Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mouse Racer Kembali ke Skena Emo, Kenalkan Vokalis Baru Lewat Karam

Kota Bandung
3 min read
Mouse Racer Kembali ke Skena Emo, Kenalkan Vokalis Baru Lewat Karam
Dok. Istimewa
  • Mouse Racer asal Cilegon kembali merilis single emo “Karam”, sekaligus memperkenalkan Ginanjar Yudi sebagai vokalis baru pengganti Dani Anggara.
  • “Karam” mengisahkan keterpurukan akibat patah hati, lalu dorongan menerima masa lalu dan bangkit; aransemen memadukan string section emosional dengan distorsi gitar.
  • Diproduseri Asido Sigit, “Karam” digarap sekitar dua bulan di Jakarta dan Cilegon, kemudian dirilis di berbagai platform musik digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Musik emo yang pernah meramaikan skena musik alternatif Indonesia kembali mendapat tambahan karya dari Mouse Racer. Band asal Cilegon, Banten, ini menandai kembalinya mereka melalui single terbaru berjudul "Karam". Rilisan tersebut sekaligus memperkenalkan Ginanjar Yudi sebagai vokalis baru yang menggantikan Dani Anggara.

Kehadiran Ginanjar membawa perubahan dalam perjalanan musikal Mouse Racer. Pergantian personel di posisi vokal itu membuka ruang bagi band untuk mengeksplorasi ide dan pendekatan baru dalam bermusik. Gitaris Mouse Racer, Ega, menyebut perubahan formasi tersebut turut memengaruhi proses kreatif mereka ketika menggarap materi lagu terbaru.

"Dengan pergantian transisi vokalis kita mendapatkan banyak ide-ide baru dalam bermusik," kata Ega.

Dalam penggarapan "Karam", Mouse Racer bekerja sama dengan Asido Sigit, personel St. Loco dan Wait, yang bertindak sebagai produser. Single ini menggabungkan karakter musik emo dengan aransemen yang lebih megah melalui perpaduan string section dan distorsi gitar. Sementara dari sisi lirik, mereka mengangkat pengalaman patah hati dan proses seseorang untuk kembali bangkit setelah melewati masa sulit.

  1. 1. Karam gambarkan fase terpuruk karena patah hati

    WhatsApp Image 2026-10-30 at 10.50.53.jpeg
    Dok. Istimewa

    Melalui "Karam", Mouse Racer mengangkat kisah tentang seseorang yang merasa kehilangan arah setelah mengalami patah hati. Pengalaman emosional tersebut dianalogikan seperti kapal yang tenggelam di tengah lautan gelap. Gambaran itu digunakan untuk merepresentasikan situasi ketika seseorang berada dalam titik terendah, merasa hancur, dan kesulitan menemukan jalan untuk melanjutkan hidup.

    Namun, cerita dalam lagu ini tidak hanya berhenti pada kesedihan. Mouse Racer juga ingin menyampaikan pesan tentang keberanian untuk menerima keadaan dan berdamai dengan masa lalu. Setelah melewati fase terpuruk, seseorang diharapkan mampu mengumpulkan kembali kekuatannya untuk melangkah ke depan.

    Secara musikal, tema tersebut diterjemahkan melalui aransemen yang memadukan string section dengan distorsi gitar. Unsur string memberikan nuansa emosional dan megah, sementara permainan gitar menghadirkan karakter musik yang lebih kuat. Perpaduan keduanya menjadi fondasi musikal "Karam" dalam menyampaikan cerita tentang patah hati dan proses pemulihan diri.

  2. 2. Ginanjar Yudi menggantikan Dani Anggara sebagai vokalis

    WhatsApp Image 2026-10-30 at 10.50.54.jpeg
    Dok. Istimewa

    Selain memperkenalkan karya baru, "Karam" menjadi penanda perubahan formasi Mouse Racer. Ginanjar Yudi kini mengambil posisi vokalis yang sebelumnya diisi Dani Anggara. Pergantian tersebut menjadi salah satu perkembangan penting bagi band asal Cilegon ini dalam melanjutkan perjalanan bermusik mereka.

    Ega mengatakan, kehadiran vokalis baru memberikan perspektif berbeda dalam proses penciptaan musik. Perubahan itu juga membuka kemungkinan eksplorasi yang sebelumnya belum banyak mereka lakukan. Meski demikian, karakter emo yang menjadi identitas Mouse Racer tetap menjadi bagian dari pendekatan musikal dalam single terbaru tersebut.

    Proses kreatif itu turut melibatkan Asido Sigit sebagai produser. Dikenal melalui keterlibatannya bersama St. Loco dan Wait, Asido membantu Mouse Racer dalam menggarap materi "Karam". Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya band untuk menghadirkan komposisi yang sesuai dengan cerita dan karakter lagu.

  3. 3. Digarap Selama Dua Bulan di Jakarta dan Cilegon

    WhatsApp Image 2026-10-30 at 10.50.53 (2).jpeg
    Dok. Istimewa

    Proses produksi "Karam" berlangsung selama sekitar dua bulan. Pengerjaannya dilakukan secara terpisah di Jakarta dan Cilegon, sebelum akhirnya diselesaikan menjadi single yang kini tersedia melalui berbagai platform musik digital.

    Rilisan ini menjadi langkah Mouse Racer untuk kembali memperkenalkan karya mereka kepada pendengar musik alternatif Indonesia, khususnya penikmat genre emo. Dengan vokalis baru dan pendekatan aransemen yang mengedepankan nuansa emosional, "Karam" sekaligus menjadi gambaran arah musikal yang sedang mereka kembangkan.

    Bagi Mouse Racer, single ini bukan hanya tentang merilis lagu setelah perubahan formasi. "Karam" juga menjadi medium untuk menyampaikan pengalaman yang dekat dengan kehidupan anak muda, terutama tentang kehilangan, patah hati, dan keberanian untuk kembali melanjutkan perjalanan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More