Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kecelakaan di Jabar Turun 76 Persen Selama Musim Lebaran 2026

Kecelakaan di Jabar Turun 76 Persen Selama Musim Lebaran 2026
Arus mudik dan balik di Kota Semarang terpantau lancar dan kondusif hingga H+4 Lebaran 2026. (dok. Dishub Kota Semarang)
Intinya Sih
  • Angka kecelakaan di Jawa Barat selama Lebaran 2026 turun 76 persen dibanding tahun sebelumnya, dari 383 menjadi 93 kejadian, menunjukkan efektivitas pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
  • Korban meninggal dunia menurun drastis dari 121 menjadi 13 orang, sementara kerugian materiil berkurang hingga Rp311 juta; kepolisian mengimbau masyarakat tetap utamakan keselamatan berkendara.
  • Sebanyak 1,6 juta kendaraan melintasi Jabar saat arus mudik Lebaran 2026 dengan puncak 270 ribu unit; Operasi Ketupat dinilai sukses menekan pelanggaran dan gangguan keamanan secara signifikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat menyebut angka kecelakaan lalu lintas selama musim mudik Lebaran 2026 mengalami penurunan sebesar 76 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono mencatat jumlah kecelakaan pada periode Lebaran 2025 tercatat sebanyak 383 kejadian, sementara pada 2026 turun menjadi 93 kejadian.

“Penurunan angka kecelakaan hingga 76 persen ini menunjukkan upaya pengamanan dan pengaturan lalu lintas berjalan efektif,” kata Raydian melalui siaran pers diterima IDN Times, Jumat (3/4/2026).

1. Kerugian materil capai Rp311 juta

ilustrasi kecelakaan mobil
ilustrasi kecelakaan mobil (freepik.com/fxquadro)

Raydian menyebut angka korban meninggal dunia juga menurun drastis dari 121 orang pada 2025 menjadi 13 orang pada 2026 atau turun 89 persen. Ia menambahkan korban luka berat turut mengalami penurunan dari 63 orang menjadi 34 orang, sedangkan korban luka ringan turun dari 483 orang menjadi 131 orang.

“Kerugian materiil akibat kecelakaan juga menurun dari Rp695,7 juta pada 2025 menjadi Rp311,6 juta pada 2026 atau berkurang sekitar 55 persen,” kata dia.

2. Imbau pengemudi tetap utamakan keselamatan

kecelakaan motor
ilustrasi kecelakaan motor (unsplash.com/Mehmet Talha Onuk)

Raydian pun menyebut bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara kepolisian, instansi terkait, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berkendara.

“Ini merupakan hasil kolaborasi semua pihak. Kami terus mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan,” katanya.

Meski demikian, lanjut dia, beberapa wilayah seperti Bogor, Karawang, dan Subang masih mencatat angka kecelakaan yang relatif tinggi, meskipun secara keseluruhan tren di Jawa Barat menunjukkan penurunan signifikan.

3. Ada 1,6 juta kendaraan lintasi Jabar

IMG-20260319-WA0027.jpg
Suasana pemudik di Jalur Nagreg Kabupaten Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sebanyak 1,6 juta kendaraan tercatat melintasi wilayah Jawa Barat selama periode arus mudik Lebaran 2026. Pada puncaknya, jumlah kendaraan yang melintas mencapai sekitar 270 ribu unit. Hal tersebut disampaikan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan.

Rudi mengungkapkan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Jawa Barat menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan rekapitulasi data periode 13-19 Maret 2026, berbagai indikator utama, mulai dari gangguan kamtibmas, kecelakaan lalu lintas, hingga kepadatan arus kendaraan mengalami perbaikan yang signifikan.

"Optimalisasi rekayasa lalu lintas turut berkontribusi terhadap kelancaran arus mudik. Tercatat, penerapan contra flow dilakukan sebanyak 22 kali dan pengalihan arus sebanyak 60 kali, ditambah sistem one way baik nasional maupun lokal," kata Rudi.

"Puncak arus mudik 2026 tercatat mencapai 270.315 kendaraan, meningkat 4,62 persen dibandingkan tahun 2025. Total volume kendaraan keluar Jakarta mencapai 1.692.528 kendaraan atau 48 persen dari total proyeksi," ungkapnya.

Selain itu, sejumlah gangguan kamtibmas juga mengalami penurunan signifikan. Pelanggaran tercatat turun drastis hingga 99,18 persen, sementara gangguan keamanan menurun sebesar 94,71 persen. Meski demikian, angka kejahatan mengalami kenaikan sebesar 35,11 persen, namun secara umum situasi dinilai tetap terkendali.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More