Hari ke Empat Keracunan MBG di Cipongkor, Korban Masih Berdatangan

Korban keracunan makanan MBG di Cipongkor terus bertambah, termasuk seorang guru yang mengalami keluhan mual dan nyeri ulu hati setelah menyantap makanan tersebut.
Petugas di posko penanganan mulai melakukan pendataan dan pengobatan langsung terhadap para korban, dengan jumlah korban yang dirawat mencapai delapan orang.
Koordinator lapangan tingkat kecamatan posko, Sandi Novrian, menyatakan bahwa total jumlah korban keracunan dari Rabu hingga hari ini mencapai 730 orang.
Bandung, IDN Times - Penanganan korban keracunan makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor memasuki hari ke empat. Sejumlah pelajar pun masih berdatangan karena mengalami mual dan pusing setelah menyantap makanan MBG pada Rabu (24/9/2025).
Bahkan, kini korbannya tidak hanya pelajar, seorang guru pun mengalami keluhan mual dan juga nyeri ulu hati, hingga akhirnya di bawa ke Posko penanganan MBG di Kantor Kecamatan Cipongkor.
Berdasarkan pantauan IDN Times di lokasi, korban berdatangan sejak pukul 07:00 WIB. Hingga pukul 11:00 WIB korban pun masih berdatangan dengan dijemput mobil ambulans. Petugas yang ada di dalam posko penanganan pun mulai melakukan pendataan dan pengobatan langsung terhadap para korban.
Salah seorang guru di MTS Syarif Hidayatulloh, Cep Lucky Andalusi pun mendapatkan penanganan dari petugas karena mengalami sakit ulu hati serta gejala lainnya setelah menyantap MBG dari SPPGSPPG pada Rabu kemarin.
"Kemarin mual pusing dan mual di ulu hati tidak muntah. Akhirnya ke sini, kemarin. Sekolah suami dapat MBG sudah sekitar 1,5 bulan. Dari kemarin sudah ngeluh pusing," ujar Nurul Kholipah istri dari Lucky saat diwawancarai di lokasi.
Lucky mencoba makanan MBG karena untuk mengecek keamanan para murid. Namun, ternyata justru ia ikut terkena keracunan. Nurul sendiri merupakan guru MA Syarif Hidayatulloh, yang juga ikut mendapatkan MBG.
"Saya juga makan, di sekolah saya 80 persen (siswa) kena keracunan. Jadi sekolah Syarif Hidayatulloh kan ada jenjang PAUD-MA. Saya Alhamdulillah (selamat). Agak pusing, sih, dan sudah kasih obat jad ditahan saja," katanya.
Atas kondisi ini, Nurul berharap agar pemerintah menghentikan sementara program MBG dan melakukan evaluasi secara menyeluruh, karena dia merasa banyak siswa-siswi yang turut trauma dari peristiwa ini.
"Sepakat diberhentikan terlebih dahulu. Itu kan dari daging dan gak nyangka kita kena. Dari orangtua juga minta diberhentikan saja. Kebanyakan orang minta ganti program dengan uang, atau program yang lain," kata dia.
Berdasarkan data yang dihimpun IDN Times di Posko Penanganan MBG Cipongkor, total korban dari Rabu kemarin hingga Kamis hari ini ada sebanyak 680 orang yang terdiri dari pelajar hingga guru.

















