Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ancaman Siber di Era AI Dinilai Kian Kompleks bagi Perusahaan

Ancaman Siber di Era AI Dinilai Kian Kompleks bagi Perusahaan
cybersecurity: jaga setiap pintu akses, dari sidik jari hingga perangkat.
Intinya Sih
  • Perkembangan AI mempercepat transformasi digital perusahaan, namun juga meningkatkan kompleksitas ancaman siber dan risiko perlindungan data yang kini menjadi perhatian utama di berbagai sektor.
  • BDO Indonesia menekankan pentingnya integrasi antara AI, keamanan siber, dan tata kelola data agar organisasi mampu menghadapi risiko penyalahgunaan data serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi.
  • Kepercayaan digital dinilai sebagai aset strategis bisnis jangka panjang, dengan sinergi inovasi teknologi dan keamanan siber menjadi fondasi ketahanan serta reputasi perusahaan di era digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandung, IDN Times - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mendorong perusahaan semakin cepat melakukan transformasi digital. Namun di balik percepatan inovasi tersebut, ancaman siber dan risiko perlindungan data juga dinilai semakin kompleks.

Organisasi kini tidak hanya dituntut mampu beradaptasi dengan teknologi baru seperti AI dan cloud, tetapi juga harus memperkuat tata kelola digital, keamanan siber, dan perlindungan data secara bersamaan.

Kondisi tersebut menjadi semakin penting setelah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat lebih dari 3,6 miliar anomali serangan siber sepanjang 2025. Angka itu menunjukkan ancaman siber kini bersifat masif dan terus berkembang.

Di saat yang sama, implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) membuat isu keamanan data tidak lagi sekadar persoalan teknis, melainkan juga menyangkut aspek hukum, finansial, dan reputasi perusahaan.

1. Adopsi AI disebut hadirkan risiko baru

ilustrasi cybersecurity (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi cybersecurity (pexels.com/Pixabay)

BDO di Indonesia menilai perkembangan AI membawa peluang besar bagi dunia bisnis, namun juga memunculkan berbagai tantangan baru yang perlu diantisipasi sejak awal.

Sebagai respons terhadap dinamika tersebut, BDO memperkuat layanan IT Advisory melalui penunjukan Erikman Pardamean sebagai IT Advisory Partner yang memiliki pengalaman di bidang cybersecurity, privacy, hingga AI governance.

Menurut IT Advisory Partner, Erikman, penggunaan AI yang semakin luas dapat meningkatkan risiko seperti penyalahgunaan data, bias algoritma, hingga kurangnya transparansi dalam pengambilan keputusan berbasis teknologi.

“Adopsi AI yang semakin cepat membuka peluang besar bagi bisnis, namun di saat yang sama juga menghadirkan risiko baru,” ujar Erikman Pardamean.

Ia menilai tantangan terbesar organisasi saat ini bukan hanya pada perkembangan teknologinya, tetapi bagaimana mengintegrasikan AI, cybersecurity, dan perlindungan data dalam satu pendekatan yang menyeluruh.

2. Kesadaran digital dinilai perlu dibangun bersama

Ancaman Siber di Era AI Dinilai Kian Kompleks bagi Perusahaan (Dok. BDO)
Ancaman Siber di Era AI Dinilai Kian Kompleks bagi Perusahaan (Dok. BDO)

Di sisi lain Associate Director IT and Digital BDO di Indonesia, Reza Aminy, mengatakan pemahaman seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menghadapi risiko digital yang terus berkembang.

Menurutnya, kesadaran yang terintegrasi dapat membantu organisasi lebih siap menghadapi ancaman penyalahgunaan data sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

“Pemahaman yang komprehensif dari seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk membangun sinergi yang kuat,” kata Reza.

Ia menambahkan, pendekatan yang terintegrasi juga dinilai penting untuk menjaga reputasi perusahaan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap sistem digital yang digunakan.

Dalam banyak kasus, pengelolaan AI, cybersecurity, dan perlindungan data masih dilakukan secara terpisah sehingga berpotensi menimbulkan celah risiko baru.

3. Kepercayaan digital jadi bagian strategi bisnis

ilustrasi adopsi cybersecurity dan browser enterprise (freepik.com/DC Studio)
ilustrasi adopsi cybersecurity dan browser enterprise (freepik.com/DC Studio)

Salah satu leader BDO di Indonesia, Johanna Gani, menilai perusahaan kini perlu memandang keamanan digital sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan sekadar fungsi teknis.

Menurutnya, kepercayaan digital menjadi aset penting di tengah percepatan inovasi teknologi yang terus berlangsung di berbagai sektor industri.

“Organisasi perlu melihat AI, cybersecurity, dan perlindungan data sebagai bagian dari strategi bisnis, bukan hanya fungsi teknis atau kepatuhan,” ujar Johanna.

BDO di Indonesia menilai sinergi antara inovasi teknologi, keamanan siber, dan tata kelola data akan menjadi fondasi utama bagi perusahaan untuk membangun ketahanan bisnis sekaligus menjaga kepercayaan pasar di era digital.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More