Ajang Inovasi BRICS 2026 Buka Peluang Talenta Teknologi

- Ajang BRICS Industrial Innovation Contest 2026 resmi dibuka di Jakarta sebagai wadah bagi inovator Indonesia untuk menunjukkan potensi dan memperkuat kolaborasi teknologi lintas negara.
- Kompetisi ini menyoroti empat sektor strategis masa depan—Artificial Intelligence, Green Industry, Low-Altitude Technology, dan Energy Electronics—yang dinilai penting bagi efisiensi dan keberlanjutan industri.
- Peserta berpeluang menuju tahap global di Xiamen, China, dengan akses ke jaringan industri internasional serta dukungan investasi untuk mendorong komersialisasi inovasi nasional.
Bandung, IDN Times - Ajang BRICS Industrial Innovation Contest 2026 – Indonesia Overseas Qualifier resmi dibuka dan dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei 2026 di Jakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang bagi inovator dalam negeri untuk menunjukkan potensi di tingkat global.
Kompetisi ini hadir sebagai bagian dari penguatan kemitraan BRICS dalam menghadapi era Revolusi Industri Baru. Selain itu, ajang ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan China di sektor teknologi dan industri.
Melalui inisiatif ini, berbagai proyek inovatif diharapkan dapat berkembang lebih jauh. Tidak hanya berhenti pada tahap ide, tetapi juga berpeluang masuk ke tahap komersialisasi dan implementasi industri.
Kehadiran kompetisi ini pun menjadi sinyal bahwa pengembangan teknologi berbasis inovasi semakin menjadi perhatian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

1. Momentum kolaborasi inovasi lintas negara

Ajang ini dinilai sebagai peluang strategis bagi inovator Indonesia untuk terhubung dengan ekosistem global. Kolaborasi lintas negara menjadi salah satu kunci dalam mempercepat perkembangan teknologi dan industri.
Selain membuka akses ke jaringan internasional, kompetisi ini juga memberikan kesempatan untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis. Hal ini dinilai penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga internasional dan industri, menjadi bagian penting dalam mendorong keberhasilan program ini.
"Ajang ini merupakan bagian dari inisiatif BRICS dalam mendorong inovasi lintas negara, khususnya pada sektor Artificial Intelligence, Green Industry, Low-Altitude Technology, dan Energy Electronics," ujar Ketua Dewan Pembina INTI Pusat, Teddy Sugianto, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Rabu (29/4/2026).
2. Fokus pada sektor strategis masa depan

Kompetisi ini terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari universitas, lembaga riset, hingga pelaku industri dan startup. Fokus utamanya adalah pada empat sektor yang dinilai memiliki potensi besar untuk masa depan.
Keempat sektor tersebut mencakup Artificial Intelligence, Green Industry, Low-Altitude Technology, serta Energy Electronics. Masing-masing sektor memiliki peran penting dalam mendorong efisiensi, keberlanjutan, dan ketahanan industri.
Dengan fokus tersebut, kompetisi ini diharapkan dapat melahirkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan industri modern.
"Ajang ini merupakan bagian dari inisiatif BRICS dalam mendorong inovasi lintas negara, khususnya pada sektor Artificial Intelligence, Green Industry, Low-Altitude Technology, dan Energy Electronics," kataTeddy Sugianto.
3. Peluang menuju pasar global dan komersialisasi

Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini juga membuka peluang bagi peserta untuk mendapatkan akses ke jaringan industri internasional. Proyek-proyek terbaik berpotensi mendapatkan dukungan dalam bentuk investasi dan pendampingan.
Selain itu, peserta juga memiliki kesempatan untuk melangkah ke tahap berikutnya, yakni BRICS Industrial Innovation Global Final 2026 di Xiamen, China. Hal ini menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar ke tingkat global.
Proses penilaian dilakukan oleh dewan juri dari berbagai latar belakang, termasuk pemerintah, akademisi, dan praktisi industri. Mekanisme ini diharapkan mampu menjaring inovasi terbaik secara objektif.
"Ajang ini merupakan bagian dari inisiatif BRICS dalam mendorong inovasi lintas negara, khususnya pada sektor Artificial Intelligence, Green Industry, Low-Altitude Technology, dan Energy Electronics," tambah Teddy.
Dengan berbagai peluang yang ditawarkan, kompetisi ini diharapkan dapat menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan industri berbasis inovasi di Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing di tingkat global.
















