangnya itu tanggung jawab banget ke keluarganya. Bahkan, saat itu dia sempat pulang ke rumah dahulu memberikan uang ke istrinya dan ditanya mau ke mana lagi, dia jawab mau ke pasar lagi. Dia kasih uang pukul 15.00 WIB untuk beli susu sambil bilang titip anak. Dia bahkan bilang juga mau pergi jauh," tutur Sulastri.

  3. 3. Pemkot Bandung serahkan kasus ke kepolisian

    Ilustrasi borgol (IDN Times)
    Ilustrasi borgol (IDN Times)

    Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta penguatan keamanan di Pasar Caringin, Kota Bandung, menyusul bentrokan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Pemkot Bandung akan berkoordinasi dengan kepolisian dan meminta keterangan dari pengelola pasar terkait sistem keamanan di kawasan tersebut.

    Farhan pun menyayangkan bentrokan yang terjadi di pasar yang dikelola pihak swasta itu. Menurutnya, peristiwa tersebut seharusnya tidak terjadi dan penanganannya kini diserahkan kepada kepolisian.

    "Kejadian yang sangat memprihatinkan. Bentrokan ini tidak seharusnya terjadi, tapi saat ini kami betul-betul menyerahkan kembali semua penanganan ini kepada kepolisian," ujar Farhan, Minggu (25/10/2026).

    Farhan mengatakan, Pemkot Bandung akan meminta keterangan dari pihak pengelola Pasar Caringin, terutama mengenai keamanan di dalam kawasan pasar. Menurutnya, meskipun keamanan wilayah menjadi tanggung jawab pemerintah, pengelola juga perlu memberikan perhatian terhadap situasi di area pasar yang dikelolanya.

    "Pasar Caringin itu adalah pasar yang dikelola swasta. Kami bertanggung jawab terhadap keamanan wilayah, namun untuk kejadian yang terjadi di dalam wilayah pasar, maka kami akan meminta keterangan dari pihak pengelola, khususnya pengelola keamanan di dalam pasar tersebut," katanya.

    Farhan menambahkan, kepolisian telah turun tangan menangani kasus tersebut. Pemkot Bandung pun akan berkoordinasi dengan Polrestabes Bandung untuk menindaklanjuti kejadian itu.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More