Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Beras Premium Sulit Didapat Bulog Ajak Konsumsi SPHP: Kualitas Membaik

Beras Premium Sulit Didapat Bulog Ajak Konsumsi SPHP: Kualitas Membaik
Kualitas beras SPHP. (IDN Times/Teri).
Intinya Sih
  • Beras premium makin langka di Bandung, namun Bulog Bandung menjamin stok beras SPHP aman dengan cadangan sekitar 25 ribu ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat beberapa bulan ke depan.
  • Beras SPHP kini berasal dari hasil panen petani lokal sehingga lebih segar dan berkualitas, dengan rasa setara beras premium meski tampilannya sedikit berbeda.
  • Bulog Bandung juga menyalurkan hampir 21 ribu ton bantuan pangan bagi sekitar satu juta penerima di Bandung Raya, dengan realisasi penyaluran mencapai 84 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Beras premium dengan harga yang terjangkau sekarang makin sulit didapat di pasaran baik swalayan besar maupun kecil termasuk di kawasan Bandung Raya. Kondisi ini membuat masyarakat kelimpungan mencari beras dengan harga yang ramah di kantor.

Di sisi lain, Perum Bulog Cabang Bandung memastikan ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kondisi aman. Saat ini Bulog Bandung menguasai stok sekitar 25 ribu ton beras yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk program SPHP maupun bantuan pangan dalam beberapa bulan ke depan.

Bulog juga memastikan kualitas beras SPHP yang disalurkan kepada masyarakat semakin baik. Beras yang beredar saat ini berasal dari hasil penyerapan terbaru dari petani lokal sehingga kondisinya lebih segar dan layak konsumsi.

"Kalau untuk stok beras yang dikuasai oleh Bulog, khususnya Bulog Bandung, Insya Allah aman," kata Kepala Perum Bulog Cabang Bandung, Yanto Nurdianto ditemui di kantornya, Kamis (18/6/2026).

1. Stok beras SPHP cukup untuk kebutuhan tiga bulan ke depan

WhatsApp Image 2026-06-19 at 06.09.58.jpeg
Diseminasi Nasional Field Project Study 2026 di Kampus NHI, Kamis (18/6/2026). IDN Times/Debbie Sutrisno

Yanto mengatakan stok beras yang saat ini dikuasai Bulog Bandung mencapai sekitar 25 ribu ton. Beras tersebut tersimpan di tiga titik gudang yang berada di Bandung, Cimahi, dan Sumedang.

Menurutnya, jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring program penyerapan gabah dan beras yang masih berjalan. Bulog juga bersiap menghadapi musim panen berikutnya yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus mendatang.

"Saat ini stok yang kami kuasai kurang lebih 25 ribu ton dan jumlah tersebut akan terus bertambah seiring program penyerapan gabah dan beras yang masih berjalan," paparnya.

Yanto menjelaskan stok yang tersedia saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar tiga bulan ke depan. Jika diperlukan, Bulog Bandung juga dapat memperoleh tambahan pasokan dari cabang Bulog lain di wilayah Jawa Barat.

2. Beras SPHP kini lebih baru dan segar

WhatsApp Image 2025-07-12 at 8.55.30 AM (1).jpeg
Penjualan beras SPHP yang disebarkan Bulog. Dokumentasi Istimewa

Bulog Bandung kini mulai menyalurkan beras SPHP yang berasal dari hasil penyerapan terbaru. Kebijakan tersebut dilakukan agar masyarakat mendapatkan beras dengan kualitas yang lebih baik dan lebih segar dibandingkan sebelumnya.

Beras yang disalurkan berasal dari hasil panen petani lokal dan diproses di penggilingan yang berada di wilayah Bandung Raya. Dengan demikian, rantai distribusi menjadi lebih singkat dan kualitas beras tetap terjaga saat sampai ke tangan masyarakat.

"Artinya, beras yang baru diserap bisa langsung disalurkan kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat bisa menikmati beras yang masih baru dan segar," kata Yanto.

Dari sisi rasa, beras SPHP tidak berbeda dengan beras premium. Perbedaannya hanya terdapat pada tampilan fisik, seperti tingkat pecahan beras dan proses pemolesan yang biasanya lebih maksimal pada beras premium.

3. Bantuan pangan untuk masyarakat pun terjaga

WhatsApp Image 2026-06-19 at 06.08.43.jpeg
Bulog Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Selain menyalurkan beras SPHP, Bulog Bandung saat ini juga tengah mendistribusikan bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret. Total stok yang disiapkan hampir mencapai 21 ribu ton untuk sekitar 1 juta penerima bantuan pangan di wilayah Bandung Raya.

Hingga saat ini, realisasi penyaluran bantuan pangan telah mencapai sekitar 84 persen. Bulog menargetkan seluruh bantuan dapat diterima masyarakat dalam waktu dekat.

"Namun saya pastikan beras yang disalurkan layak untuk dikonsumsi masyarakat. Saya menjamin hal tersebut karena saya sendiri melakukan monitoring langsung ke gudang dan memastikan bahwa beras yang disalurkan harus memenuhi standar yang telah ditetapkan," kata dia.

Yanto menambahkan, masyarakat yang menerima beras dalam kondisi rusak, basah, atau kemasannya sobek dapat langsung melapor kepada petugas Bulog di lapangan. Beras tersebut nantinya akan diganti dengan beras baru yang kondisinya lebih baik dan sesuai standar.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More