Comscore Tracker

Kemendag Tunggu RIPH untuk Impor 100 Ribu Ton Bawang Putih dari China

Kemendag harus cek neraca perdagangan

Bandung IDN Times - Rencana pemerintah untuk menurunkan harga bawang putih dengan mengimpor produk tersebut dari China nampaknya tidak bisa cepat. Sebab, saat ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun belum mendapatkan Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian (Kementan).

1. Kemendag belum tentu keluarkan izin impor

Kemendag Tunggu RIPH untuk Impor 100 Ribu Ton Bawang Putih dari ChinaIDN Times/Debbie Sutrisno

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, meski RIPH telah diajukan, Kemendag belum tentu mengeluarkan izin impor bawang putih. Sebab, pihaknya harus mengecek terlebih dahulu volume bawang putih di pasar maupun pergudangan.

"Tergantung. Saya juga kan harus jaga negara perdagangan. Kalau barangnya (bawang putih) masih banyak ngapain (impor)," ujar Enggar usai menggelar rapat koordinasi penyediaan pangan menjelang puasa dan Idul Fitri, Rabu (20/3).

2. Belum ada komunikasi untuk mengimpor bawang putih

Kemendag Tunggu RIPH untuk Impor 100 Ribu Ton Bawang Putih dari Chinaunsplash.com/team voyas

Meski Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, sudah memastikan perlu mengimpor bawang putih, tapi Enggar menyebut sejauh ini belum ada komunikasi secara langsung dari Darmin terkait keinginan tersebut.

Begitu juga Bulog yang belum menyampaikan bahwa mereka nantinya telah diberikan mandat untuk impor bawang putih. "Gak ada komunikasi. Tapi sekarang ya kita tunggu RIPH-nya aja dulu sesuai dengan administrasi," ujar Enggar.

Baca Juga: Mafia Bawang Putih Terancam 20 Tahun Penjara

Baca Juga: Polri Sita 300 Ton Bawang Putih, Bikin Harga di Pasaran Melonjak

3. Mendag sebut sudah ada importir yang menanam bawang putih

Kemendag Tunggu RIPH untuk Impor 100 Ribu Ton Bawang Putih dari Chinapixabay.com/Peggychoucair

Terkait informasi tidak adanya importir bawang putih yang enggan menanam bawang putih, Enggar menampiknya. Sebab berdasarkan data yang telah masuk dari Kementerian Pertanian, saat ini sudah ada sejumlah importir yang menanam bawang putih sesuai dengan aturan baru pemerintah.

Jika memang infromasi penanaman bawang ini tidak valid, maka kemendag akan meminta kementan untuk melakukan audit sehingga data yang disajikan sesuai dengan apa yang ada di lapangan.

"Kan (kementan) sudah keluarkan RIPH satu juta ton. Artinya lima persen dari itu kan sudah keluar. Saya terima yang itu dong," paparnya.

Baca Juga: 5 Manfaat Bawang Putih untuk Perawatan Kecantikan, Bikin Awet Muda!

Baca Juga: 5 Hal Ajaib yang Terjadi Pada Tubuh jika Makan Bawang Putih Tiap Hari

Topic:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya