Kirmir Jebol, 36 Rumah Jalan Siliwangi Kota Bandung Terdampak Banjir

Kirmir sungai di Jalan Siliwangi, Bandung, jebol pada Jumat malam dan memicu banjir yang berdampak pada 36 rumah; dua rusak berat, satu rusak ringan.
Material kirmir yang roboh menimpa rumah di bantaran sungai. BPBD bersama pihak terkait melakukan asesmen, evakuasi warga yang membutuhkan bantuan, serta pembersihan lumpur.
BMKG memprediksi 49 persen wilayah Jawa Barat memasuki musim hujan pada November 2026. BPBD merekomendasikan status siaga hidrometeorologi basah hingga April 2027, menunggu keputusan gubernur.
Bandung, IDN Times - Sebanyak 36 rumah warga terdampak banjir akibat jebolnya kirmir sungai di Jalan Siliwangi, RT 09 RW 01, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jumat (30/10/2026) malam. Dari jumlah tersebut, dua rumah mengalami rusak berat dan satu lainnya rusak ringan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menyatakan, banjir terjadi yang terjadi di kawasan tersebut membuat kirmir sungai tidak mampu menahan debit air hingga akhirnya jebol. Material kirmir yang roboh bahkan menimpa sejumlah rumah warga di sekitar bantaran sungai.
"Kirmir jebol dan materialnya menimpa rumah warga di bantaran sungai," kata Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, dikutip Sabtu (31/10/2026).
1. Petugas bersihkan material lumpur akibat banjir

Ilustrasi banjir (Dok. IDN Times/Halbert Caniago) Hadi merinci, dari rumah yang terdampak, dua unit mengalami kerusakan berat, satu unit rusak ringan, sementara 34 rumah lainnya terdampak banjir. Meski menyebabkan kerusakan bangunan, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Petugas BPBD bersama unsur terkait telah melakukan assessment serta evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan. Pembersihan sisa lumpur dan material yang terbawa arus banjir juga dilakukan.
"Pembersihan sisa lumpur dilakukan dan perbaikan kirmir roboh segera dilakukan," ungkapnya.
2. BMKG prediksi mayoritas wilayah Jabar mulai mengalami musim hujan November

Ilustrasi banjir. (ANTARA FOTO/Jojon) Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di Jawa Barat berlangsung secara bertahap mulai Oktober hingga Desember 2026. Namun, sebagian besar wilayah diperkirakan memasuki musim hujan pada November.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia, mengatakan sekitar 24 persen wilayah Jawa Barat diprediksi mulai memasuki musim hujan pada Oktober. Wilayah tersebut meliputi sebagian kecil kawasan barat, tengah, dan timur Jawa Barat.
Sementara itu, sekitar 49 persen wilayah diperkirakan mengalami awal musim hujan pada November. Adapun 25 persen wilayah lainnya diprediksi memasuki musim hujan pada Desember, terutama kawasan utara dan sebagian kecil wilayah barat Jawa Barat.
"Mayoritas awal musim hujan di Jawa Barat diprediksi pada November sebesar 49 persen," kata Rakhmat melalui keterangan resmi yang diterima, Senin (5/10/2026).
3. Status siaga darurat bencana tengah diusulkan

Ilustrasi banjir (IDN Times/Yuda Almerio) Sebagai informas, BPBD Jawa Barat telah merekomendasikan penetapan status siaga bencana hidrometeorologi basah mulai 1 November 2026 hingga 30 April 2027. Namun, persetujuan tersebut masih menunggu keputusan dari Gubernur Dedi Mulyadi alias KDM.
"Maka dihasilkan kesepakatan yang pertama ditetapkan bahwa kita kemungkinan akan menetapkan, tapi nanti tunggu keputusan Pak Gubernur ya, Kepgub-nya," ujar Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun saat dikonfirmasi, Kamis (29/10/2026).
"Kita merekomendasikan kepada Pak Gubernur untuk menetapkan siaga hidrometeorologi basah per tanggal 1 November 2026 sampai dengan 30 April 2027," ujarnya.





















