Farhan Sebut Rute Internasional Bandara Husein Belum Direstui Pusat

Rencana penerbangan internasional di Bandara Husein Sastranegara Bandung masih menunggu persetujuan pemerintah pusat, terutama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pertahanan.
Bandara Husein telah memiliki fasilitas Bea Cukai, Imigrasi, lounge, serta kapasitas layanan hingga 1.800 penumpang per hari; pemerintah kota melakukan penyempurnaan akhir.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut infrastruktur dan navigasi siap mengembalikan kapasitas bandara seperti sebelum COVID-19, tetapi operasional maskapai bergantung pada perizinan.
Bandung, IDN Times - Rencana pengoperasian kembali penerbangan internasional di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, masih menunggu persetujuan pemerintah pusat. Padahal, sejumlah fasilitas pendukung penerbangan internasional disebut sudah tersedia.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, saat ini Bandara Husein Sastranegara mampu melayani hingga 1.800 penumpang per hari. Menurutnya, peningkatan layanan penerbangan masih bergantung pada perizinan, terutama dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pertahanan.
"Kita sekarang sudah mencapai angka maksimum 1.800 penumpang per hari. Berikutnya tinggal pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan, membuka izin-izin untuk maskapai," kata Farhan, Senin (26/10/2026).
1. Fasilitas penerbangan internasional sudah tersedia

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan kembali 2,7 juta penumpang per tahun bisa berangkat dari Bandara Husein Sastranegara. (Dok. Humas Pemkot Bandung) Farhan mengatakan, sejumlah fasilitas penunjang penerbangan internasional di Bandara Husein Sastranegara sudah tersedia. Fasilitas tersebut mencakup layanan Bea Cukai, Imigrasi, hingga ruang tunggu penumpang atau lounge.
Menurutnya, pemerintah kota juga masih melakukan sejumlah penyempurnaan sebelum layanan tersebut dapat dioptimalkan.
"Fasilitas sudah siap di bulan Oktober ini, semua sudah ada, Bea Cukai sudah ada, Imigrasi sudah ada, lounge-nya sudah ada, semua sudah ada. Tinggal kita berikan sentuhan-sentuhan terakhir," kata dia.
2. Izin maskapai dan penggunaan bandara masih ditunggu

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan kembali 2,7 juta penumpang per tahun bisa berangkat dari Bandara Husein Sastranegara. (Dok. Humas Pemkot Bandung) Farhan menjelaskan, pengembangan penerbangan internasional tidak hanya membutuhkan kesiapan fasilitas, tetapi juga persetujuan dari sejumlah kementerian. Perizinan tersebut mencakup penggunaan bandara untuk penerbangan internasional serta izin bagi maskapai yang akan beroperasi.
"Kami tinggal menunggu dari beberapa kementerian yang menandatangani, termasuk di antaranya Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pertahanan," kata Farhan.
3. Bandara Husein disebut siap kembali ke kapasitas sebelum COVID-19

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan kembali 2,7 juta penumpang per tahun bisa berangkat dari Bandara Husein Sastranegara. (Dok. Humas Pemkot Bandung) Farhan menilai, kesiapan infrastruktur dan layanan navigasi penerbangan menjadi modal bagi Bandara Husein Sastranegara untuk meningkatkan aktivitas penerbangan.
Ia mengatakan, permintaan penumpang dan kesiapan layanan dinilai sudah mendukung pengembangan bandara. Namun, optimalisasi layanan masih bergantung pada penyelesaian perizinan pemerintah pusat.
"Air navigation sudah siap, infrastruktur sudah siap, semua sudah siap untuk kembali ke kapasitas seperti sebelum COVID," tuturnya.




















