UMKM Jatiwangi Ketiban Proyek Besar, 2,4 Juta Genteng Dipesan

Sebanyak 34 UMKM genteng tanah liat bersertifikat SNI di Jatiwangi, Majalengka, menyiapkan 2,4 juta keping genteng untuk Program Gentengisasi Nasional yang dijadwalkan mulai dipersiapkan 8 November 2026.
Pemerintah menyiapkan 600 truk untuk pengiriman bertahap dan mendorong material pembangunan daerah dipenuhi industri lokal, guna memperkuat kapasitas UMKM serta ekonomi sentra produksi.
Target program bedah rumah meningkat dari 45.000 unit pada 2025 menjadi 400.000 unit pada 2026, disertai kelanjutan FLPP dan persiapan program ASRI.
Majalengka, IDN Times - Perajin genteng tanah liat di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mendapat peluang memperluas pasar melalui Program Gentengisasi Nasional. Sebanyak 2,4 juta keping genteng dari sentra industri tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan program perumahan pemerintah.
Penyediaan genteng itu melibatkan 34 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah mengantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Pemerintah menjadwalkan persiapan pelaksanaan program pada 8 November 2026.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan, pemerintah juga menyiapkan 600 truk untuk mengangkut genteng dari Majalengka. Pengiriman akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lokasi sasaran.
1. Sebanyak 34 UMKM Jatiwangi dilibatkan

Ilustrasi genteng bantuan bedah rumah (IDN Times/Ayu Afria) Maruarar menjelaskan, keterlibatan perajin lokal menjadi bagian dari upaya pemerintah menghubungkan kebutuhan pembangunan perumahan dengan kapasitas industri daerah.
Menurut dia, program tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan material bangunan. Pemerintah juga ingin memperkuat kegiatan usaha UMKM sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar sentra produksi.
“Program ini tak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan material bangunan, tapi diarahkan untuk memperkuat kapasitas UMKM dan menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Maruarar dikutip pada Rabu (2/11/2026).
Dia berharap permintaan genteng dalam jumlah besar dapat mendorong peningkatan kapasitas produksi industri lokal. Dengan bertambahnya permintaan, para perajin juga berpeluang memperoleh pasar yang lebih luas
2. Produk lokal untuk kebutuhan daerah

ilustrasi konstruksi atap dengan para pekerja di atas atap genteng (pexels.com/David Brown) Pemerintah mendorong agar kebutuhan material pembangunan di suatu wilayah dapat dipenuhi oleh industri yang berada di daerah tersebut.
Maruarar mencontohkan, produk Jawa Barat diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di Jawa Barat. Pola serupa juga didorong untuk produk dari provinsi lainnya.
“Jadi, kita ingin memberdayakan UMKM-UMKM lokal. Kalau bisa, produk Jawa Barat dipakai di Jawa Barat. Produk Jawa Tengah dipakai di Jawa Tengah,” katanya.
Pelibatan UMKM Jatiwangi menjadi salah satu bentuk penerapan kebijakan tersebut. Selain memenuhi kebutuhan material, pemerintah ingin belanja pembangunan perumahan memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal.
3. Target bedah rumah naik

ilustrasi rumah kontemporer (unsplash.com/Salman Saqib) Selain Gentengisasi Nasional, Maruarar menyampaikan perkembangan program perbaikan rumah kepada Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah meningkatkan target program bedah rumah dari 45.000 unit pada 2025 menjadi 400.000 unit pada 2026.
“Ini bagian program yang dibuat oleh negara, Presiden Prabowo itu. Tahun lalu kita ada 45.000 bedah rumah. Tahun ini ditingkatkan luar biasa menjadi 400.000 rumah,” ujar Maruarar.
Peningkatan target tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan perbaikan rumah masyarakat. Pemerintah juga melanjutkan program rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Skema FLPP digunakan untuk membantu masyarakat memperoleh hunian dengan pembiayaan yang lebih terjangkau. Di luar pembangunan dan perbaikan rumah, pemerintah tengah mempersiapkan program ASRI yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
Program tersebut mencakup upaya mewujudkan lingkungan yang nyaman, indah, dan sehat. Pemerintah juga berencana melibatkan UMKM dalam pelaksanaannya.
Maruarar mengatakan, persiapan program ASRI menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian Presiden Prabowo.
“Kami juga sudah diminta menyiapkan untuk program ke depan, bagaimana program ASRI. Bapak Presiden sangat ingin Indonesia itu nyaman, indah, memberdayakan UMKM, sehat,” katanya.






















