Ketua DPRD Cianjur Ajak Warga Kawal Program Pembangunan

- Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika mengajak warga aktif mengawasi pembangunan agar program berjalan sesuai rencana, kebutuhan, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
- Dalam reses di Desa Cibarengkok yang dihadiri sekitar 150 warga, Metty menyerap aspirasi serta menekankan komunikasi berkelanjutan antara masyarakat dan wakil rakyat.
- Rangkaian reses Dapil IV menjangkau lima kecamatan; aspirasi warga akan menjadi masukan DPRD untuk fungsi penganggaran, pengawasan, dan perjuangan prioritas pembangunan.
Cianjur, IDN Times – Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Metty Triantika, mengajak masyarakat terlibat aktif mengawasi pelaksanaan pembangunan daerah. Menurut dia, partisipasi warga diperlukan agar program pemerintah tidak sekadar terealisasi secara administratif, tetapi juga sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Metty saat menggelar reses masa persidangan I tahun sidang 2026–2027 di Desa Cibarengkok, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang dihadiri sekitar 150 warga dari berbagai unsur masyarakat itu menjadi kesempatan bagi Metty untuk menyampaikan perkembangan pembangunan sekaligus mendengarkan kebutuhan warga di tingkat desa.
Dalam kegiatan tersebut, Metty memaparkan sejumlah program pembangunan yang telah direalisasikan maupun masih dalam proses pengerjaan. Ia meminta masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut mengawasi pelaksanaan program agar sesuai dengan perencanaan dan tujuan yang telah ditetapkan.
“Saya berharap seluruh masyarakat terus mengawal program pembangunan yang sudah berjalan maupun yang sedang dikerjakan. Kita ingin setiap program benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Metty.
1. Reses jadi ruang warga sampaikan aspirasi

Dok.Istimewa Metty mengatakan, reses merupakan bagian dari tanggung jawab anggota legislatif untuk menyerap aspirasi konstituen sekaligus mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung. Melalui pertemuan tersebut, DPRD dapat memperoleh gambaran mengenai kebutuhan warga yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan prioritas pembangunan daerah.
Ia menilai komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat tidak seharusnya hanya berlangsung ketika agenda reses digelar. Hubungan tersebut perlu dijaga secara berkelanjutan agar berbagai persoalan di lapangan dapat disampaikan dan menjadi bahan pertimbangan dalam memperjuangkan program pembangunan.
“Aspirasi masyarakat menjadi dasar penting bagi kami dalam memperjuangkan program pembangunan. Karena itu, komunikasi harus terus terjalin, bukan hanya ketika reses, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Reses di Desa Cibarengkok turut dihadiri perwakilan kelompok perempuan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kelompok tani, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur Muspika Kecamatan Bojongpicung. Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperluas masukan mengenai kebutuhan pembangunan di wilayah setempat.
2. Pemerintah desa dorong koordinasi pembangunan

Dok.Istimewa Kepala Desa Cibarengkok, Asep Jalaludin Saleh, mengapresiasi pelaksanaan reses yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan DPRD. Menurut dia, komunikasi antara pemerintah desa dan lembaga legislatif diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat disampaikan dan diperjuangkan melalui mekanisme pembangunan daerah.
Asep menyatakan pemerintah desa siap memperkuat koordinasi dengan DPRD, terutama dalam menyampaikan berbagai persoalan yang membutuhkan dukungan pemerintah kabupaten. Ia berharap hubungan tersebut dapat mendorong keselarasan antara perencanaan pembangunan di tingkat desa dan kebijakan pemerintah daerah.
“Kami siap bergandengan tangan bersama Ibu Metty Triantika untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Desa Cibarengkok. Kehadiran beliau menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan pembangunan,” kata Asep.
Ia juga berharap komunikasi antara pemerintah desa dan DPRD tidak berhenti setelah kegiatan reses selesai. Menurut dia, koordinasi yang berkelanjutan dibutuhkan agar aspirasi warga tidak hanya tercatat sebagai usulan, tetapi juga memperoleh perhatian dalam proses perencanaan pembangunan.
3. Reses menjangkau lima kecamatan di dapil IV

Dok. Istimewa Metty menjelaskan, kegiatan di Desa Cibarengkok merupakan bagian dari rangkaian reses di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Cianjur. Agenda tersebut dijadwalkan menjangkau lima kecamatan, yakni Ciranjang, Bojongpicung, Haurwangi, Sukaluyu, dan Mande.
Melalui rangkaian kunjungan tersebut, Metty ingin memperoleh gambaran mengenai perkembangan pembangunan sekaligus mengidentifikasi persoalan yang masih dihadapi masyarakat di masing-masing wilayah. Masukan dari warga nantinya menjadi bahan bagi DPRD dalam menentukan kebutuhan pembangunan yang perlu diperjuangkan.
Ia juga mengajak pemerintah desa, kelompok perempuan, pelaku UMKM, kelompok tani, dan tokoh masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses perencanaan maupun pengawasan pembangunan. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat dinilai penting agar kebijakan yang diambil pemerintah daerah tidak terlepas dari kondisi dan kebutuhan warga.
Menurut Metty, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah daerah dan DPRD. Pengawasan serta partisipasi masyarakat juga diperlukan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berbagai aspirasi yang dihimpun selama rangkaian reses akan menjadi bahan masukan bagi DPRD dalam menjalankan fungsi penganggaran dan pengawasan. Aspirasi tersebut juga akan menjadi dasar untuk memperjuangkan prioritas pembangunan daerah sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.



















