Mudik Lebaran 2026, 1.627 Personel Gabungan Diterjunkan di Bandung

Sebanyak 1.627 personel gabungan dari Polrestabes Bandung, TNI, dan Pemkot Bandung diterjunkan untuk Operasi Ketupat 2026 guna menjaga keamanan arus mudik dan balik Lebaran.
Seluruh personel mulai bertugas di 16 pos pengamanan dan 6 pos pelayanan sejak tengah malam, memastikan situasi Kota Bandung tetap aman dan tertib selama libur Lebaran.
Pemerintah Jawa Barat menyiapkan lebih dari 26 ribu personel dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 serta menyoroti kesiapan lalu lintas, infrastruktur, kesehatan, dan mitigasi bencana.
Bandung, IDN Times - Sebanyak 1.627 personel gabungan dari Polrestabes Bandung, TNI, Pemerintah Kota Bandung, dan instansi terkait lainnya akan diturunkan untuk melakukan pengamanan saat arus mudik lebaran 2026.
Plt Kapolrestabes Bandung, Kombes Adi Wijaya mengatakan, polisi telah melakukan gelar pasukan untuk kesiapan Operasi Ketupat 2026. Para personel yang diturunkan akan memberikan pelayanan kepada masyarakat juga pengamanan.
"Kami menggelar sejumlah 1.627 personel yang kami gelar di satu pos terpadu, kemudian ada 16 pos pengamanan, dan ada enam pos pelayanan. Tentunya ini kami berharap bahwa bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat baik yang mudik, maupun juga ada yang melaksanakan kegiatan lain," ucap Adi di Mapolrestabes Bandung, Kamis (12/3/2026).
1. Seluruh personel sudah ditempatkan ke pos masing-masing

Seluruh personel akan mulai bertugas dan menempati pos-pos yang telah disiapkan setelah pelaksanaan apel gelar pasukan. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Kota Bandung diharapkan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
"Mulai nanti malam pukul 00.00 WIB seluruh personel sudah masuk ke pos-pos pelayanan maupun pos pengamanan yang sudah disiapkan," kata dia.
Sementara itu, Sekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain mengatakan, sejumlah kawasan wisata dipastikan terjadi lonjakan saat libur lebaran. Namun, dia memastikan kawasan wisata Kebun Bandung atau Bandung Zoo tidak akan beroperasi.
"Hasil rapat kemarin kami tidak akan membuka Bandung Zoo, karena dari sisi beberapa hal dan termasuk izin konservasinya kan sudah dicabut," ucap Iskandar.
2. Parkir liar jadi perhatian

Mengenai pungutan liar (pungli) di kawasan wisata Kota Bandung, kata Iskandar, ia akan melakukan pemantauan secara ketat. Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Satpol PP akan disiagakan untuk melakukan pemantauan.
"Nanti kami akan terus pantau beberapa terkait dengan parkir, itu pasti ada yang monitor, baik oleh Satpol PP atau Dishub dan lain lain, aparat kewilayahan pasti stand by," kata dia.
Sebelumnya, Polda Jabar menyiapkan 26.692 personel gabungan berasal dari Polda, Polres, TNI dan instansi terkait lain. Rinciannya, sebanyak 2.440 personel berasal dari Polda Jabar, 12.657 personel dari jajaran polres, serta 11.595 personel dari unsur Tentara Nasional Indonesia dan berbagai instansi lainnya.
"Dengan pelibatan puluhan ribu personel tersebut, diharapkan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di Jawa Barat dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif," kata Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan, Selasa (10/3/2026).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 guna memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Idul Fitri.
3. Layanan kesehatan juga harus jadi perhatian

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan berharap, seluruh unsur yang terlibat dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 memperkuat koordinasi di berbagai sektor, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga pelayanan kepada masyarakat.
Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026, di antaranya pengaturan dan rekayasa lalu lintas di jalur-jalur mudik utama, kesiapan infrastruktur jalan, serta pengamanan di pusat keramaian seperti tempat ibadah, terminal, stasiun, pelabuhan, dan destinasi wisata.
Erwan juga menyoroti pentingnya kesiapan layanan kesehatan serta mitigasi bencana, termasuk penyampaian informasi cuaca kepada masyarakat.
Dia menjelaskan, Jawa Barat memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia dengan total sekitar 50,7 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 97,3 persen atau lebih dari 49 juta orang beragama Islam sehingga menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu jalur utama perlintasan pemudik setiap tahun.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, sekitar 21,52 persen pemudik nasional atau sekitar 30,97 juta orang berasal dari Jawa Barat dan melakukan perjalanan ke luar daerah. Sementara itu, pemudik yang masuk ke Jawa Barat diperkirakan mencapai 15,90 persen atau sekitar 25,09 juta orang.

















