Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG Prediksi Hujan Deras dan Angin Kencang di Jabar hingga 5 November

Kota Bandung
3 min read
BMKG Prediksi Hujan Deras dan Angin Kencang di Jabar hingga 5 November
ilustrasi hujan lebat (pexels.com/ Thgusstavo Santana)
  • BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang melanda sejumlah wilayah Jawa Barat pada 2–5 November 2026.
  • Potensi cuaca ekstrem dipengaruhi MJO, gelombang Kelvin, suhu muka laut hangat, dan labilitas atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
  • Warga dan instansi diminta mengantisipasi banjir, longsor, serta pohon tumbang, mengikuti arahan evakuasi, dan memantau cuaca sebelum bepergian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Jawa Barat berpotensi diguyur hujan sedang hingga deras disertai kilat, petir, dan angin kencang pada 2–5 November 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung saat ini adalah Dr. Suaidi Ahadi menuturkan, berdasarkan analisis dan prospek cuaca mingguan Stasiun Klimatologi Jawa Barat yang dirilis pada Minggu (1/11/2026), potensi hujan dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan konvektif. Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer Kelvin diprakirakan aktif secara spasial di Jawa Barat pada pertengahan pekan.

Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat berpotensi menyuplai uap air ke wilayah Jawa Barat. Kondisi labilitas atmosfer lokal yang berada pada kategori ringan hingga kuat juga mendukung pertumbuhan awan hujan.

"Hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi secara lokal dengan durasi singkat. Sementara itu, hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Jawa Barat selama periode 2–8 November 2026," kata dia melalui siaran pers, Minggu (1/11/2026).

Pada Senin (2/11/2026), potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Purwakarta, Subang, Cianjur, Sukabumi, Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Garut, serta Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

Potensi hujan serupa masih berlanjut pada Selasa (3/11/2026). Wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut meliputi Kabupaten dan Kota Bogor, Cianjur, Sukabumi, Bandung, Bandung Barat, Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, serta Pangandaran.

Memasuki Rabu (4/11/2026), potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Kabupaten dan Kota Bogor, Cianjur, Sukabumi, Bandung, serta Garut. Adapun pada Kamis (5/11/2026), potensi hujan dengan intensitas tersebut diprakirakan terjadi di Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, BMKG tidak mencatat adanya potensi hujan sedang hingga lebat dalam kategori peringatan tersebut pada Jumat hingga Minggu (6–8/11/2026). Meski demikian, hujan ringan masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jawa Barat.

Dalam analisis cuaca periode pekan depan, BMKG mencatat hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat terjadi di sejumlah daerah di Jawa Barat. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Cianjur, Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Bandung, Garut, Tasikmalaya, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Cirebon, Ciamis, serta Kota Banjar.

Sementara itu, hujan ringan terpantau secara lokal di sebagian wilayah lainnya, termasuk Kota Bekasi, Kabupaten Indramayu, dan Pangandaran. BMKG menjelaskan, meskipun kondisi El Niño kuat dan fase Indian Ocean Dipole (IOD) positif secara umum memicu kondisi kering, pertumbuhan awan hujan di Jawa Barat tetap signifikan akibat pengaruh dinamika atmosfer regional dan lokal.

Suaidi mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang perlu diantisipasi, terutama oleh masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.

"Masyarakat diminta mengenali risiko di lingkungan sekitar, tetap siaga, serta mengikuti arahan dan protokol evakuasi dari pemerintah daerah apabila terjadi bencana. Selain itu, warga yang hendak melakukan perjalanan darat, laut, maupun udara diimbau memantau informasi cuaca terkini sebelum beraktivitas," ungkapnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More