Telan Korban, Pemkot Perbaiki Lubang di Jalan Pasteur

- Pemerintah Kota Bandung mempercepat koordinasi dengan Pemprov Jawa Barat untuk memperbaiki jalan berlubang di Jalan Pasteur setelah kecelakaan maut yang menewaskan seorang pengendara motor.
- Wali Kota Muhammad Farhan menegaskan keselamatan warga jadi prioritas utama dan meminta semua pihak tidak saling menunggu dalam menangani kerusakan infrastruktur jalan.
- Kecelakaan terjadi saat pengendara motor kehilangan kendali karena menghindari pejalan kaki dan terperosok ke lubang jalan, lalu tertabrak bus hingga meninggal dunia.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Pemkot) Bandung memastikan akan mempercepat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan melakukan perbaikan jalan menyusul kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa di Jalan Dr. Djunjunan (Pasteur).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama sehingga perbaikan jalan berlubang harus segera dilakukan, meski status ruas jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
Farhan menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang terjadi dan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berpangku tangan hanya karena persoalan kewenangan.
"Bagaimanapun juga, mau itu jalan provinsi, jalan nasional maupun jalan kota, yang menjadi korban adalah warga Kota Bandung. Karena itu kami akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan perbaikan," ujar Farhan melalui siaran pers dikutip, Jumat (19/6/2026).
1. Jangan ada korban lainnya

Menurut Farhan, hasil analisis awal dari polisi menunjukkan kecelakaan bermula ketika pengendara sepeda motor berusaha mendahului kendaraan lain. Pada saat bersamaan terdapat pejalan kaki yang menyeberang sehingga pengendara berusaha menghindar.
Saat menghindari pejalan kaki tersebut, kendaraan masuk ke sisi jalan yang berlubang hingga pengendara kehilangan kendali dan terjatuh. Nahas, dari arah yang sama melaju sebuah bus sehingga korban mengalami kecelakaan fatal.
Meski penyebab kecelakaan dipengaruhi beberapa faktor, Farhan menilai kondisi infrastruktur jalan tetap harus menjadi perhatian serius seluruh pemerintah.
"Hasil analisis kepolisian memang seperti itu. Tetapi apa pun penyebabnya, jalan yang berlubang tetap harus segera diperbaiki agar tidak memakan korban berikutnya," katanya.
2. Pemantauan jalan rusak dilakukan berkala

Ia memastikan Pemkot Bandung akan terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar proses penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Kolaborasi lintas pemerintahan menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan infrastruktur di Kota Bandung, terutama pada ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
"Pemerintah tidak boleh saling menunggu. Keselamatan masyarakat jauh lebih penting daripada memperdebatkan kewenangan," tuturnya.
Selain perbaikan fisik jalan, Farhan berharap seluruh pemangku kepentingan terus meningkatkan pengawasan terhadap kondisi infrastruktur secara berkala agar potensi kecelakaan akibat kerusakan jalan dapat diminimalkan.
3. Meninggal tertabrak bus usai jatuh dari motor

Sebelumnya, seorang pengendara sepeda motor bernama Lili Hermawan (57), meninggal usai terlibat kecelakaan di kawasan tersebut. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi D-5637-AAY dari arah barat menuju timur di Jalan Dr Djunjunan.
Di waktu yang sama, sebuah bus DAMRI bernomor polisi D-7592-LA yang dikemudikan Dena Muhamad Wisnu melaju searah di depan korban.
"Pengendara sepeda motor melaju dari arah barat menuju timur. Setibanya di lokasi kejadian diduga hilang kendali saat menyalip dari sebelah kanan," kata Hudi dalam laporannya.
Saat mencoba mendahului kendaraan dari sisi kanan, korban diduga kehilangan konsentrasi hingga kendaraannya tidak terkendali. Akibatnya, korban terjatuh dari sepeda motor dan masuk ke kolong bagian belakang bus yang sedang melaju di depannya.
















