Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jangan Sampai Ada Hewan Mati Lagi karena Penyakit di Bandung Zoo

Jangan Sampai Ada Hewan Mati Lagi karena Penyakit di Bandung Zoo
Harimau Benggala Huru dan Hara meninggal di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). Dok Diskominfo
Intinya Sih
  • Ono Surono menegaskan penyelamatan satwa di Bandung Zoo harus jadi prioritas utama setelah kematian dua anak harimau Benggala akibat konflik pengelolaan dan kurangnya perhatian pemerintah.
  • Operasional Bandung Zoo dinilai belum membaik pasca pengambilalihan pemerintah pusat, dengan koordinasi lemah serta nasib ratusan karyawan yang masih tidak pasti terkait status dan penghasilan.
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegur Wali Kota Bandung dan berjanji turun tangan langsung menangani masalah teknis, termasuk logistik pakan satwa agar kejadian serupa tak terulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono menegaskan, penyelamatan satwa harus menjadi prioritas utama di tengah persoalan yang terjadi dalam pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).

Ono mendorong pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret usai kematian dua harimau Benggala berusia dua bulan bernama Huru dan Hara.

"Kita semua harus memastikan hewan-hewan di Bandung Zoo mendapatkan perawatan yang layak," kata Ono di Bandung, Senin (30/3/2026).

1. Keselamatan hewan harus diutamakan

WhatsApp Image 2026-03-26 at 2.20.11 PM.jpeg
Harimau Benggala Huru dan Hara meninggal di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). Dok Diskominfo

Menurutnya, sejak awal pihaknya telah mengusulkan pemindahan satwa ke kebun binatang lain, seperti Ragunan atau Surabaya, guna menjamin keselamatan hewan. Namun, ia menyebut komunikasi antar-pimpinan daerah belum diikuti langkah konkret di lapangan.

"Kematian kedua anak harimau ini bukan sekadar insiden biasa, tetapi sudah diprediksi jauh-jauh hari lantaran konflik pengelolaan Bandung Zoo yang berlarut-larut dan tidak adanya kepedulian dari pemerintah baik pusat maupun daerah,” katanya.

Ia menambahkan, meski kini pakan telah disiapkan oleh kementerian, proses pembayaran yang kerap terlambat membuat operasional di lapangan terganggu.

“Jika pemerintah belum siap, maka kami juga siap membantu,” katanya.

2. Pemkot Bandung belum optimal urus Bandung Zoo

IMG_20251226_131524_1.jpg
Kunjungan masyarakat ke Bandung Zoo saat libur Nataru. IDN Times/Debbie Sutrisno

Ono menilai pasca pengambilalihan oleh pemerintah pusat, operasional Bandung Zoo belum menunjukkan perbaikan signifikan, termasuk belum adanya koordinasi dan standar operasional yang jelas. Ia juga menyoroti nasib ratusan karyawan yang hingga kini bekerja dalam ketidakpastian status dan penghasilan.

“Ini urusan kemanusiaan dan kesejahteraan. Pemerintah harus hadir agar para karyawan bisa bekerja dengan tenang,” ujarnya.

3. Dapat tegur Gubernur Jabar

IMG_20250912_092614.jpg
Pegawai Bandung Zoo ingin tempat ini segera dibuka. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut memberikan teguran terhadap Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan setelah dua anak harimau Bandung Zoo berusia delapan bulan mati terinfeksi virus ganas, Feline Panleukopenia Virus (FPV).

Dedi memastikan akan turun tangan langsung menyelesaikan persoalan-persoalan di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo tersebut. Dia menyampaikan bahwa Pemprov Jabar selama ini tidak mau ikut campur soal permasalahan Kebun Binatang Bandung karena menjadi kewenangan dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

"Saya selama ini tidak mengikuti secara teknis karena kewenangannya kan ada di wali kota. Selama ini saya membatasi untuk tidak terlalu masuk ke wilayah-wilayah yang itu menjadi otoritasnya," kata Dedi.

Namun, setelah adanya kematian anak Harimau Benggala, Dedi menjelaskan akan turun tangan menangani teknisnya. Seperti logistik pakan para satwa, karena hal tersebut sangat penting untuk keberlangsungan hidup hewan.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More