Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perang Amerika-Israel Vs Iran, Apa Dampaknya padaJabar?

Perang Amerika-Israel Vs Iran, Apa Dampaknya padaJabar?
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan dampak perang Amerika-Israel terhadap Iran, terutama potensi kenaikan harga minyak tanah dan aspal yang bisa memengaruhi proyek infrastruktur daerah.
  • Pemprov Jabar telah menuntaskan proyek infrastruktur senilai Rp629 miliar menggunakan skema tunda bayar, sebagai hasil percepatan pembangunan di tengah efisiensi anggaran ketat pada 2025.
  • Dedi menegaskan strategi percepatan belanja dan efisiensi, termasuk penerapan WFH serta pengurangan anggaran rutin dinas, berhasil menjaga produktivitas tinggi meski fiskal pusat sedang ketat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut membeberkan dampak perang Amerika-Israel kepada Iran terhadap infrastruktur di Jabar. Beberapa dampak yang akan terasa yaitu naiknya harga minyak tanah dan harga aspal.

Dedi mengatakan tahun lalu iamengambil keputusan untuk melakukan percepatan proyek infrastruktur di tengah efisiensi anggaran yang sangat tajam. Hasilnya, pada akhir tahun proyek infrastruktur senilai Rp629 miliar tuntas dikerjakan, meski memakai skema tunda bayar.

"Orang caci maki saya, kenapa Pemda Jabar jebol anggaran harus bayar tunggakan Rp629 miliar, saya senyum," katanya dalam keterangan, Selasa (10/3/2026).

1. Jabar beruntung sudah kebut lelang proyek

IMG-20250916-WA0029.jpg
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Setiap tutup buku APBD Jabar, kata Dedi, menyisakan sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) hingga Rp1,8 triliun, namun di era kepemimpinannya silpa 2025 lalu hanya disisakan Rp520.000. Penjelasan itu ia sampaikan guna menjawab pertanyaan mengapa mempercepat pembangunan infrastruktur pada Oktober 2025 lalu.

"Proyek-proyek saya kebut di bulan Oktober, saya tahu uangnya akan ada, saya tahu. Tapi saya bilang, proyeknya masukkin. Kamiakhirnya bisa belanja Rp629 miliar. Kalau berani waktu itu kamingutang Rp1 triliun, kita lebih untung," katanya.

2. Harga aspal akan naik

IMG-20250830-WA0062.jpg
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sebenarnya, kata Dedi, ia tidak pernah memprediksi adanya gejolak dari geopolitik yang berdampak pada kondisi perekonomian saat ini. Apalagi menurutnya pengaruh perang Iran melawan Amerika dan Israel bisa mendorong kenaikan harga, dipicu oleh kenaikan bahan bakar minyak.

"Harga aspal akan naik, minyak tanah akan naik, kenapa? Ada perang, mobilisasi BBM. Pemda Provinsi Jawa Barat hari ini untung. Untung kenapa, karena kami membayar pekerjaan yang harusnya dikerjakan tahun ini, dikerjakan tahun kemarin, dibayarnya tahun ini," kata dia.

Dia memastikan, langkah mempercepat belanja dan menggunakan skema tunda bayar pada 2025 bukan merupakan hasil dari meramal bahwa situasi ekonomi 2026 akan seperti ini. Menurutnya kebijakan seperti ini sudah pernah ia terapkan saat memimpin Purwakarta selama dua periode.

"Pemerintah harus mencoba berimprovisasi, dibuat jalan yang cepat, tidak berputar," katanya.

3. Pemprov Jabar tetap utamakan efisiensi

IMG-20250805-WA0038.jpg
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Proyek tunda bayar sebesar Rp629 miliar sendiri sudah dibayarkan oleh BPKAD Jabar sejak awal 2026 lalu. Dedi menambahkan, di tengah kebijakan fiskal pemerintah pusat yang ketat ke daerah dengan penundaan dana bagi hasil (DBH), Pemprov Jabar berupaya tetap memprioritaskan anggaran untuk kepentingan warga.

Dedi mengaku sudah paham bagaimana mengelola keuangan lewat efisiensi dan mengatur ritme kerja pegawai lewat kebijakan work from home (WFH). Dia juga melancarkan efisiensi lewat pengurangan anggaran-anggaran umum di masing-masing dinas namun tetap melahirkan produktivitas yang tinggi.

"Sehingga kebijakan WFH di Jawa Barat hari ini justru melahirkan produktivitas yang tinggi dan efisiennya belanja rutin pemerintah," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More