Jenazah Prajurit TNI Asal Cimahi Gugur di Lebanon Sudah Dievakuasi

- Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI asal Cimahi yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon, gugur akibat ledakan saat menjalankan misi pengawalan UNIFIL.
- Pihak keluarga memastikan jenazah Kapten Zulmi telah dievakuasi ke rumah sakit di Lebanon dan masih menunggu kepastian jadwal pemulangan ke Indonesia melalui rute penerbangan Beirut–Jakarta–Cimahi.
- Mabes TNI menyebut total tiga prajurit gugur dan dua lainnya luka dalam insiden tersebut, dengan seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit St. George Beirut untuk penanganan medis.
Bandung, IDN Times - Proses pemulangan jenazah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar anggota TNI sekaligus pasukan perdamaian PBB asal Cimahi yang gugur di Lebanon masih berjalan. Pihak keluarga memastikan jenazah mendiang kini sudah dievakuasi.
Kediaman Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar berada di Jalan Cikendal Nomor 40, Kampung Cikendal RT 01 RW 04 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Sejumlah karangan bunga pun berjejer menyampaikan pesan duka cita.
Risman Efendi, perwakilan keluarga mengatakan bahwa saat ini keluarga masih menunggu kedatangan jenazah dari Lebanon. Dia memastikan masih belum ada laporan terbaru mengenai kapan jenazah datang.
"Masih tetap menunggu dari komandan, update-nya sama kemarin, Mudah-mudahan sehari dua hari ini bisa tiba di tanah air, agar almarhum segera dipulangkan," kata Risman, Rabu (1/4/2026).
1. Waktu penerbangan masih belum diketahui

Kapten Zulmi dinyatakan gugur di Lebanon pada Senin (30/3/2026), dan saat ini keluarga memastikan jenazah telah dilakukan proses evakuasi ke rumah sakit yang berada di negara tersebut. Namun, untuk waktu pemulangan masih belum ada informasi pasti.
"Proses masih berjalan, kemarin sudah dievakuasi, ke rumah sakit di Lebanonya, menunggu proses selanjutnya," ucapnya.
Adapun jenazah rencananya akan dikirim dengan rute penerbangan Libanon ke Jakarta, kemudian dibawa ke rumah di Cimahi.
"Belum kita tahu, yang jelas kita menunggu penerbangan jalurnya, kemarin katanya dari Lebanon ke Jakarta dulu, Jakarta ke rumahnya, baru ke pemakaman," katanya.
2. Mabes membenarkan para prajurit sudah dievakuasi

Sebelumnya, Mabes TNI membenarkan ada dua prajurit lain yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Mereka gugur ketika sedang bertugas mengawal operasional UNIFIL di Lebanon. Total dalam kurun waktu 24 jam, sudah ada tiga prajurit TNI yang gugur saat bertugas di UNIFIL.
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, mengatakan, dua prajurit yang gugur atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan. Zulmi diketahui sehari-hari bertugas di Grup 2 Kopassus. Sedangkan, Ichwan berasal dari Kesdam IX Udayana. Selain itu, ada pula dua prajurit TNI yang mengalami luka.
"Mereka yang luka atas nama Letnan Satu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto," ujar Aulia kepada IDN Times melalui pesan pendek pada Selasa (31/3/2026).
Kedua prajurit yang luka dan gugur sudah dievakuasi ke Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon untuk diberi penanganan medis.
3. Prajurit meninggal eskalasi konflik di Timur Tengah

Aulia mengungkap kronologi peristiwa yang terjadi pada Senin kemarin. Dia mengatakan, insiden itu terjadi pada saat tim escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung di dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).
"Pengawalan itu dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIl United Nations Post (UNP) 7-2 menuju ke Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi," kata jenderal bintang dua itu.
"Di mana ketika itu terjadi ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan dua prajurit yang gugur," kata dia.
Sementara, Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian (United Nations Peacekeeping), Jean-Pierre Lacroix, mengatakan, peristiwa ledakan terjadi di dekat Bani Hayyan. Menurut penjelasan UNIFIL, kendaraan mereka hancur akibat ledakan yang belum diketahui sumbernya.


















