Wisata Cirebon Bangkit, Perjalanan Wisnus Naik 35,94 Persen

- Secara bulanan, jumlah perjalanan wisnus tujuan Kota Cirebon pada November 2025 tercatat 254,11 ribu perjalanan. Angka ini meningkat 0,86 persen secara month to month (mtm) dibandingkan Oktober 2025.
- Berdasarkan daerah asal, wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kota Cirebon pada November 2025 didominasi dari Kabupaten Cirebon sebesar 52,35 persen.
Cirebon, IDN Times - Sektor pariwisata Kota Cirebon menunjukkan tren pemulihan yang kuat sepanjang 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Kota Cirebon pada periode Januari–November 2025 mencapai 2,77 juta perjalanan.
Angka ini melonjak 35,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebanyak 2 juta perjalanan. Plt Kepala BPS Kota Cirebon, Ujang Mauludin, mengatakan peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bagi geliat ekonomi lokal, khususnya sektor jasa, perdagangan, dan perhotelan.
“Kenaikan ini menunjukkan minat masyarakat untuk berwisata ke Cirebon semakin tinggi. Ini juga berdampak pada perputaran ekonomi di daerah,” ujar Ujang, Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, tren kenaikan ini tidak lepas dari membaiknya mobilitas masyarakat, promosi destinasi wisata, serta semakin variatifnya event dan atraksi yang ditawarkan Kota Cirebon sepanjang 2025.
1. November 2025 tembus 254 ribu perjalanan, tren terus menanjak

Secara bulanan, jumlah perjalanan wisnus tujuan Kota Cirebon pada November 2025 tercatat 254,11 ribu perjalanan. Angka ini meningkat 0,86 persen secara month to month (mtm) dibandingkan Oktober 2025, serta melonjak 25,87 persen secara year on year (yoy) dibandingkan November 2024.
Ujang menilai, kenaikan ini mengindikasikan adanya konsistensi minat wisatawan meski tidak sedang berada pada puncak musim liburan.
“Biasanya lonjakan signifikan terjadi saat libur panjang atau hari besar. Namun November tetap tumbuh, ini menunjukkan Cirebon mulai menjadi destinasi rutin, bukan hanya musiman,” katanya.
Ia menambahkan, pertumbuhan ini juga dipengaruhi oleh semakin mudahnya akses transportasi serta meningkatnya pilihan akomodasi dan kuliner di Kota Cirebon. Hal tersebut membuat kota ini kian menarik sebagai tujuan singgah maupun tujuan utama wisata.
2. Wisatawan didominasi warga sekitar, Indramayu dan Kuningan menyusul

Berdasarkan daerah asal, wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kota Cirebon pada November 2025 didominasi dari Kabupaten Cirebon sebesar 52,35 persen. Disusul wisatawan dari provinsi lain sebesar 16,53 persen, Kabupaten Indramayu 6,67 persen, Kabupaten Kuningan 5,29 persen, Kabupaten Majalengka 3,65 persen, dan Kota Bandung 3,03 persen.
Ujang menjelaskan, dominasi wisatawan dari wilayah sekitar menunjukkan kuatnya peran Cirebon sebagai pusat aktivitas ekonomi, budaya, dan jasa di wilayah Ciayumajakuning.
“Cirebon menjadi magnet bagi masyarakat sekitar untuk berbelanja, berwisata kuliner, hingga menghadiri kegiatan keluarga dan budaya,” katanya.
Meski demikian, ia melihat peluang besar untuk meningkatkan porsi wisatawan dari luar daerah. “Potensi wisata sejarah, religi, dan kuliner Cirebon sangat besar. Jika promosi diperkuat, kontribusi wisatawan dari provinsi lain bisa meningkat signifikan,” ujarnya.
3. Puncak April, terendah Maret: pola wisata 2025 yang fluktuatif

Secara kumulatif, perjalanan wisnus sepanjang Januari–November 2025 menunjukkan pola fluktuatif. Jumlah perjalanan tertinggi tercatat pada April 2025 sebanyak 297,74 ribu perjalanan, yang didorong oleh momentum Ramadan, Idulfitri, dan libur panjang. Sementara itu, jumlah perjalanan terendah terjadi pada Maret 2025 sebesar 222,34 ribu perjalanan.
Menurut Ujang, fluktuasi ini merupakan pola yang wajar dalam sektor pariwisata. “Biasanya bulan dengan hari besar keagamaan atau libur panjang akan melonjak. Sedangkan bulan-bulan tanpa momentum libur cenderung lebih rendah,” katanya.
Ia menekankan, tren kenaikan secara tahunan tetap menjadi indikator utama yang positif. Dengan pertumbuhan hampir 36 persen, sektor pariwisata dinilai semakin berperan sebagai penggerak ekonomi Kota Cirebon.
“Tantangannya ke depan adalah menjaga keberlanjutan, bukan hanya ramai sesaat. Kualitas destinasi, kebersihan, dan pelayanan harus terus ditingkatkan,” pungkas Ujang.

















