KPPG Bandung Pertanyakan Video 70 Ribu Motor Khusus SPPG Jabar

- Video viral di TikTok menampilkan ribuan motor listrik berstiker BGN disebut untuk SPPG Jawa Barat, namun KPPG Bandung belum menerima informasi resmi terkait hal tersebut.
- Kepala KPPG Bandung, Ramzi, menyatakan belum ada kejelasan dari BGN mengenai jumlah, tujuan pengiriman, maupun penerima motor listrik yang terlihat dalam video itu.
- Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan kebutuhan kendaraan operasional tinggi di 23 ribu SPPG serta dampak positif program MBG terhadap penjualan mobil dan motor nasional.
Bandung, IDN Times - Jagat media sosial kembali heboh dengan adanya unggahan salah satu akun di Tiktok yang mengunggah video ribuan unit motor listrik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat. Video tersebut menarasikan bahwa motor itu khusus untuk SPPG di Jabar karena paling banyak dapur MBG.
Dalam video singkat itu terlihat motor-motor tampak masih terbungkus plastik dan sudah dilengkapi stiker Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini mengundang tanya publik. Sementara, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Regional Bandung, Ramzi memastikan belum mendapatkan informasi mengenai hal ini.
"Sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi terkait dengan motor listrik tersebut," ujar Ramzi saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).
1. Informasi masih belum diketahui kebenarannya

Ramzi mengaku sudah melihat langsung video yang viral di media sosial itu. Hanya saja, dia belum bisa berkomentar lebih jauh karena sampai saat ini belum ada keterangan dari BGN mengenai kendaraan motor listrik untuk SPPG di Jabar.
"Kebetulan memang pernah liat di medsos terkait dengan adanya yang meng-upload terkait motor listrik," katanya.
Lebih lanjut, Ramzi juga belum mendapatkan informasi apakah motor tersebut benar ada beberapa yang dialokasikan untuk SPPG di Kota Bandung atau seperti apa.
"Tapi sampai sekarang saya pribadi belum mendapatkan informasi motor tersebut akan diserahkan ke siapa, dikirim ke mana dan jumlahnya berapa," ucapnya.
2. BGN akui industri otomotif dapat dampak positif dari MBG

BGN sendiri belum memberikan informasi lebih pasti mengenai motor listrik untuk SPPG di Jabar ini. Hanya saja, sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan jika operasional SPPG atau dapur MBG membutuhkan mobil dan sepeda motor.
Di setiap SPPG, dibutuhkan minimal dua unit mobil. Kebutuhan itu menurutnya memberikan dampak positif pada penjualan mobil dan sepeda motor.
Dadan mengatakan, saat ini jumlah SPPG sekitar 23 ribu unit, maka kebutuhan mobilnya mencapai 46 ribu unit. Dia mengatakan, pengelola SPPG menggunakan Daihatsu Gran Max sebagai mobil operasional.
Dikarenakan tingginya kebutuhan akan mobil tersebut, menurut Dadan kini ketersediaannya di lapangan makin langka. “Dan sekarang itu termasuk mobil yang sulit dicari,” kata Dadan dikutip Minggu, (15/2/2026).
3. Banyak pegawai SPPG membeli kendaraan baru

Dadan juga mengatakan jika program MBG meningkatkan penjualan sepeda motor merek honda, mencapai 4,9 juta unit tahun lalu.
“Di SPPG itu pegawainya sekarang 60 persen beli motor. Jadi kalau ada 50 orang, dikali 60 persen, artinya 30 orang beli motor,’ ucap Dadan.
Dadan mengatakan, program MBG juga menyelamatkan UMKM dari ambang kebangkrutan, salah satunya produsen tahu.
“Dan kemudian ada juga sekarang pabrik-pabrik susu atau peternak susu di Boyolali, di Bandung, sudah membuat susu pasteurisasi. Dan juga mereka sudah membuat satu cold storage yang bisa memasuk kebutuhan susu, di mana satu SPPG setiap hari butuh 450 liter susu,” ujar Dadan.



















