Mahasiswi ITB Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos

Bandung, IDN Times - Seorang mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB) berinisial KT (21) meninggal dunia di kamar kosannya di daerah Coblong, Kota Bandung. Dia diduga meninggal dunia karena sakit.
Pengelola kamar kosan, Yani, membenarkan mengenai meninggaknya KT. Menurutnya, selama ini yang bersangkutan memang sudah menderita penyakit kulit sejak lama. Bahkan sang ibu pun sudah menitipkan yang bersangkutan termasuk dengan obat yang harus diminum KT.
"Jadi tadi pagi dicek diketuk tidak keluar disangka tidak ada orang di dalam kamar. Tapi pas dicoba dibuka kamarnya memang tidak dikunci dan penjaga melihat kondisinya sudah tergeletak," kata Yani ditemui di tempat, Selasa (1/10/2024).
1. Sudah sempat pindah kamar

Dia menuturkan, karena penyakitnya ini KT sudah sempat dipindah ke kamar yang sirkulasi udaranya lebih baik. Namun, memang kondisi yang bersangkutan memang sudah lama dan sering mendapatkan perawatan termasuk oleh ibunya.
Menurutnya, mahasiswi tersebut pun selama ini terlihat canggung untuk berbincang bersama teman kosan yang lain karena ruam kulit yang dideritanya.
"Jadi agak tertutup gitu. Saya kalau sapa juga jadi seperlunya karena ga enak sama dia," ungkap Yani.
2. Kondisi korban sudah agak membiru

Menurutnya, ketika korban ditemukan penghuni kos lainnya masih belum berani menyentuh korban. Yani kemudian memanggil perwakilan RT untuk memeriksa yang bersangkutan.
Dari pemeriksaan sementara memang terlihat korban tidak bergerak ketika ditemukan. Karena tak mau mengambil risiko maka pihak RT pun langsung menghubungi aparat kepolisian.
"Jadi sudah di cek sebentar dan melihat kondisinya, RT langsung hubungi polisi," kata dia.
3. Orang tua sudah tahu kondisi korban

Atas kejadian ini, Yani pun sudah menghubungi sang ibu agar bisa segera datang ke Bandung. Ibu KT yang mengetahui kejadian ini akan segera datang ke Bandung dari Jakarta menggunakan kereta cepat.
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Humas ITB Naomi Haswanto membenarkan kejadian tersebut. "Berita itu benar, tapi sampai saat ini kami masih mencari tahu penyebabnya," kata dia.



















