Dedi Mulyadi Terjunkan 1.147 Mahasiswa UPI ke Sekolah-sekolah di Jabar

- Pemerintah Jawa Barat meluncurkan Program Gerakan Mahasiswa Mengajar (GEMA) dengan melibatkan 1.147 mahasiswa UPI untuk mengatasi kekurangan 4.392 guru di SMA dan SMK negeri.
- Para mahasiswa akan bertugas enam bulan di 364 sekolah, terlibat langsung dalam kegiatan belajar-mengajar guna memperoleh pengalaman empiris dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
- Selain GEMA, Disdik Jabar memperkuat pendidikan vokasi melalui kerja sama 13 SMK Maung dengan 26 perusahaan agar pembelajaran selaras dengan kebutuhan industri.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tercatat masih kekurangan 4.392 guru di SMA dan SMK negeri. Belum lagi, pada tahun ini ada 1.251 guru yang akan purnatugas. Untuk mengantisipasi hal ini, Disdik Jabar memunculkan Gerakan Mahasiswa Mengajar (Gema).
Program tersebut menggandeng sebanyak 1.147 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Program ini disiapkan untuk membantu sekolah yang masih kekurangan tenaga pendidik sekaligus membekali calon guru dengan pengalaman mengajar secara langsung sebelum memasuki dunia kerja.
1. Mahasiswa dilibatkan untuk langsung mengajar di sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto mengatakan, Program Probidik GEMA Jawa Barat dirancang untuk memastikan proses belajar-mengajar di sekolah tetap berjalan optimal, terutama di satuan pendidikan yang masih mengalami kekurangan guru.
"Program ini bertujuan memastikan hak belajar peserta didik tetap terpenuhi secara optimal, sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa melalui pembelajaran langsung di sekolah atau learning by doing," kata Purwanto dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).
Sebanyak 1.147 mahasiswa UPI akan bertugas selama enam bulan di 364 satuan pendidikan, yang terdiri atas 230 SMA, 116 SMK, dan 18 SLB di berbagai wilayah Jawa Barat.
2. Sebanyak 26 perusahaan siap menampung lulusan SMK Maung

Selama menjalankan tugasnya, para mahasiswa akan terlibat langsung dalam proses pendidikan, mulai dari menyusun perangkat pembelajaran, mengajar di kelas, hingga melakukan evaluasi bersama guru pendamping.
"Program ini diharapkan tidak hanya membantu meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah, tetapi juga membentuk calon guru yang memiliki pengalaman empiris, kemampuan kepemimpinan, serta keterampilan sosial sebelum terjun ke dunia kerja," ujarnya.
Selain melepas mahasiswa, Disdik Jabar juga memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dan dunia usaha melalui penandatanganan kerja sama antara 13 SMK Maung dengan 26 perusahaan.
"Kerja sama ini bertujuan menyelaraskan pembelajaran di SMK dengan kebutuhan dunia kerja sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri," ungkap Purwanto.
3. Mahasiswa harus hadir ke pelosok-pelosok Jabar

Saat ini, Program Sekolah Maung mencakup 13 SMK dengan 99 konsentrasi keahlian, didukung 1.123 mitra industri serta 29 perguruan tinggi sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi di Jawa Barat.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai penugasan mahasiswa ke sekolah menjadi kesempatan berharga bagi calon guru untuk mengenal langsung dunia pendidikan yang sesungguhnya.
"Kesempatan mengikuti Program GEMA Jawa Barat merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa. Mengajar secara langsung akan membentuk kepekaan, kepemimpinan, serta kemampuan memahami karakter peserta didik yang tidak diperoleh hanya dari pembelajaran di ruang kelas," ujar Dedi.
Dia juga mendorong para mahasiswa tidak hanya mengenal wilayah perkotaan, tetapi juga ikut hadir di daerah-daerah yang membutuhkan sentuhan pendidikan.
"Jangan hanya mengenal kota-kota besar. Mahasiswa harus hadir hingga ke pelosok, ke kampung, pesisir, pegunungan, dan berbagai daerah lainnya. Di sanalah pendidikan harus benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.





















