Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Haji Jabar Dipastikan Terbang di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

Haji Jabar Dipastikan Terbang di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
Jemaah haji berdoa di Masjid Nabawi, Madinah (IDN Times/Sunariyah)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Calon jemaah haji asal Jawa Barat tahun 2026 dipastikan tetap berangkat meski konflik Timur Tengah meningkat, namun rute penerbangan masih menunggu keputusan pemerintah.
  • HIMPUH Jabar menyebut ada dua opsi rute utama, yakni jalur langsung lewat Yaman yang efisien tapi rawan konflik, atau memutar lewat Afrika Timur yang lebih aman namun lebih mahal.
  • Pemerintah menyiapkan tiga skenario mitigasi: tetap berangkat dengan rute aman, menunda keberangkatan jika situasi memburuk, atau menghentikan total bila Arab Saudi menutup operasional haji.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Calon jemaah haji asal Jawa Barat di tahun 2026 dipastikan akan tetap berangkat ke tanah suci. Hanya saja, rute penerbangan sampai saat ini masih belum diputuskan karena adanya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Kabar ini disampaikan Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Jawa Barat. Mereka memastikan untuk waktu keberangkatan dipastikan akan tetap dilakukan, namun masih ada dua skema pemberangkatan yang belum diputuskan pemerintah.

Opsi pertama yaitu rute jalur langsung melintasi kawasan Yaman. Jalur tersebut dianggap paling efisien karena lurus dari Asia Tenggara menuju Arab Saudi. Hanya saja, kondisi geopolitik di kawasan tersebut membuat jalur tersebut tetap perlu diwaspadai.

"Jalur lewat Yaman itu sebenarnya paling ideal dan hemat. Umrah juga masih banyak yang lewat sana dan berjalan lancar, tapi tetap ada kewaspadaan karena dinamika konflik," kata Ketua Koordinator Wilayah HIMPUH Jawa Barat, Dodi Sudrajat, Selasa (7/4/2026).

1. Ada beberapa skenario yang nantinya diterapkan pemerintah

WhatsApp Image 2025-06-14 at 19.29.23.jpeg
Jemaah haji saa melaksanakan tawaf sunah usai puncak haji di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (13/6/2025). (Media Center Haji 2025/Rochmanudin)

Kemudian ada juga alternatif dengan memutar melalui Afrika Timur, guna menghindari potensi gangguan di kawasan konflik. Meski lebih aman, opsi ini berdampak pada penambahan jarak tempuh dan biaya perjalanan.

"Kalau lewat Afrika, memang lebih aman dari sisi konflik, tapi konsekuensinya ada tambahan waktu sekitar satu sampai dua jam lebih lama," ucapnya.

Adapun opsi ketiga, pembatalan keberangkatan. Dodi menyebut pembatalan bukan menjadi opsi utama karena berpotensi menimbulkan kerugian, termasuk kemungkinan pengembalian dana yang tidak penuh dari pihak Arab Saudi serta dampak terhadap kuota haji.

"Kalau dibatalkan, risikonya besar, termasuk refund yang belum tentu penuh dan potensi mundurnya jadwal keberangkatan," katanya.

2. Jemaah haji tetap diterbangkan

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Irfan Yusuf cek makanan untuk jemaah haji 2026
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Irfan Yusuf cek makanan untuk jemaah haji 2026. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sementara itu Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Barat turut menyiapkan skenario terburuk untuk keberangkatan jemaah haji pada tahun 2026. Kepala Kanwil Kemenhaj Jabar, Boy Hari Novian mengatakan, sampai saat ini pemerintah tidak hanya fokus pada kesiapan teknis, tetapi juga skenario darurat jika kondisi kawasan memburuk.

Menurutnya, jemaah akan tetap diberangkatkan secara normal meskipun eskalasi Konflik di Timur Tengah memanas melalui rute lainnya. Namun, harus tetap menunggu keputusan dari Arab Saudi.

"Arab Saudi tetap membuka atau tetap melaksanakan operasional haji di tahun 2026, maka Pemerintah Indonesia mengirimkan jemaah dengan meminta agar maskapai memilih rute yang aman bagi keselamatan penumpang,” ujar Boy, Selasa (31/3/2026).

Kendati begitu, pemerintah juga menyiapkan opsi lebih ketat jika situasi keamanan dinilai membahayakan. Penundaan keberangkatan pun disiapkan meskipun operasional haji tetap berlangsung di Arab Saudi.

"Mitigasi kedua adalah, walaupun Pemerintah Arab Saudi tetap melaksanakan operasional, namun mengingat keselamatan jemaah Indonesia, maka Pemerintah Indonesia jika esekalasinya terus memanas, menunda keberangkatan operasional haji di tahun ini," tuturnya.

3. Berbagai skenario sudah dipersiapkan

WhatsApp Image 2025-06-09 at 09.21.24.jpeg
Tenda-tenda jemaah haji di Mina, Arab Saudi. (Media Center Haji 2025/Rochmanudin)

Skenario terakhir merupakan langkah paling ekstrem, yakni penghentian total keberangkatan jemaah Indonesia apabila Arab Saudi memutuskan tidak menyelenggarakan ibadah haji tahun ini.

"Mitigasi ketiga adalah ketika Arab Saudi memutuskan untuk tidak melaksanakan atau menutup operasional haji di tahun ini, maka Pemerintah Indonesia juga akan tidak memberangkatkan jemaah dikarenakan Arab Saudi tidak melakukan atau tidak mengadakan operasional haji di tahun 2026 ini," ujarnya.

Meski di tengah berbagai kemungkinan tersebut, kesiapan teknis penyelenggaraan haji di Jawa Barat kata dia, sudah hampir matang. Persiapan di dalam negeri hingga di Arab Saudi telah mencapai tahap akhir.

"Untuk pelayanan, kami pastikan tetap maksimal karena persiapan di tanah air maupun di Arab Saudi semua sudah 99 persen rampung. Jadi kami tinggal melaksanakan kegiatan operasional haji," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More