Forum Udara Warga Dorong Partisipasi Publik dalam Atasi Polusi

- Forum Udara Warga di Tebet Eco Park menyoroti pentingnya partisipasi publik dalam mengatasi polusi udara melalui berbagi pengalaman dan inisiatif lingkungan dari berbagai komunitas.
- Pemerintah DKI Jakarta mengapresiasi peran komunitas yang dinilai memperkuat kebijakan udara bersih serta mendorong kolaborasi lintas pihak untuk pengendalian pencemaran udara.
- Peluncuran kembali platform Jakarta Rendah Emisi (JRE) menjadi langkah menjaga komunikasi dan kolaborasi berkelanjutan antara warga, komunitas, dan pemerintah terkait isu kualitas udara.
Bandung, IDN Times - Upaya mengatasi polusi udara tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk mendorong perubahan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Kesadaran tersebut menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam Forum Udara Warga bertajuk "Udara Kita, Suara Kita" yang mempertemukan berbagai komunitas untuk berdiskusi mengenai kualitas udara dan inisiatif lingkungan yang berkembang di masyarakat.
Forum yang digelar di Tebet Eco Park itu menghadirkan warga dari berbagai wilayah untuk berbagi pengalaman dalam menghadapi persoalan polusi udara. Beragam praktik baik yang telah dilakukan di tingkat komunitas juga menjadi bahan diskusi selama kegiatan berlangsung.
Acara tersebut diinisiasi oleh Katadata Green bersama Breathe Cities Jakarta sebagai bagian dari kampanye yang menempatkan udara bersih sebagai hak kesehatan masyarakat. Forum ini juga menjadi ruang kolaborasi antara warga, komunitas, dan pemerintah dalam mencari solusi terhadap tantangan kualitas udara.
1. Warga berbagi pengalaman menghadapi polusi udara

Forum dibuka dengan sesi berbagi pengalaman dari sejumlah penggerak komunitas yang selama ini aktif menjalankan program lingkungan di wilayah masing-masing. Mereka berasal dari berbagai kawasan dan membawa cerita mengenai upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak pencemaran udara.
Berbagai inisiatif yang dibagikan antara lain pengelolaan bank sampah, pengembangan kebun komunitas, transisi energi rumah tangga, hingga advokasi ruang terbuka hijau. Seluruh program tersebut lahir dari kebutuhan masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.
Penggerak masyarakat dan penyuluh kesehatan dari Kebayoran Lama Selatan, Ajie, menilai forum semacam ini penting karena memberikan kesempatan bagi warga untuk belajar dari pengalaman komunitas lain yang menghadapi persoalan serupa.
“Harapannya, nanti semakin banyak anak muda yang ikut terlibat," ujar Ajie, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Selasa (23/6/2026).
Menurut Ajie, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat gerakan masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan dan mendorong perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan.
2. Pemerintah nilai komunitas punya peran penting

Partisipasi masyarakat yang ditunjukkan melalui berbagai inisiatif komunitas mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Kehadiran warga dalam forum tersebut dinilai menunjukkan bahwa upaya perbaikan kualitas udara membutuhkan kolaborasi lintas pihak.
Kepala Sub-kelompok Pemantauan Kualitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Rahmawat, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan masyarakat secara mandiri. Menurutnya, langkah tersebut dapat memperkuat berbagai program yang telah disiapkan pemerintah.
“Apa yang komunitas lakukan ini bukan hanya melengkapi program pemerintah. Ini yang seharusnya menjadi fondasi kebijakan udara bersih kita ke depan," tutur Rahmawat.
Ia menambahkan bahwa dukungan terhadap gerakan masyarakat akan terus diperluas sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kolaboratif dalam pengendalian pencemaran udara.
3. Platform JRE disiapkan untuk menjaga kolaborasi

Selain menjadi ruang diskusi, forum tersebut juga menjadi momentum peluncuran kembali platform Jakarta Rendah Emisi (JRE). Platform ini dirancang sebagai wadah bagi masyarakat, organisasi masyarakat sipil, dan pemerintah untuk terus berkomunikasi mengenai isu kualitas udara.
Melalui platform tersebut, berbagai pihak dapat berbagi informasi, memantau perkembangan program, serta mendorong aksi lingkungan yang lebih terkoordinasi di tingkat lokal. Kehadiran JRE diharapkan membuat kolaborasi tidak berhenti setelah forum selesai dilaksanakan.
Indonesia Country Coordinator Vital Strategies sekaligus perwakilan Breathe Cities Jakarta, Imelda Maidir, mengatakan keberlanjutan dialog antarwarga menjadi hal penting dalam mendorong perubahan yang lebih nyata.
"Forum ini tidak boleh berhenti di sini. JRE adalah tempat kita melanjutkan percakapan ini setiap hari," ujar Imelda.
Menurut dia, ruang kolaborasi yang berkelanjutan dapat membantu memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus memperluas dampak berbagai inisiatif lingkungan yang telah tumbuh dari tingkat komunitas.


















