Pemprov Jabar Buka Kanal Aduan Warga Terdampak Konflik Timur Tengah

- Pemprov Jawa Barat memantau kondisi warganya di Timur Tengah akibat meningkatnya konflik, dengan perhatian khusus dari Gubernur Dedi Mulyadi terhadap keselamatan mereka.
- Diskominfo Jabar membuka hotline 0821-2603-0038 sebagai kanal aduan bagi warga yang terdampak untuk melaporkan kondisi dan kebutuhan mereka secara langsung.
- Data jumlah warga Jabar di kawasan tersebut masih diperbarui karena tersebar di berbagai negara seperti Iran, Kuwait, Yaman, serta mencakup pekerja, mahasiswa, dan jemaah umrah.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah melakukan monitoring terhadap warga yang kini berada di Timur Tengah setelah meningkatnya eskalasi konflik selama beberapa hari kemarin. Data jumlah warga terdampak pun masih belum diketahui karena menunggu pemerintah pusat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Adi Komar, mengatakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberi perhatian khusus terhadap kondisi warga Jabar di sejumlah negara Timur Tengah.
"Yang ada di Timur Tengah sekarang sedang menjadi perhatian pemerintah. Khususnya Jawa Barat, Pak Gubernur juga concern terhadap hal itu, fokus terhadap keselamatan warga Jawa Barat yang ada di sana," ujarnya saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (3/3/2026).
1. Warga bisa sampaikan kondisi terkini di Timur Tengah

Menurut Adi, untuk tahap awal Pemprov Jabar menyiapkan hotline sebagai kanal komunikasi bagi warga yang ingin melaporkan kondisi terkini.
Laporan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti oleh Pemprov Jabar bersama instansi terkait, termasuk jika perlu dikoordinasikan hingga tingkat pusat.
"Untuk sementara disiapkan kanal aduan melalui hotline yang kami siapkan. Warga Jawa Barat yang ada di Timur Tengah bisa menyampaikan kondisinya, apa yang diperlukan. Nanti akan kami tindak lanjuti," kata Adi.
2. Warga Jabar tersebar di berbagai kota

Dia menjelaskan, hotline tersebut dikelola oleh Diskominfo Jabar dengan nomor 0821-2603-0038. Terkait jumlah warga Jabar yang berada di kawasan tersebut, Adi memastikan data masih terus diperbarui.
Komunikasi dengan warga di sejumlah negara Timur Tengah masih dilakukan secara bertahap karena tersebar di berbagai kota dan negara.
"Jumlah masih terus update. Tantangannya, warga Jawa Barat di sana tersebar di beberapa kota dan negara," tutur Adi.
3. Warga Jabar di Timur Tengah banyak dari golongan pekerja dan mahasiswa

Adi menambahkan, warga Jabar yang berada di Timur Tengah tersebar di sejumlah negara, mulai dari Iran, Kuwait, Yaman, dan negara sekitarnya.
Status mereka pun beragam, mulai dari pekerja, mahasiswa, hingga warga yang sedang menjalani ibadah umrah dan tertahan akibat situasi yang berkembang.
"Bervariasi, ada yang bekerja, ada mahasiswa, ada juga yang sedang perjalanan umrah dan tertahan. Beberapa sudah menginformasikan kondisinya kepada kami," kata Adi.


















