Genteng Jatiwangi Majalengka Mulai Menunjang Program Rumah Subsidi

- Program gentengisasi resmi dimulai dengan pengiriman ribuan genteng Jatiwangi untuk mendukung pembangunan rumah subsidi di berbagai daerah.
- Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan pentingnya menjaga kualitas, standar SNI, dan daya saing agar industri genteng lokal terus berkembang.
- Ara mendorong pengusaha Jebor meningkatkan mutu produk agar Genteng Jatiwangi mampu menarik pasar lebih luas dan menjadi kebanggaan lokal Jawa Barat.
Majalengka, IDN Times - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar 'Ara' Sirait (Ara) memulai program gentengisasi, Rabu (11/3/2026) malam. Ribuan keping genteng Jatiwangi, Majalengka resmi dikirimkan untuk kebutuhan progam rumah subsidi.
Ribuan genteng Jatiwangi yang dikirim perdana itu terdiri dari jenis palentong dan morendo. Genteng-genteng itu dikirim ke beberapa kota seperti Bogor, Tangerang, dan beberapa daerah di Kabupaten Majalengka.
"Kami harus buat sesuatu yang real buat rakyat kita, dan UMKM kita harus dididik punya daya saing yang tinggi. Saya yakin bisa. Kualitasnya, SNI-nya, daya saingnya, estetikanya harganya semuanya," kata Ara usai pelepasan armada pengiriman Genteng di salah satu pabrik genteng (Jobor) di Desa Pinangraja, Kecamatan Jatiwangi, Rabu malam.
1. Ara minta pengiriman pertama bukan sekaligus terakhir

Dimulainya pengiriman genteng Jatiwangi untuk program rumah subsidi diharapkan bisa membuat Jebor terus menggeliat. Ia menjelaskan, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dikerjakan agar program gentengisasi bisa terus berjalan.
"Jangan ini hanya awal dan akhir. Ada PR besar yang menunggu segera kerjakan, kalau sudah siap buat ke (program) TNI tolong kasih tahu, saya mesti transfer ke mana dan berapa. Supaya segera dikerjakan," kata dia.
Ara menjelaskan, pemerintah saat ini punya banyak program yang sejatinya bisa mendukung gentengisasi. Namun, di sisi lain, kualitas produk genteng harus diperhatikan juga.
"Sudah disampaikan dari program-program yang ada, (kebutuhannya) besar sekali. Persoalannya bagaimana supaya kualitas SNI-nya, estetikanya, harganya bisa bersaing. Jangan ragukan soal kebutuhan, tapi bagaimana kesiapan kita," tuturnya.
"Jadi tolong jangan ragukan soal kebutuhan. Tapi bagaimana kualitas kita supaya bisa unggul dan terpercaya. Itulah tantangan yang harus kita kerjakan bersama. Kita didik mentalitasnya, teknisnya, keuangannya, marketing-nya supaya bagus," tutur politikus Gerindra itu.
2. Pengusaha Jebor harus bisa menarik minat

Disinggung terkait pasar, Ara kembali menegaskan pentingnya kualitas. Menurut dia, dengan kualitas yang terjaga, produk Genteng Jatiwangi memiliki peluang besar untuk menambah pasar yang lebih luas lagi.
"Harus jadi daya tarik. Bukan atensi kepada pengusaha perumahan, (tetapi) bagaimana supaya ini berkualitas. Bagaimana harganya bagus, supaya mendapat perhatian, di balik cara berpikirnya," katanya.
Disinggung apakah Genteng Jatiwangi akan menjadi prioritas, Ara menegaskan, pada prinsipnya, pemerintah membuka peluang untuk semua daerah. "Kan ini adalah karifan lokal, bagian dari kultur," ungkap dia.
3. Genteng Jatiwangi meng-cover gentengisasi di Jabar?

Disinggung apakah Genteng Jatiwangi nantinya akan meng-cover kebutuhan Genteng di Jawa Barat, Ara kembali menegaskan pentingnya kualitas. Ia menegaskan bahwa kualitas yang terjamin akan menjadi daya tarik tersendiri.
"Kalau kualitasnya bagus, itu akan jadi magnet," tutur Ara.
Untuk sampai pada kualitas terbaik, lanjut Ara, memang dibutuhkan proses. "Tadi kita lihat proses itu baru dimulai sekarang, tidak ada yang instan," ungkap dia.
















