Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bappenas Dorong Kampus Jadi Inkubator Talenta Global

Kota Bandung
2 min read
Bappenas Dorong Kampus Jadi Inkubator Talenta Global
Kampus ISBI Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Bappenas mendorong perguruan tinggi menjadi ruang pengembangan talenta mahasiswa, tidak hanya berfokus pada akademik, melalui penguatan kompetensi, portofolio, dan jejaring profesional-global.

  • ISBI Bandung menekankan kampus perlu membina karakter, kreativitas, kepemimpinan, serta prestasi mahasiswa agar bakat tidak berhenti sebagai potensi dan karya memberi manfaat lebih luas.

  • Pengembangan talenta dan karya mahasiswa membutuhkan tata kelola serta kolaborasi selaras antara pemerintah, kampus, dunia usaha, masyarakat, dan media.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Lulus kuliah tidak otomatis membuat seseorang mampu bersaing di dunia profesional. Begitu pula mahasiswa berbakat yang belum tentu bisa berprestasi jika tidak mendapat ruang pembinaan dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya.

Persoalan inilah yang membuat perguruan tinggi dituntut mengambil peran lebih besar dalam pengembangan talenta nasional. Kampus tidak cukup hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga perlu memastikan potensi mahasiswa bisa berkembang menjadi kompetensi dan prestasi.

"Kampus diharapkan menjadi arena bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri, mengembangkan kompetensi, dan membangun portofolio serta jejaring keilmuan secara profesional dan global," kata Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, pada Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus, di GK Sunan Ambu ISBI Bandung, Jalan Buahbatu, Kota Bandung, dikutip Selasa (27/10/2026).

  1. 1. Memastikan bakat mahasiswa tidak berhenti sebagai potensi

    Kampus ISBI Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
    Kampus ISBI Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

    Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ISBI Bandung, Indra Ridwan mengatakan, kampus perlu menjadi ruang pembentukan karakter, kreativitas, kepemimpinan, dan prestasi.

    "Kampus adalah ruang pembentukan karakter, kreativitas, kepemimpinan, dan prestasi di bidang riset, seni budaya, serta olahraga. Bakat yang tidak diberi ruang akan layu, sebaliknya yang dibina akan berbuah prestasi," kata Indra.

    Bagi mahasiswa, menghasilkan karya merupakan satu tahap. Tantangan berikutnya adalah bagaimana karya tersebut bisa dikenal, dikembangkan, dan memiliki manfaat di luar lingkungan kampus.

  2. 2. Hasil karya jangan berhenti setelah produksi

    kampus, universitas, URI
    Ilustrasi kampus atau universitas. (IDN Times/Muhammad Surya)

    Persoalan ini menjadi relevan bagi perguruan tinggi seni dan budaya. Karya yang dihasilkan mahasiswa membutuhkan ruang untuk bertemu dengan masyarakat, industri, dan ekosistem kreatif yang lebih luas.

    Indra menyoroti pentingnya tata kelola pengembangan talenta agar hasil karya mahasiswa tidak berhenti setelah proses produksi selesai.

    "Kolaborasi menjadi sangat penting, karena perguruan tinggi tidak bisa berdiri sendiri. Kalau sekarang bicara realitas, perguruan tinggi seni memproduksi karya seni, setelah jadi mau diapakan? Untuk itulah, tata kelola pengembangan talenta sangat penting," ujarnya.

  3. 3. Prestasi dunia membutuhkan pembinaan yang konsisten

    ilustrasi kampus/universitas (IDN Times/Muhammad Surya)
    ilustrasi kampus/universitas (IDN Times/Muhammad Surya)

    Lebih lanjut, Indra mengibaratkan pengembangan talenta layaknya sebuah pertunjukan orkestra. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga media memiliki perannya masing-masing yang harus dimainkan secara selaras.

    "Kolaborasi menjadi sangat penting, karena perguruan tinggi tidak bisa berdiri sendiri. Kalau sekarang bicara realitas, perguruan tinggi seni memproduksi karya seni, setelah jadi mau diapakan? Untuk itulah, tata kelola pengembangan talenta sangat penting," ujarnya

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More