Pemprov Belum Dapat Informasi Soal Motor Listrik Khusus SPPG Jabar

- Sekda Jabar Herman Suryatman menegaskan Pemprov belum menerima informasi resmi dari BGN terkait pemberian motor listrik untuk SPPG meski video viral menunjukkan kendaraan berlogo BGN.
- Kepala KPPG Regional Bandung, Ramzi, juga menyatakan belum ada kabar atau konfirmasi mengenai distribusi motor listrik untuk SPPG di wilayahnya meskipun telah melihat video yang beredar.
- Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan kebutuhan besar kendaraan operasional bagi sekitar 23 ribu SPPG, termasuk mobil dan motor, yang berdampak pada meningkatnya penjualan kendaraan nasional.
Bandung, IDN Times - Sekda Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman turut mempertanyakan adanya informasi motor listrik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jabar. Pasalnya, pemerintah provinsi sampai saat ini masih belum mendapatkan kabar dari Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai pemberian motor tersebut.
Herman mengatakan, informasi dalam bentuk video di media sosial yang memperlihatkan banyak motor listrik berlogo BGN dan dinarasikan khusus untuk SPPG di Jawa Barat itu harus dicari tahu kebenarannya.
Sebab, Herman memastikan, sampai saat ini belum ada kabar BGN akan memberikan kendaraan motor listrik untuk SPPG yang ada di Jawa Barat. Sehingga, dia ikut mempertanyakan kebenaran video yang viral di media sosial itu.
"Belum ada konfirmasi, harus kami cek kebenarannya," ujar Herman, Senin (6/4/2026).
1. Pemprov Jabar sampai saat ini belum dapat informasi soal motor untuk SPPG

Herman sendiri belum bisa berkomentar banyak mengenai hal tersebut. Namun, dia memastikan belum ada informasi yang pasti baik dari BGN atau pemerintah pusat mengenai pemberian mtor listrik untuk SPPG di Jabar.
"Kami belum mendapatkan informasi soal hal tersebut," ucapnya.
Duhubungi terpisah, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Regional Bandung, Ramzi juga memastikan belum mendapatkan informasi mengenai pemberian motor untuk SPPG di wilayahnya.
"Sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi kang terkait dengan motor listrik tersebut," ujar Ramzi saat dikonfirmasi.
2. KPPG Bandung juga belum dapat informasi tersebut

Ramzi mengakui sudah melihat langsung video yang viral di media sosial itu. Hanya saja, dia belum bisa berkomentar lebih jauh karena sampai saat ini belum ada keterangan dari BGN mengenai kendaraan motor listrik untuk SPPG di Jabar.
"Kebetulan memang pernah liat di medsos terkait dengan adanya yang meng-upload terkait motor listrik," katanya.
Lebih lanjut, Ramzi juga belum mendapatkan informasi apakah motor tersebut benar dialokasikan untuk SPPG di Kota Bandung atau kepentingan lainnya.
"Tapi sampai sekarang saya pribadi belum mendapatkan informasi motor tersebut akan diserahkan ke siapa, dikirim ke mana dan jumlahnya berapa," ucapnya.
3. BGN akui MBG berdampak ke industri otomotif

BGN sendiri belum memberikan informasi lebih pasti mengenai motor listrik untuk SPPG di Jabar ini. Hanya saja, sebelumnya. Kepala BGN, Dadan Hindayana mengklaim, operasional SPPG atau dapur MBG membutuhkan mobil dan sepeda motor.
Di setiap SPPG, dibutuhkan minimal dua unit mobil. Kebutuhan itu menurutnya memberikan dampak positif pada penjualan mobil dan sepeda motor.
Dadan mengatakan, saat ini jumlah SPPG sekitar 23 ribu unit, maka kebutuhan mobilnya mencapai 46 ribu unit. Dia mengatakan, pengelola SPPG menggunakan Daihatsu Gran Max sebagai mobil operasional.
Dikarenakan tingginya kebutuhan akan mobil tersebut, menurut Dadan kini ketersediaannya di lapangan makin langka.
"Dan sekarang itu termasuk mobil yang sulit dicari," kata Dadan dikutip Minggu, (15/2/2026).
Dadan juga mengklaim program MBG meningkatkan penjualan sepeda motor merek honda, mencapai 4,9 juta unit tahun lalu.
"Di SPPG itu pegawainya sekarang 60 persen beli motor. Jadi kalau ada 50 orang, dikali 60 persen, artinya 30 orang beli motor," ucap Dadan.



















