Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pinjam Uang ke Pinjol untuk Usaha? Perhatikan Hal Ini!

Pinjam Uang ke Pinjol untuk Usaha? Perhatikan Hal Ini!
Ilustrasi wirausaha (pixabay.com/Rawpixel)
Share Article

Bandung, IDN Times – Pinjaman online alias pinjol yang marak belakangan ini sebenarnya dapat menjadi solusi bagi permodalan usaha. Pasalnya, tidak bisa dipungkiri, dalam membangun usaha terkadang kita punya ide dan peluang yang baik, namun tidak memiliki modal yang cukup untuk merealisasikan ide tersebut.

Maka itu, dengan persyaratan yang terbilang mudah, pinjol bisa menjadi solusi yang diandalkan dalam situasi tersebut. Harapannya, setelah mendapatkan permodalan dari pinjol, seseorang dapat memulai usaha, melipat-gandakan penghasilan, sambil mengembalikkan dana yang dipinjam dalam waktu yang disepakati.

Namun di lapangan praktiknya tak semudah itu. Diperlukan pertimbangan yang bijak ketika kita memiliki rencana usaha dan peluang, namun tidak memiliki modal. Nah, apa saja yang harus menjadi pertimbangan? Simak penjelasan Puji Sukaryadi, Brand Manager Kredit Pintar, di bawah ini:

1. Pakai uang pinjaman dengan bijak, dan komitmen bayar cicilan tepat waktu

Pinjam Uang ke Pinjol untuk Usaha? Perhatikan Hal Ini! (IDN Times/istimewa)
Pinjam Uang ke Pinjol untuk Usaha? Perhatikan Hal Ini! (IDN Times/istimewa)

Pada Sabtu (5/8/2023), Kredit Pintar mengunjungi Sumedang, Jawa Barat, untuk menemui sederet pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sana. Di Sumedang, mereka menggelar Kelas Pintar Bersama, sebuah program yang rutin diluncurkan Kredit Pintar untuk mengedukasi para pelaku UMKM agar lebih bijak menggunakan uang.

Dalam kesempatan itu, Puji menjelaskan berbagai pertimbangan ketika seseorang berniat untuk mengajukan pinjaman guna permodalan usahanya. Antara lain, kata dia, pengusaha mesti memperhitungkan baik-baik limit pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan.

“Kita juga harus menggunakan pinjaman untuk kebutuhan penting atau mendesak, bukan untuk foya-foya,” kata Puji, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Minggu (6/8/2023).

Ia pun berpendapat bahwa meminjam uang untuk mengaktivasi usaha adalah hal yang baik. Yang harus diperhatikan ialah terkadang setelah menerima uang pinjaman, kita menjadi lupa mana yang termasuk modal kerja dan mana yang termasuk kebutuhan tak mendesak.

“Di Kredit Pintar sendiri, sekitar separuh dari total jumlah nasabah yang pinjamannya dipakai untuk kebutuhan modal usaha kecil atau Pendidikan,” kata Puji.

Hal terakhir yang harus diperhatikan, lanjut dia, ialah komitmen untuk disiplin membayar pinjaman tepat waktu. Komitmen itu bahkan harus diingat sebelum pinjaman benar-benar diajukan.

2. Waspadai penipuan mengatasnamakan Kredit Pintar

Ilustrasi penipuan. (Sumber: antaranews.com)
Ilustrasi penipuan. (Sumber: antaranews.com)

Di sisi lain, Puji berpesan pada para pengguna layanan kredit agar waspada terhadap pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Hal tersebut diungkapkan berkaitan dengan maraknya penipuan yang mengatasnamakan Kredit Pintar baik melalui pengiriman pesan direct message melalui akun media sosial.

Pesan penipuan itu biasanya berisi tentang  pencairan dana berkedok undangan, bahkan hingga informasi pengiriman paket jasa ekspedisi.

“Melalui Kelas Pintar Bersama ini kami berharap ke depannya dapat semakin memotivasi semangat kewirausahaan para pelaku UMKM khususnya di Kabupaten Sumedang, meningkatkan lagi kualitas dan inovasi produk ataupun jasa yang ditawarkan, serta tak lupa dalam hal literasi keuangan agar UMKM mengetahui, memahami, serta bijak dalam memaksimalkan penggunaan akses keuangan digital,” kata Puji.

3. Cari dulu skill paling menonjol dari diri Anda

pexels.com/fauxels
pexels.com/fauxels

Sementara itu, Meilani Barkah Marjuki, pemilik Yamin Pansos dan Mahani Kue, membagikan berbagi pengetahuan dan memberikan motivasi kepada para UMKM Sumedang dengan membahas tema ‘Memulai Usaha dari Nol, Apakah Bisa?

Ada beberapa hal yang harus dipikirkan oleh pengusaha pemula, kata Meilani. Antara lain “cari skill paling menonjol dari diri Anda. Apakah Anda pintar memasak? Mengajar? Membuat sesuatu? Atau punya hobi tertentu? Jadikan hal itu sebagai usaha atau bisnis Anda!”

“Lalu dapat juga mendapatkan ide bisnis dari mengamati sekitar dan cari masalah apa yang dihadapi banyak orang, kemudian ciptakan solusi dari permasalahan tersebut. Peluang usaha lainnya, dapat pula melalui sistem dropshipper, reseller, atau sebagai affiliate marketer,” katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More

25 Operator Telekomunikasi Bandung Kecewa BII Tolak Evaluasi Tarif Ducting

25 Mei 2026, 21:01 WIBNews