Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Terinspirasi Sang Kakak, Vica Rangkul Disabilitas di Industri Event

Kota Bandung
6 min read
Terinspirasi Sang Kakak, Vica Rangkul Disabilitas di Industri Event
Dok. Istimewa
  • Vica Azizah mendirikan Spektrum Production di Bandung dengan inspirasi dari kakaknya, atlet bulu tangkis penyandang disabilitas intelektual, untuk membuka akses kerja inklusif di industri event.
  • Spektrum menempatkan pekerja disabilitas berdasarkan kemampuan dan minat, disertai pelatihan, pendampingan, serta pembagian tugas profesional; inisiatif serupa dijalankan melalui Hagya Coffee bersama POTADS Jawa Barat.
  • Vica menekankan inklusivitas bukan belas kasihan atau penurunan standar, melainkan kepercayaan dan akomodasi adil; ia menargetkan perluasan Spektrum secara nasional serta pelatihan talenta kreatif inklusif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Bagi Vica Azizah, pemahaman tentang kemampuan seseorang tidak selalu berangkat dari apa yang terlihat. Pengalaman bersama sang kakak mengajarkannya bahwa keterbatasan tidak semestinya menjadi ukuran untuk menentukan sejauh mana seseorang bisa berkembang.

Kakak Vica merupakan penyandang disabilitas intelektual atau tunagrahita. Namun, kondisi tersebut tidak menghalanginya menekuni olahraga bulu tangkis hingga menjadi seorang atlet. Dari perjalanan sang kakak, Vica melihat bahwa setiap orang memiliki potensi yang dapat berkembang ketika memperoleh kesempatan, pelatihan, dan dukungan yang tepat.

Pengalaman personal itu kemudian memengaruhi cara Vica membangun bisnis. Melalui Spektrum Production, agensi event kreatif di Bandung, ia berupaya membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di industri yang selama ini identik dengan mobilitas tinggi, kecepatan, dan tekanan pekerjaan.

Bagi Vica, melibatkan penyandang disabilitas bukan sekadar bentuk kepedulian sosial ataupun strategi membangun citra perusahaan. Gagasan tersebut berangkat dari keyakinan yang tumbuh sejak ia mengenal kehidupan sang kakak.

"Kakak saya adalah seorang penyandang disabilitas intelektual atau tunagrahita, dan beliau juga seorang atlet bulu tangkis. Dari beliau saya belajar bahwa setiap manusia punya potensi luar biasa, selama diberikan kesempatan, pelatihan, dan ruang untuk berkembang," ujar Vica.

Pandangan itu semakin menguat setelah Vica mengenal Handy Santika, seorang pengusaha yang memiliki kepedulian dan pengalaman panjang dalam memberdayakan penyandang disabilitas. Pertemuan dengan sosok tersebut memperluas pemahamannya bahwa dunia usaha dapat mengambil peran dalam membuka akses kerja yang lebih inklusif.

Dari pengalaman keluarga hingga perjumpaan dengan orang-orang yang memiliki visi serupa, Vica mulai menerjemahkan keyakinannya ke dalam praktik bisnis. Namun, membawa gagasan inklusivitas ke industri event bukan pekerjaan sederhana.

  1. 1. Menempatkan pekerja disabilitas sesuai kemampuan

    WhatsApp Image 2026-10-29 at 16.58.14 (1).jpeg
    Dok. Istimewa

    Industri event memiliki karakter pekerjaan yang dinamis. Di balik sebuah acara yang berlangsung beberapa jam, terdapat proses persiapan panjang yang menuntut koordinasi, ketepatan waktu, dan kemampuan bekerja dalam tim. Kondisi tersebut kerap memunculkan anggapan bahwa penyandang disabilitas akan kesulitan terlibat dalam proses produksi.

    Vica melihat persoalannya tidak sesederhana kemampuan individu. Kesiapan lingkungan kerja dan cara perusahaan memandang penyandang disabilitas juga menentukan terbuka atau tidaknya kesempatan tersebut.

    Karena itu, Spektrum Production berupaya mengenali kemampuan dan minat setiap individu sebelum menempatkan mereka dalam pekerjaan tertentu. Sejumlah pekerja disabilitas dilibatkan dalam berbagai aktivitas, mulai dari registrasi, persiapan perlengkapan peserta, administrasi, hingga pekerjaan pendukung produksi dan kreatif.

    Pembagian tugas tersebut disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu. Dengan pendekatan ini, keterlibatan pekerja disabilitas tidak berhenti pada kehadiran mereka dalam sebuah kegiatan, tetapi diarahkan agar mereka dapat menjalankan tanggung jawab sesuai perannya.

    Vica menilai, perusahaan tetap harus menjaga standar profesionalisme. Inklusivitas justru menuntut perusahaan memahami kebutuhan pekerja dan menyediakan dukungan yang memungkinkan setiap orang menjalankan tugasnya dengan baik.

    "Inklusivitas bukan tentang menurunkan standar profesional, melainkan memberikan kesempatan dan dukungan yang adil agar setiap orang mampu mencapai standar tersebut," tegasnya.

    Upaya pemberdayaan tersebut juga dikembangkan melalui Hagya Coffee and Roastery, unit usaha yang berkolaborasi dengan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Jawa Barat. Melalui inisiatif ini, pelatihan keterampilan, termasuk barista, dan pendampingan menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan bagi individu dengan down syndrome untuk terlibat dalam kegiatan usaha.

    Keterlibatan di industri event dan usaha kuliner memperlihatkan bahwa pekerjaan bagi penyandang disabilitas tidak harus dibatasi pada satu jenis bidang. Pengenalan kemampuan dan minat menjadi titik awal untuk menentukan peran yang dapat dijalankan.

    Meski demikian, membuka kesempatan kerja merupakan langkah awal. Perusahaan juga perlu memastikan bahwa pekerja memperoleh pelatihan, tanggung jawab yang jelas, serta perlakuan yang adil. Bagi Vica, membangun lingkungan kerja inklusif tidak cukup dilakukan dengan menerima pekerja disabilitas, tetapi juga mengubah cara rekan kerja memandang dan memperlakukan mereka.

  2. 2. Mengubah cara pandang, bukan menurunkan standar

    WhatsApp Image 2026-10-29 at 16.58.13 (1).jpeg
    Dok. Istimewa

    Vica tidak ingin pekerja disabilitas ditempatkan sebagai objek belas kasihan. Menurutnya, pendekatan semacam itu justru berisiko mempertahankan pandangan bahwa mereka hanya membutuhkan bantuan, bukan kesempatan untuk bekerja dan berkembang.

    "Teman-teman disabilitas tidak membutuhkan kita untuk terus merasa iba. Mereka membutuhkan kepercayaan, kesempatan, dan lingkungan yang mau memahami," katanya.

    Prinsip saling menghargai menjadi salah satu hal yang terus ia tanamkan dalam lingkungan kerja Spektrum. Setiap orang memiliki kemampuan dan kebutuhan yang berbeda, sehingga komunikasi terbuka menjadi bagian penting dalam membangun hubungan kerja.

    Pandangan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menjamin hak untuk memperoleh pekerjaan tanpa diskriminasi, mendapatkan upah yang setara untuk pekerjaan dan tanggung jawab yang sama, serta memperoleh akomodasi yang layak di tempat kerja.

    Bagi Vica, kepedulian terhadap isu disabilitas juga tidak berdiri sendiri dari aktivitas lain yang dijalaninya. Di luar mengelola Spektrum, ia aktif di bidang menulis, public speaking, dan musik. Berbagai pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya dalam memahami manusia, menyampaikan gagasan, dan mengembangkan bisnis.

    "Melalui menulis, saya belajar memahami manusia; melalui public speaking, saya belajar menyuarakan sesuatu; melalui musik, saya belajar tentang ekspresi; dan melalui bisnis, saya melihat bagaimana mewujudkan kepedulian menjadi tindakan nyata," ungkap Vica.

    Ia tidak memandang isu disabilitas sebagai pekerjaan tambahan yang harus disisihkan di tengah kesibukan mengelola bisnis. Nilai tersebut telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak kecil dan terus dibawa dalam berbagai aktivitas profesional.

    Salah satu pengalaman yang membekas bagi Vica dan tim Spektrum adalah keterlibatan mereka dalam kegiatan Inklusivote – Ruang Suara Disabilitas bersama KPU Jawa Barat. Dalam kegiatan tersebut, Vica berinteraksi dengan penyandang disabilitas yang berani menyampaikan aspirasi.

    Pengalaman itu kembali mengingatkannya kepada sang kakak. Baginya, penyandang disabilitas perlu memperoleh ruang yang sama untuk menyampaikan pendapat dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat.

    Momen tersebut sekaligus mempertegas pandangannya bahwa dukungan kepada penyandang disabilitas tidak semestinya berhenti pada bantuan materi. Kepercayaan dan kesempatan untuk mengambil peran juga menjadi bagian penting dalam proses pemberdayaan.

  3. 3. Membawa gagasan inklusivitas dari bandung ke tingkat nasional

    WhatsApp Image 2026-10-29 at 16.58.14.jpeg
    Dok. Istimewa

    Membangun lingkungan kerja inklusif membutuhkan upaya yang berkelanjutan. Kesempatan bekerja perlu diikuti dengan pelatihan, pendampingan, komunikasi yang baik, serta sistem kerja yang mampu mengakomodasi kebutuhan setiap individu.

    Vica menyadari bahwa upaya tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh Spektrum. Pelaku industri kreatif dan penyelenggara acara lainnya juga memiliki peran dalam memperluas akses kerja bagi penyandang disabilitas.

    Ke depan, ia ingin membawa Spektrum Production berkembang dari Bandung menuju tingkat nasional. Salah satu cita-citanya adalah menjadikan Spektrum sebagai rumah bagi talenta kreatif inklusif, mengembangkan program pelatihan keterampilan di bidang event, serta membuka kesempatan kerja yang lebih luas.

    Vica juga mengajak para pelaku industri kreatif dan event organizer (EO) untuk mulai melibatkan sumber daya manusia inklusif dalam kegiatan operasional. Langkah tersebut, menurutnya, tidak harus dimulai melalui perekrutan dalam skala besar. Program magang atau pelibatan pekerja dalam pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka dapat menjadi langkah awal.

    "Jangan melihat inklusivitas sebagai beban, tetapi sebagai kesempatan untuk tumbuh bersama," pesannya.

    Bagi Vica, keyakinan yang tumbuh dari pengalaman bersama sang kakak kini menjadi bagian dari keputusan bisnis yang ia jalankan. Ia ingin memperlihatkan bahwa industri event tidak hanya membutuhkan orang-orang yang mampu bergerak cepat di lapangan, tetapi juga beragam keterampilan yang dapat saling melengkapi.

    Perjalanan Spektrum masih panjang. Namun, bagi Vica, perubahan cara pandang di lingkungan kerja merupakan bagian penting dari upaya memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas.

    Ia percaya, terkadang yang dibutuhkan seseorang untuk mengembangkan kemampuannya bukanlah sesuatu yang rumit, melainkan kesempatan untuk membuktikan diri dan lingkungan yang bersedia memberikan kepercayaan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More