Setelah Husein Sastranegara, KDM Dorong Penerbangan ke Tasikmalaya

Pemprov Jawa Barat mendorong pengaktifan Bandara Wiriadinata Tasikmalaya setelah uji coba penerbangan Rimbun Air rute Jakarta-Tasikmalaya menggunakan ATR 72-600 dari Halim Perdanakusuma.
Gubernur Dedi Mulyadi dan Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana menyebut jalur ini ditujukan mempermudah konektivitas antarkota serta mendukung aktivitas ekonomi Tasikmalaya dan sekitarnya.
Sebelumnya, Pemprov menghidupkan kembali Bandara Husein Sastranegara melalui rute Susi Air, sementara BIJB Kertajati diprioritaskan untuk penerbangan internasional, khususnya haji dan umrah.
Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM kembali mendorong pengembangan penerbangan di sejumlah bandara di Jawa Barat. Setelah mengupayakan pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara Bandung, kini pemerintah provinsi berupaya menghidupkan Bandara Wiriadinata Tasikmalaya.
Saat ini Pesawat ATR 72-600 dari Rimbun Air telah melakukan uji coba penerbangan rute Jakarta-Tasikmalaya dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Wiriadinata. KDM mengatakan, uji coba ini dilakukan karena ada peran dari Wakil Jaksa Agung RI Asep Nana Mulyana.
"Ini warga Jawa Barat harus berterima kasih dengan orang Tasikmalaya yang kebetulan menjabat menjadi Wakil Jaksa Agung. Beliau telah membantu mempermudah layanan penerbangan dari Jakarta ke Tasikmalaya," ujar KDM, dikutip Sabtu (31/10/2026).
1. Dihadirkan untuk mempermudah konektivitas di Jabar

1.300 Penumpang Batal Berangkat dari Bandara Husein Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno Sementara, Asep mengatakan, pembukaan jalur penerbangan ini merupakan upaya bersama untuk mempermudah konektivitas antarkota sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi daerah.
"Jadi ini merupakan upaya kami dengan Pak Gubernur untuk mempermudah konektivitas antara kota-kota," kata Asep.
Menurutnya, kemudahan akses penerbangan diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya.
"Terutama bagi teman-teman yang mungkin ingin memanfaatkan jalur ini sehingga nanti lebih gampang dan tentu bisa meningkatkan sumber ekonomi baik di Tasik maupun di wilayah sekitar. Semoga fasilitas penerbangan ini bisa dimanfaatkan," tuturnya.
2. Pemprov Jabar terlebih dahulu mengaktifkan Bandara Husein Sastranegara

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil) Sebelum fokus ke Bandara Wiriadinata, Pemprov Jabar lebih dulu mendorong aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Pada 2 Juli 2025, KDM menghadiri penerbangan perdana Susi Air rute Bandung-Yogyakarta.
Penerbangan tersebut menghubungkan Bandara Husein dengan Bandara Adisutjipto, dan saat itu, KDM menyebut penerbangan tersebut sebagai langkah awal untuk mengaktifkan kembali Bandara Husein yang sempat kehilangan sebagian besar aktivitas penerbangannya.
"Ini adalah jalan untuk mengembangkan kembali Bandara Husein agar bisa hidup kembali. Hari ini Bu Susi menggunakan pesawat kecil, mungkin ke depan akan semakin banyak penerbangan," kata dia.
3. Dedi Mulyadi klaim fokus terhadap konektivitas udara di Jabar

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil) Selain rute Bandung-Yogyakarta, Susi Air juga melayani penerbangan Bandung-Pangandaran melalui Bandara Nusawiru dan Bandung-Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma.
KDM saat itu menyebut Bandara Husein akan diarahkan untuk melayani konektivitas penerbangan dari Bandung. Sementara BIJB Kertajati di Majalengka diprioritaskan untuk penerbangan internasional, terutama perjalanan haji dan umrah.
"Saya ini Gubernur Jawa Barat. Sama Husein harus sayang, sama Kertajati juga harus sayang," kata dia.





















