Pemprov Jabar Usulkan Belanja APBD 2027 Mencapai Rp27,58 Triliun

Pemprov Jabar mengusulkan APBD 2027 dengan target pendapatan Rp29,35 triliun dan belanja Rp27,58 triliun dalam rapat paripurna bersama DPRD.
Pendapatan direncanakan berasal dari PAD Rp19,02 triliun, transfer Rp10,30 triliun, dan pendapatan sah Rp24,57 miliar; surplus diproyeksikan Rp1,77 triliun.
Pengeluaran pembiayaan mencapai Rp1,84 triliun, termasuk cicilan utang Rp1,67 triliun; DPRD akan melanjutkan pembahasan melalui komisi, fraksi, dan paripurna 30 Oktober 2026.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengusulkan belanja di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2027 mencapai Rp27,58 triliun, sementara pendapatan di tahun mendatang ditargetkan sampai Rp29,35 triliun.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan dalam rapat paripurna Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Tahun Anggaran 2027 bersama DPRD Jawa Barat, Senin (26/10/2026).
"Target pendapatan daerah Rp29,35 triliun, lokasi belanja daerah Rp27,58 triliun, rencana penerimaan pembiayaan daerah Rp74,37 miliar, rencana pengeluaran pembiayaan daerah Rp1,84 Triliun," kata Erwan saat menyampaikan pengantar nota keuangan dalam rapat paripurna.
1. Ditargetkan ada surplus anggaran sebesar Rp1,77 triliun

Ilustrasi APBD (IDN Times) Berdasarkan rincian yang disampaikan Erwan, pendapatan daerah dalam rancangan APBD 2027 bersumber dari tiga komponen. Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan mencapai Rp19,02 triliun, pendapatan transfer Rp10,30 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp24,57 miliar.
Sementara itu, alokasi belanja daerah direncanakan sebesar Rp27,58 triliun. Anggaran tersebut terdiri atas belanja operasional Rp17,88 triliun, belanja modal Rp2,86 triliun, belanja tidak terduga Rp101,12 miliar, dan belanja transfer Rp6,74 triliun.
Dari perbandingan target pendapatan dan rencana belanja tersebut, Pemprov Jabar memproyeksikan surplus anggaran sebesar Rp1,77 triliun.
"Terdapat selisih positif antara target pendapatan daerah dengan rencana belanja daerah berupa Surplus sebesar Rp1,77 Triliun," ucap Erwan.
2. Pengeluaran pembiayaan direncanakan mencapai Rp1,84 triliun

ilustrasi APBD (IDN Times/Aditya Pratama) Selain pendapatan dan belanja, rancangan APBD Jabar 2027 juga mencakup rencana penerimaan serta pengeluaran pembiayaan daerah. Penerimaan pembiayaan diproyeksikan sebesar Rp74,37 miliar. Seluruhnya bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun anggaran sebelumnya.
Adapun pengeluaran pembiayaan direncanakan mencapai Rp1,84 triliun. Rinciannya meliputi pembentukan dana cadangan sebesar Rp50 miliar, penyertaan modal daerah Rp125 miliar, serta pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo sebesar Rp1,67 triliun.
"Mudah-mudahan penjelasan secara garis besar mengenai rancangan ini dapat memberikan gambaran yang menyeluruh bagi pembahasan bersama DPRD Provinsi Jawa Barat," kata Erwan.
3. Usulan ini akan dibahas di Bamus DPRD Jabar

(Humas/DPRD Jabar) Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat MQ Iswara menyampaikan bahwa pembahasan Ranperda APBD 2027 akan berlanjut sesuai jadwal Badan Musyawarah (Bamus).
Tahapan berikutnya diawali dengan pembahasan di komisi-komisi dan rapat fraksi-fraksi. Setelah itu, DPRD Jabar akan menggelar rapat paripurna dengan agenda pandangan umum terhadap Ranperda APBD 2027.
"Selanjutnya akan dilaksanakan rapat paripurna dengan agenda pandangan umum Ranperda tentang APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2027 yang insyaallah akan dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober tahun 2026," kata Iswara.





















