Stok BBM-Elpiji di Jabar Aman Jelang Lebaran, Warga Jangan Panic Buying

- Pertamina Regional Jawa Bagian Barat memastikan stok BBM dan Elpiji aman selama Ramadan dan Idulfitri 2026 dengan menyiagakan ribuan SPBU, Pertashop, serta jaringan distribusi LPG di seluruh Jabar.
- Perusahaan memprediksi lonjakan konsumsi energi hingga 9,6 persen untuk gasoline dan menyiapkan layanan tambahan seperti Serambi MyPertamina, motoris BBM, serta mobil tangki siaga demi kenyamanan pemudik.
- Pertamina menegaskan tidak ada kelangkaan BBM di Bandung; isu kekurangan pasokan disebabkan panic buying masyarakat, bukan karena stok habis atau gangguan distribusi.
Bandung, IDN Times - PT Pertamina melalui Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menyiapkan berbagai infrastruktur energi untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan Elpiji selama masa Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB), Susanto August Satria mengatakan bahwa pemerintah termasuk Pertamina telah melakukan persiapan mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
“Seluruh infrastruktur telah kami siagakan untuk memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap aman selama Ramadan dan Idulfitri,” ujar Satria dalam paparannya, Selasa (10/3/2026).
Total terdapat 1.620 SPBU yang disiagakan untuk melayani kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026. Selain itu, Pertamina juga menyiapkan 439 Pertashop serta jaringan distribusi LPG yang terdiri dari 2.331 agen Elpiji dan 206 stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE).
Selain infrastruktur utama, Pertamina juga menyiapkan sejumlah layanan tambahan untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat selama perjalanan mudik. Beberapa layanan tersebut antara lain SPBU siaga 24 jam sebanyak 427 unit, agen LPG siaga 2.180 unit, serta layanan BBM dan kios Pertamina siaga di 18 titik yang berada di jalur-jalur potensial.
1. Jangan beli berlebihan

Dia menegaskan bahwa narasi stok BBM yang cukup untuk 20 hari sebenarnya bukan berarti akan habis dalam hitungan tersebut. Itu hanya BBM yang tersedia, di mana saat ini ratusan kapal pengangkut BBM pun sudah menuju Indonesia.
Konflik di Timur Tengah yang membuat ada kapal tersendat dalam pengiriman minyak tidak akan berpengaruh banyak pada stok minyak Indonesia. Sebab, kapal pembawa minyak ke dalam negeri tidak hanya yang melintasi Selat Hormuz yang sekarang sedang ditutup karena perang.
"jadi stok sekian hari ini bukan stok mati, bukan hitung mundur. Ini stok berjalan dan akan terus diperbaharui, jadi masyarakat jangan panic buying ini semua dipersiapankan termasuk dengan yang lainnya," kata Satria.
2. Sudah siapkan antisipasi lonjakan permintaan

Pertamina memperkirakan akan terjadi peningkatan konsumsi energi selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Satria mengatakan, permintaan BBM jenis gasoline diproyeksikan naik sekitar 9,6 persen dibanding kondisi normal. Sementara itu, permintaan BBM industri diperkirakan meningkat 7,9 persen dan LPG naik sekitar 2,86 persen.
Di sisi lain, konsumsi gasoil diprediksi turun 27,3 persen karena berkurangnya aktivitas logistik selama masa libur Lebaran. “Perubahan pola konsumsi ini biasanya terjadi karena meningkatnya mobilitas masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi selama masa mudik,” kata Satria.
Selain memastikan pasokan energi, Pertamina juga menyiapkan layanan tambahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Pertamina menghadirkan 12 unit Serambi MyPertamina yang tersebar di sejumlah rest area jalan tol dan kawasan wisata. Fasilitas ini menyediakan berbagai layanan bagi pemudik, seperti tempat istirahat, klinik kesehatan mini, area bermain anak, hingga barbershop.
Selain itu, Pertamina juga menyiapkan motoris BBM di 52 titik, mobil tangki siaga sebanyak 62 unit, serta layanan bantuan kendaraan seperti service car dan towing car. “Layanan ini kami hadirkan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama periode mudik Lebaran,” ujarnya.
3. Tak pernah ada kelangkaan BBM di Bandung

Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di sejumlah daerah tidak berdampak pada pasokan di Kota Bandung. Pertamina memastikan ketersediaan BBM di wilayah Bandung dalam kondisi aman bahkan hingga masa arus balik Lebaran.
Branch Manager Bandung Fuel, Zico Aldillah S mengungkapkan, kondisi yang terjadi di beberapa daerah seperti Sumatera Utara disebabkan oleh panic buying masyarakat, bukan karena kekurangan stok.
“Sejauh ini di Kota Bandung tidak ada kelangkaan BBM. Yang terjadi di beberapa daerah itu lebih karena panic buying bukan karena stoknya habis,” kata Zico.
Menurutnya, panic buying terjadi ketika masyarakat membeli BBM dalam jumlah jauh lebih banyak dari kebutuhan biasanya. Hal tersebut dipicu oleh kekhawatiran berlebihan terhadap isu kelangkaan yang beredar.
“Seharusnya masyarakat membeli BBM sewajarnya. Karena adanya isu itu, akhirnya orang membeli dua sampai tiga kali lipat dari kebutuhan biasanya,” jelasnya.


















