Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ramadan dan Aktivitas Trading, Sepi atau Hanya Berubah Pola?

Ramadan dan Aktivitas Trading, Sepi atau Hanya Berubah Pola?
ilustrasi trading (unsplash.com/Coinstash Australia)
Intinya Sih
  • Ramadan mengubah ritme aktivitas trader di wilayah Muslim, namun pasar global tetap aktif karena dipengaruhi faktor makroekonomi seperti kebijakan bank sentral, inflasi, dan geopolitik.
  • Pola likuiditas pasar dapat bergeser selama Ramadan, dengan penurunan aktivitas siang hari dan peningkatan setelah berbuka puasa yang memicu perubahan volatilitas harga.
  • Disiplin dan strategi trading tetap penting selama Ramadan agar keputusan investasi tidak tergesa, terutama saat menghadapi perbedaan likuiditas antar sesi pasar global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Bulan Ramadan sering diasosiasikan dengan melambatnya berbagai aktivitas, termasuk di sektor ekonomi. Tidak sedikit trader ritel yang menganggap periode ini sebagai waktu yang relatif sepi untuk melakukan transaksi di pasar keuangan.

Anggapan tersebut muncul karena sebagian besar negara dengan populasi Muslim besar mengalami perubahan pola aktivitas harian selama Ramadan. Jam kerja, rutinitas, hingga aktivitas ekonomi masyarakat sering menyesuaikan dengan waktu puasa dan ibadah.

Namun dalam praktiknya, dinamika pasar keuangan global tidak sepenuhnya mengikuti pola tersebut. Pasar tetap bergerak karena dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi yang berlangsung sepanjang waktu.

Bagi sebagian trader, Ramadan justru dianggap sebagai periode yang sering disalahpahami. Perubahan ritme pasar memang terjadi, tetapi bukan berarti peluang trading benar-benar hilang.

 

1. Perubahan ritme pasar, bukan hilangnya peluang

Ramadan dan Aktivitas Trading, Sepi atau Hanya Berubah Pola? (Dok. IDN Times)
Ramadan dan Aktivitas Trading, Sepi atau Hanya Berubah Pola? (Dok. IDN Times)

Ramadan lebih banyak memengaruhi pola aktivitas harian trader di wilayah tertentu, tetapi tidak menghentikan aktivitas pasar global. Pusat keuangan utama dunia seperti London, New York City, dan Tokyo tetap beroperasi normal sepanjang periode tersebut.

Hal ini membuat berbagai aset global seperti pasangan mata uang forex, emas, hingga indeks saham tetap bergerak mengikuti dinamika ekonomi dunia. Faktor seperti kebijakan bank sentral, inflasi, serta perkembangan geopolitik tetap menjadi penggerak utama pasar.

Dalam penjelasan yang disampaikan oleh platform trading JustMarkets, Ramadan tidak selalu berarti pasar menjadi sepi.

“Ramadan bukan bulan yang sepi bagi para trader yang disiplin, melainkan bulan yang sering disalahpahami,” tulis platform tersebut dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Kamis (12/3/2026), yang membahas mengenai dinamika pasar selama bulan puasa.

2. Pola likuiditas pasar dapat berubah selama Ramadan

ilustrasi trading (unsplash.com/Kanchanara)
ilustrasi trading (unsplash.com/Kanchanara)

Meski aktivitas pasar global tetap berjalan, perubahan ritme aktivitas trader di beberapa wilayah dapat memengaruhi pola likuiditas pasar pada waktu tertentu. Likuiditas yang lebih rendah biasanya terjadi pada siang hari di wilayah dengan populasi Muslim besar.

Sebaliknya, aktivitas trading dapat meningkat setelah waktu berbuka puasa, ketika banyak trader kembali aktif memantau pasar. Kondisi ini bisa menyebabkan periode pergerakan harga yang lebih lambat diikuti lonjakan volatilitas ketika likuiditas kembali meningkat.

Dalam penjelasannya, JustMarkets menilai bahwa hal yang perlu diperhatikan trader bukanlah apakah pasar sepi atau tidak, melainkan kapan likuiditas tersedia.

“Yang menjadi perhatian di dunia nyata bukan apakah pasar ‘sepi’, tetapi kapan likuiditas sementara tidak tersedia dan kapan likuiditas tersebut kembali,” tulis siaran pers yang sama.

3. Disiplin dan strategi tetap menjadi kunci

ilustrasi trading (pexels.com/D'Vaughn Bell)
ilustrasi trading (pexels.com/D'Vaughn Bell)

Salah satu kesalahan yang kerap terjadi selama Ramadan adalah menurunnya disiplin trading karena asumsi bahwa pasar tidak akan banyak bergerak. Kondisi ini dapat memicu keputusan trading yang kurang matang, termasuk penggunaan leverage berlebihan atau masuk pasar tanpa strategi yang jelas.

Padahal, sejumlah sesi trading global tetap memiliki likuiditas tinggi, seperti tumpang tindih sesi pasar London dan New York yang dikenal sebagai salah satu periode paling aktif dalam perdagangan forex.

Platform edukasi trading JustMarkets juga menekankan pentingnya persiapan dan disiplin selama periode seperti Ramadan. Bagi para trader, penting untuk memahami bagaimana siklus likuiditas memengaruhi spread trading dan eksekusi, daripada menganggap pasar telah sepi.

Pada akhirnya, Ramadan tidak membuat pasar keuangan berhenti bergerak. Periode ini lebih mencerminkan perubahan kebiasaan sebagian pelaku pasar, sementara faktor global seperti suku bunga, inflasi, hingga perkembangan geopolitik tetap menjadi pendorong utama pergerakan harga.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More