Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kuota SPMB Jabar Ditambah, 68 Ribu Siswa Tetap Gagal Masuk SMA/SMK Negeri

Kuota SPMB Jabar Ditambah, 68 Ribu Siswa Tetap Gagal Masuk SMA/SMK Negeri
Suasana SPMB SMKN 1 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Disdik Jabar menambah sekitar 12.000 kuota SMA dan SMK negeri tahap 2, menurunkan jumlah calon murid baru yang belum tertampung dari 80 ribu menjadi 68 ribu orang.
  • Kepala Disdik Jabar, Purwanto, menyebut penambahan kuota sudah mendapat izin Kemendikdasmen dan memastikan siswa yang belum diterima bisa melanjutkan ke Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK).
  • Pemprov Jabar menyediakan bantuan biaya pendidikan Rp2,7 juta per siswa bagi peserta didik kurang mampu yang bersekolah di SSK serta memberi kebebasan memilih sekolah sesuai minat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat memberikan tambahan kuota sekitar 12.000 kursi untuk SMA dan SMK negeri dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap 2. Hasilnya saat ini banyak para calon murid baru (CMB) yang masuk ke sekolah negeri dibandingkan ke Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK).

CMB yang mulanya tidak tertampung ke sekolah negeri melalui Pemetaa Calon Murid Baru (PCMB) sebanyak 80 ribu, kini mengalami penurunan menjadi 68.000. Kepala Disdik Jabar, Purwanto pun mengklaim penambahan kuota tersebut sudah berdasarkan persetujuan Kemendikdasmen.

"Kan kemarin ada penambahan kuota dari Kementerian (Kemendikdasmen) tuh, dikurasi oleh kementerian terus diperbolehkan untuk dikasih rekomendasi tambah, ada yang 46 ada yang 42 ada yang 40, ada yang 38 siswa (dari kuota sebelumnya per sekolah)" kata Purwanto, Senin (13/7/2026).

1. Tidak semua tertampung oleh sekolah negeri

IMG-20250807-WA0049.jpg
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Kendati begitu, Purwanto menjelaskan, mereka yang masih belum tertampung oleh sekolah negeri masih bisa melanjutkan sekolah ke SSK yang mana nantinya akan ditanggung biaya pendidikan dan juga seragamnya.

"Nah itu setelah dibuka pendaftaran tahap dua, itu masih ada 68 ribuan yang tidak bisa diterima (di sekolah negeri)," ucapnya.

Dia menjamin, sekolah swasta masih berpeluang menerima CMB, baik dari hasil pemetaan maupun yang langsung mendaftarkan diri ke sekolah swasta.

"Kan ada juga lulusan yang tidak daftar ke negeri kan, yang langsung ke swasta, yang daftar swasta kan banyak. Ini yang daftar ke negeri saja yang tidak diterima itu sekitar 68.000," katanya.

2. Disarankan bersekolah ke SSK

IMG-20250807-WA0046.jpg
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Purwanto menegaskan, para CMB yang tidak masuk ke sekolah negeri itu sudah diberikan peluang agar bersokolah ke SMA atau SMK swasta program SSK. Bahkan, dia pun menegaskan, banyak sekolah swasta yang lebih bagus dibanding negeri.

"Swasta banyak yang lebih bagus kok dari negeri, dan untuk yang berminat di Sekolah Swasta Kerjasama (SSK) silakan manfaatkan gitu," katanya.

Termasuk bagi calon murid yang memiliki keterbatasan ekonomi, Purwanto menyarankan kepada mereka untuk melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK).

Pemprov Jabar bakal memberikan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp2.700.000,- per calon murid yang akan bersekolah di sekolah yang telah menjalin mitra melaui program SSK.

"Yang punya keterbatasan ekonomi silakan manfaatkan layanan dari pemerintah provinsi untuk sekolah di swasta," katanya.

3. Tidak semua sekolah negeri kualitasnya bagus

IMG-20250708-WA0008.jpg
Kepala Disdik Jabar, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Purwanto menegaskan, Disdik Jabar pun membebaskan para CMB memilih SSK sendiri, tidak dipaksakan ke SMA atau SMK tertentu. Dia memastikan, saat ini sudah banyak sekolah bagus yang masuk SSK, tinggal murid menentukan mana pilihannya.

"Jika merasa bahwa 'Ah, saya ingin memilih sesuai dengan selera saya sekolahnya tidak masuk di swasta kerja sama', ya itu tentu kami persilakan juga karena banyak juga sekolah-sekolah swasta yang bagus," katanya.

"Kita harus realistis, bahwa pilihan ke negeri mungkin sebagai hak, tapi kalau tidak bisa tertampung di negeri, sekolah swasta juga banyak yang bisa mengembangkan atau melayani," kata dia.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More