Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hari Pertama SPMB Maung 2026, SMAN 3 Bandung Banjir Aduan

Hari Pertama SPMB Maung 2026, SMAN 3 Bandung Banjir Aduan
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Hari pertama SPMB Maung 2026 di Jawa Barat digelar daring, namun SMAN 3 Bandung menerima sekitar 20 aduan dari wali murid terkait kendala akun dan informasi pendaftaran.
  • Keluhan terbanyak berasal dari belum diterimanya akun pendaftaran, sementara sistem tahun ini menghapus jalur zonasi sehingga siswa dari seluruh Jawa Barat bisa mendaftar.
  • Disdik Jabar menyalurkan akun secara bertahap hingga batas akhir hari itu, dan SMAN 3 Bandung membantu pembuatan akun bagi calon siswa luar kota yang ber-KTP atau berdomisili di Jawa Barat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandung, IDN Times - Sebanyak 41 SMA dan SMK Manusia Unggul (Maung) di Jawa Barat mulai menggelar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada Senin (25/5/2026) secara daring. Namun, kondisi di lapangan masih banyak ditemukan kendala salah satu soal akun.

Seperti Sekolah Maung di Bandung yaitu SMAN 3 Bandung yang menerima sebanyak 20 keluhan dari wali murid pada posko pengaduan, baik yang terkendala akun juga soal informasi syarat pendaftaran.

"Yang konsultasi sejauh ini di daftar hadir sudah lebih dari 10 orang, bahkan mendekati 20 orang dari pagi, tadi kami buka jam 8:00 WIB sampai sekarang sudah 20 orang, bahkan lebih," ujar Wakasek Humas sekaligus Koordinator SPMB di SMAN 3 Bandung, Agung Hadiat Zamil, saat ditemui di ruangan pengaduan.

1. Mayoritas terkendala soal akun pendaftaran

IMG-20260525-WA0011.jpg
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Keluhan paling banyak dilaporkan oleh wali murid, kata Agung yaitu soal akun yang belum didapatkan, karena dalam SPMB tahun ini sudah tidak ada jalur zonasi. Artinya murid dari daerah mana pun selama memiliki KTP asal Jawa Barat, dan sudah tinggal selama satu tahun akan diperbolehkan ikut seleksi Sekolah Maung.

"Tadi rata-rata yang ditanya itu teh akun ya, karena mereka resah juga mengenai akun yang belum dapat. Tapi makin siang makin sini malah ada yang sebelumnya belum dapat pas datang ke sini sudah dapat," jelasnya.

Disdik Provinsi Jawa Barat sudah memberikan akun pendaftaran sejak kemarin, hanya saja saat ini memang masih banyak yang belum bisa mendaftar karena belum memiliki akun.

"Akun itu sudah diberikan dari kemarin, tapi bertahap dan sekarang, hari ini, informasi yang kami terima itu hari terakhir mendaftarkan akun pendaftaran. Jadi tadi ada beberapa yang baru mendapatkan akun, dan yang belum dapat," katanya.

2. Layanan pengaduan libur saat Idul Adha

IMG-20260525-WA0033.jpg
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Karena batas akhir penerimaan akun hari ini, Agung memastikan, untuk murid di luar kota yang hendak mendaftar Sekolah Maung di SMAN 3 Bandung akan dibantu proses pembuatan akunnya.

"Untuk yang sekolahnya di luar Jawa Barat tapi KK-nya di Jawa Barat (Kartu Keluarga) atau tinggalnya di Jawa Barat, berarti kan enggak akan dapat akun. Nah, itu bikin akunnya ke sekolah boleh, kami layani," kata dia.

Waktu pendataan SPMB ini dilakukan secara daring melalui laman maung-spmb.jabarprov dari tanggal 25-29 Mei 2026. Untuk pelayanan pengaduan di SMAN 3 Bandung akan ikut libur di tanggal 27 karena bertepatan dengan Idul Adha.

"Mungkin di hari libur nanti tanggal 27, kami libur dulu untuk verifikasi atau pelayanan informasi dan pengaduan," kata Agung.

3. Akun pendaftaran banyak yang belum didapatkan

IMG_20250610_110909.jpg
SMAN 3 Kota Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Di tempat yang sama, wali murid dari luar wilayah Bandung, Firman Hidayat turut membenarkan mengenai anaknya yang belum bisa mendaftar ke Sekolah Maung SMAN 3 Bandung karena belum mendapatkan akun.

Firman sendiri memiliki KTP Jawa Barat, sementara anaknya bersekolah SMP di Kendal, Jawa Tengah. Secara aturan, anaknya tetap bisa mengikuti seleksi Sekolah Maung di SMAN 3 Bandung.

"Tadi itu saya ada kebutuhan untuk pembuatan akun. Karena anak kami itu sekolahnya di luar Jawa Barat (Kendal, Jawa Tengah). Nah, kan kalau di luar Jawa Barat itu kan pembuatan akunnya harus di sekolah yang akan dituju," ujar Firman.

"Jadi kami coba datang ke sini namun ternyata belum bisa. Karena dari disdiknya belum didistribusikan. Belum seperti itu," ucapnya.

Di sisi lain, Firman merasa khawatir anaknya tidak bisa mengikuti seleksi karena akun pendaftaran yang belum didapatkannya sementara waktu seleksi cukup mepet.

"Pembukaan tanggal 25 sampai tanggal dua kan verifikasi berkas dan seterusnya. Jadi, harpakan untuk akun ini bisa segera di distribusikan dengan cepat lah. Apalagi anak kami SMP itu dari luar Jawa Barat mau masuk ke Jawa Barat. Cuman kami domisili Jawa Barat," tuturnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More