Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tak Masuk Sekolah Maung, SMAN 1 Bandung Tetap Jadi Rebutan Ribuan CMB

Tak Masuk Sekolah Maung, SMAN 1 Bandung Tetap Jadi Rebutan Ribuan CMB
SMAN 1 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • SMAN 1 Bandung tetap jadi incaran ribuan calon murid baru meski tidak termasuk Sekolah Maung, dengan pendaftar mencapai sekitar 3.500 orang atau naik 75 persen dari tahun sebelumnya.
  • Sekolah ini memiliki kuota 462 siswa dalam 11 rombongan belajar, termasuk tambahan enam murid per kelas sebagai penyangga bagi kecamatan yang belum memiliki SMA Negeri.
  • Tingginya minat masyarakat dipengaruhi lokasi strategis dan prestasi alumni, di mana SMAN 1 Bandung menempati peringkat kedua se-Kota Bandung untuk jumlah lulusan diterima lewat jalur SNBP.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Keberadaan 41 Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang tersebar di 27 kabupaten dan kota Jawa Barat, tidak membuat SMA dan SMK negeri lainnya sepi peminat. Calon Murid Baru (CMB) masih berebut agar bisa masuk ke sekolah negeri selain Sekolah Maung.

Seperti di SMAN 1 Kota Bandung yang sudah menerima ribuan pendaftar dalam Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat 2026. Bahkan, saat ini kuotanya sudah hampir penuh.

"Berdasarkan web, itu kurang lebih 3.000 lebih, hampir 3.500 calon siswa yang mendaftar ke SMA Negeri 1, baik itu pilihan satu, dua, maupun pilihan tiga. Ini tentu saja ada kenaikan sekitar 75 persen dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Humas Eksternal SMAN 1 Bandung, Sukadi, Kamis (18/6/2026).

1. Kuota SMAN 1 Bandung hampir penuh

IMG_20250730_115222.jpg
SMAN 1 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dia mengatakan, SMAN 1 Bandung memiliki kuota dalam SPMB tahun ini mencapai 462 orang yang mana terdiri dari sebelas rombongan belajar (rombel) dengan masing-masing 42 orang murid. Sedangkan, ada beberapa orangtua yang datang ke sekolah dan banyak menanyakan mengenai kuota yang masih tersedia.

"Kami sampaikan bahwa hanya ada 14 kuota dari jalur prestasi akademik dan tiga orang dari murid berkebutuhan khusus. Jadi ada 17 di tahap satu," ucapnya.

Mengenai rombongan belajar yang mengalami peningkatan menjadi 42 orang, Sukadi menjelaskan, memang berdasarkan arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) seharusnya 36 murid per kelas, namun untuk Jabar berbeda.

"Namun, karena Gubernur punya kebijakan bahwa ada beberapa kecamatan yang tidak memiliki SMA Negeri, maka kami dititipkan sebagai sekolah penyangga atas Kecamatan Cibeunying Kaler sebanyak enam orang setiap rombel. Jadi ada 66 murid (tambahan)," katanya.

2. Orangtua murid banyak pertanyaan soal PCMB

IMG_20250916_095703.jpg
SMAN 1 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

SPMB Jabar sudah dibuka sejak 15 Juni sampai 14 Juli 2026, Sukadi menyampaikan, selama gelaran tersebut tidak ditemukan adanya kendala serius dari orangtua. Namun, beberapa orang di antaranya menanyakan soal PCMB.

"Di SPMB tahap satu, orangtua tidak banyak yang mengeluh sebetulnya, hanya mempertanyakan mengenai mengapa PCMB itu menjadi alat seleksi. Cuman kami kan tidak bisa menjelaskan karena itu adalah ranahnya pengambil kebijakan (Disdik Jabar)," kata dia.

3. Banyak alumni masuk PTN

IMG_20250916_095823.jpg
SMAN 1 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Lebih lanjut, Sukadi mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat SMAN 1 Bandung masih memiliki banyak pendaftar meski bukan masuk Sekolah Maung. Salah satunya yaitu, banyaknya lulusan yang masuk ke Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNBP.

"Mungkin pertama karena SMA Negeri 1 berada di tengah kota, kemudian juga mungkin dari beberapa tahun terakhir, (alumni) kami yang diterima di perguruan tinggi-nya cukup tinggi, sehingga minat masyarakat mungkin semakin besar ke SMA Negeri 1," katanya.

"Dari jumlah yang melalui jalur raport (SNBP), kami tingkat kedua ya se-Kota Bandung. Jadi mendapat predikat kedua, sekitar 49 lulusan," ucap Sukadi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More