Pemprov Jabar dan PT DI Sepakat Jadikan BIJB Pusat Dirgantara

- PT Dirgantara Indonesia dan PT BIJB menandatangani nota kesepahaman menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat industri kedirgantaraan nasional dengan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
- Kawasan Kertajati seluas 180 hektare akan dikembangkan mencakup fasilitas MRO, manufaktur pesawat, flight test center, dan industri drone untuk memperkuat rantai pasok serta menarik investasi global.
- Pengembangan ini diharapkan mengubah Kertajati menjadi motor ekonomi Kawasan Rebana, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat posisi Jawa Barat dalam industri teknologi tinggi nasional.
Bandung, IDN Times - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) telah resmi meneken nota kesepahaman untuk menjadi Bandara Kertajati menjadi pusat industri kedirgantaraan nasional. Pemerintah provinsi pun mengincar investasi dari dalam dan luar negeri masuk ke Majalengka.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat yang juga Komisaris PT BIJB, Dedi Taufik mengatakan, kerja sama PTDI dan BIJB menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem industri dirgantara di Jawa Barat.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan implementasi arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mendorong optimalisasi aset strategis daerah agar mampu menciptakan investasi baru dan lapangan kerja.
"Dukungan dan arahan Bapak Gubernur Dedi Mulyadi sangat jelas, yakni menjadikan Kertajati sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru Jawa Barat. Karena itu, kami terus mengakselerasi berbagai kerja sama strategis agar kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai bandara, tetapi juga berkembang menjadi pusat investasi industri berteknologi tinggi," katanya, Kamis (16/7/2026).
1. Fasilitas kedirgantaraan dihadirkan di BIJB Kertajati

Dedi menambahkan, Kertajati juga diproyeksikan menjadi mercusuar pembangunan Kawasan Rebana, kawasan yang dipersiapkan sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat bagian timur.
Kehadiran industri dirgantara diyakini akan memicu tumbuhnya sektor manufaktur maju, logistik, pendidikan vokasi, hingga industri pendukung lainnya sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan oleh kabupaten dan kota di kawasan Rebana.
Dedi menjelaskan, nota kesepahaman antara PTDI dan BIJB membuka peluang pengembangan kawasan dirgantara yang mencakup fasilitas MRO, manufaktur pesawat, flight test center, hingga pengembangan industri pesawat tanpa awak (drone).
2. Kawasan yang akan dikembangkan mencapai 180 hektare

Menurutnya, pengembangan tersebut akan memperkuat rantai pasok industri kedirgantaraan nasional sekaligus menarik investor dari dalam maupun luar negeri. Kawasan pengembangan yang disiapkan mencapai sekitar 180 hektare.
Adapun kawasan itu didukung konektivitas yang terintegrasi melalui Jalan Tol Cisumdawu, Bandara Kertajati, serta akses menuju Pelabuhan Patimban sehingga memiliki daya saing tinggi sebagai lokasi investasi.
"Dengan kawasan pengembangan sekitar 180 hektare yang didukung konektivitas Tol Cisumdawu dan Pelabuhan Patimban, Kertajati siap menjadi magnet investasi dirgantara nasional. Kami optimistis investasi baru akan mendorong lahirnya lapangan kerja," kata dia.
"Sekaligus memperkuat rantai pasok global, sekaligus menjadikan Jawa Barat sebagai pusat industri teknologi tinggi di Indonesia. Pada saat yang sama, Kertajati akan menjadi mercusuar bagi Kawasan Rebana, menggerakkan pertumbuhan ekonomi wilayah dan menarik investasi strategis dalam skala yang lebih besar," tutur Dedi.
3. Pemerintah pusat terus berupaya agar BIJB Kertajati turut memberikan dampak

Melalui pengembangan tersebut, Kertajati diharapkan tidak lagi hanya mengandalkan sektor penerbangan, tetapi tumbuh sebagai kawasan industri dirgantara yang mampu meningkatkan daya saing Jawa Barat.
Lebih jauh, kawasan ini diproyeksikan menjadi simpul utama investasi dan inovasi yang mengakselerasi transformasi Kawasan Rebana sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri kedirgantaraan regional.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pengembangan Kertajati menjadi salah satu agenda prioritas sejak kementeriannya dibentuk. Pemerintah ingin menghadirkan solusi jangka panjang agar kawasan tersebut mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
"Salah satu yang menjadi agenda prioritas di awal terbentuknya Kemenko ini adalah bagaimana kita bisa menghadirkan solusi yang baik untuk Kertajati," kata AHY.
Menurut AHY, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema pengembangan, mulai dari kerja sama BIJB dengan GMF untuk fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO) hingga menjadikan Kertajati sebagai kawasan industri dirgantara.
Sementara itu, Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, mengatakan perusahaan akan memindahkan aktivitas flight test ke Kertajati mulai Agustus 2026. Hal itu akan dilakukan sebagai tahap awal pengembangan kawasan industri dirgantara. Setelah pemindahan flight test, PTDI disebut akan melanjutkan pengembangan fasilitas MRO di Kertajati sebelum secara bertahap memindahkan lini produksi pesawat ke kawasan tersebut.


















