Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Punya Sertifikat Halal, SPPG di Jabar Bakal Masuk Sensus Ekonomi 2026
Ilustrasi bps IDN Times/Hana Adi Perdana
  • Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersertifikat halal di Jawa Barat akan masuk dalam Sensus Ekonomi 2026 yang digelar BPS Jabar pada 1 Mei–31 Juli 2026.
  • BPS Jabar menyiapkan sekitar 44.000 petugas untuk mendata 5,5 juta pelaku usaha, termasuk UMKM digital dan pengusaha besar, dengan metode lapangan dan daring.
  • Sensus kali ini juga mencakup sektor e-commerce serta ekonomi berbasis lingkungan yang kini menjadi komponen baru dalam pemetaan ekonomi Jawa Barat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1996

Wali Kota Bandung menyebut bahwa sejak tahun 1996 telah terjadi perubahan sektor ekonomi yang menjadi penggerak utama di Kota Bandung.

2016

Dalam kurun waktu hingga tahun 2016, pergeseran sektor ekonomi terus berlangsung dan menjadi dasar evaluasi untuk Sensus Ekonomi berikutnya.

23 April 2026

Kepala BPS Jabar Margaretha Ari menjelaskan di Balai Kota Bandung bahwa seluruh SPPG di Jawa Barat akan masuk dalam Sensus Ekonomi karena memiliki sertifikat halal.

1 Mei hingga 31 Juli 2026

BPS Provinsi Jawa Barat akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026, mencakup UMKM digital, usaha besar, serta SPPG yang memiliki sertifikat halal.

kini

Sektor e-commerce dan ekonomi berbasis lingkungan disebut semakin kuat di Jawa Barat dan menjadi komponen baru dalam Sensus Ekonomi 2026.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memiliki sertifikat halal akan masuk dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
  • Who?
    Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari bersama Wali Kota Bandung Muhammad Farhan serta sekitar 44.000 petugas sensus yang akan diterjunkan di lapangan.
  • Where?
    Kegiatan sensus dilakukan di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat, termasuk kota dan kabupaten, dengan peluncuran disampaikan di Balai Kota Bandung.
  • When?
    Sensus Ekonomi dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026, sementara persiapan dan pernyataan resmi disampaikan pada Kamis, 23 April 2026.
  • Why?
    Pencatatan dilakukan untuk mendata seluruh pelaku usaha, termasuk UMKM digital dan SPPG bersertifikat halal, guna mengetahui kondisi ekonomi terkini serta perkembangan sektor baru seperti e-commerce dan ekonomi lingkungan.
  • How?
    BPS menargetkan pendataan terhadap 5,5 juta pelaku usaha melalui kunjungan langsung ke rumah UMKM digital dan metode daring bagi perusahaan besar di berbagai daerah Jawa Barat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Nanti tahun 2026 orang-orang dari BPS mau datang ke banyak tempat di Jawa Barat buat lihat usaha-usaha. Ada dapur makanan halal juga yang ikut dihitung. Petugasnya banyak banget, katanya sampai puluhan ribu orang. Mereka mau tahu berapa banyak orang jualan dan kerja di sana. Wali Kota bilang ini penting biar tahu ekonomi sekarang kayak apa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Masuknya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersertifikat halal dalam Sensus Ekonomi 2026 menunjukkan pengakuan terhadap peran penting layanan gizi dan UMKM digital di Jawa Barat. Dengan pelibatan 44.000 petugas dan target pendataan 5,5 juta pelaku usaha, kegiatan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memahami dinamika ekonomi yang semakin inklusif dan beragam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat dipastikan akan masuk dalam Sensus Ekonomi yang digelar pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jabar menyatakan, masuknya Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) ini karena memiliki sertifikat halal.

Kepala BPS Jabar, Margaretha Ari mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Di tahun ini seluruh usaha kecil mikro atau UMKM yang memiliki toko digital akan turut disensun, termasuk SPPG.

"Semua sampai dengan dari usaha besar, sedang sampai kecil dan mikro akan kami data termasuk yang di perumahan UMKM juga kami data. Termasuk SPPG," kata Margaretha di Balai Kota Bandung, Kamis (23/4/2026).

1. Sebanyak 44.000 petugas bakal diterjunkan ke lapangan

Ilustrasi sensus penduduk. (Pixabay.com/renateko)

Margaretha menjelaskan, petugas sensus nantinya akan datang ke rumah para pelaku UMKM digital yang ada di Jawa Barat. Sementara, bagi pelaku usaha-usaha besar yang tersebar di kabupaten dan kota, pendataan akan dilakukan secara daring.

"Bagi para pelaku UMKM digital ini kalau Jawa Barat semua total itu sekitar 44.000 petugas yang kami siapkan, nantinya ke lapangan dari pintu ke pintu," jelasnya.

BPS Jabar menargetkan 5,5 juta pelaku usaha baik UMKM dan juga pengusaha besar di seluruh wilayah Jawa Barat masuk dalam Sensus Ekonomi 2026.

"Target dari sensus ekonomi 2026 ini seluruh Jabar adalah 5,5 juta pelaku usaha," ucap Margaretha.

2. Sensus menyasar pelaku UMKM rumahan dan digital

ilustrasi bisnis UMKM (pexels.com/Nandhu Kumar)

Margaretha mengatakan, saat ini sektor usaha di bidang e-commerce sudah sangat kuat di Jawa Barat. Belum lagi dengan ekonomi berbasis lingkungan yang merupakan sektor baru dan kini sudah menjadi komoponen dalam sensus ekonomi di tahun ini.

"Tentu di sini kani sudah sangat kuat dengan pelaku ekonomi yang di bidang e-commerce gitu ya," katanya

"Jadi yang semua berbasis platform itu sudah banyak dan ini menjadi sangat baru dan juga yang terkait dengan ekonomi lingkungan dan lain-lain, Ini menjadi komponen terbaru dalam sensus ini," katanya.

3. Pemkot Bandung perlukan data ekonomi dari BPS

ilustrasi bisnis UMKM (pexels.com/Sogi .)

Sementara, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, Sensus Ekonomi ini berlangsung selama 10 tahun sekali. Hal ini diperlukan karena untuk mengetahui kondisi ekonomi saat ini.

"Sejauh ini dari tahun 96 sampai tahun 2016 dalam kurun waktu 20 tahun telah terjadi pergeseran-pergeseran mengenai sektor ekonomi apa saja yang menjadi motor penggerak perekonomian di Kota Bandung," kata dia.

Editorial Team