Jelang Lebaran, Rumah Warga Cirebon Terbakar Gara-gara Petasan

- Kebakaran di Desa Sirnabaya, Cirebon, terjadi akibat anak pemilik rumah bermain petasan jenis korek api yang memicu api menyambar dua motor dan barang mudah terbakar.
- Api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar satu jam tanpa korban jiwa, namun menimbulkan kerugian material sekitar Rp200 juta dan merusak setengah bangunan rumah.
- Akses jalan sempit sempat menghambat armada pemadam, tetapi berkat respons cepat petugas dan bantuan warga, kebakaran tidak meluas ke rumah lain di sekitar lokasi.
Cirebon, IDN Times - Kebakaran rumah tinggal terjadi di Blok Budiraja, Desa Sirnabaya, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Kamis (12/3/2026) pagi. Insiden tersebut diduga dipicu oleh petasan jenis korek api yang dimainkan anak pemilik rumah di dalam ruang tamu, sehingga menyambar dua sepeda motor dan memicu api membesar dengan cepat.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana, mengatakan peristiwa itu pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 08.00 WIB. Petugas pemadam yang menerima laporan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
“Petugas langsung merespons laporan warga. Armada diberangkatkan lima menit setelah laporan diterima dan tiba di lokasi sekitar pukul 08.10 WIB,” kata Eno dalam pesan singkat, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 08.25 WIB dan proses dilanjutkan dengan pendinginan hingga pukul 09.10 WIB untuk memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp200 juta.
1. Kebakaran diduga berawal dari petasan

Menurut Eno, kebakaran bermula saat anak pemilik rumah bermain petasan jenis korek api di dalam ruang tamu. Percikan api kemudian mengenai barang-barang mudah terbakar di sekitar lokasi, termasuk pakaian bekas dan dua sepeda motor yang diparkir di dalam rumah.
Kedua kendaraan tersebut diketahui menggunakan bahan bakar bensin, sehingga membuat api cepat membesar dan merambat ke bagian lain bangunan.
“Api dengan cepat menjalar ke bagian plafon serta kamar yang berada di samping ruang tamu. Material yang mudah terbakar membuat kobaran api berkembang dalam waktu singkat,” ujar Eno.
Ia menambahkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 07.50 WIB atau beberapa menit sebelum laporan masuk ke petugas pemadam.
Pemilik rumah diketahui bernama Zaenal Abidin. Saat kejadian, keluarga berada di dalam rumah, namun berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban.
2. Dua sepeda motor hangus terbakar

Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah barang berharga milik pemilik rumah. Di antaranya dua sepeda motor yang berada di dalam ruang tamu.
Kendaraan yang terbakar yakni sepeda motor Honda CBR dengan nomor polisi E 6303 KW dan Yamaha Mio Sporty dengan nomor polisi E 4735 BW. Selain itu, api juga melalap lemari pakaian serta sejumlah barang lain yang mudah terbakar.
Dari hasil pendataan sementara petugas, luas bangunan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 100 meter persegi dari total luas bangunan sekitar 200 meter persegi.
“Sekitar setengah bagian rumah mengalami kerusakan akibat kebakaran, sementara sisanya masih bisa diselamatkan,” kata Eno.
Tim pemadam juga melakukan pemeriksaan lanjutan di lokasi untuk memastikan tidak ada potensi titik api yang tersisa.
3. Akses jalan sempit jadi kendala

Dalam proses pemadaman, petugas sempat menghadapi kendala berupa akses jalan menuju lokasi yang relatif sempit. Kondisi tersebut membuat armada pemadam harus berhati-hati saat mendekati titik kebakaran.
Meski demikian, petugas tetap dapat menjangkau lokasi dan melakukan pemadaman dengan cepat sehingga api tidak menjalar ke bangunan lain di sekitar permukiman.
Eno menuturkan, respons cepat petugas serta bantuan warga sekitar menjadi faktor penting dalam mengendalikan kebakaran dalam waktu relatif singkat.
“Total waktu penanganan sekitar satu jam mulai dari proses pemadaman hingga pendinginan,” ujarnya.
















