Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kapolda Jabar Persilakan Mahasiswa Berdemonstrasi, Asal Tetap Kondusif

Kapolda Jabar Persilakan Mahasiswa Berdemonstrasi, Asal Tetap Kondusif
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih
  • Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan aparat kepolisian dan TNI siap mengawal aksi mahasiswa agar tetap aman, tertib, serta bebas dari provokasi selama penyampaian aspirasi berlangsung.
  • Rudi mengimbau seluruh peserta aksi menjaga kondusivitas Jawa Barat karena keamanan dianggap penting bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mencerminkan praktik demokrasi yang sehat.
  • Ribuan mahasiswa BEM SI Jawa Barat menggelar demonstrasi di depan DPRD Jabar dengan teatrikal alat pancung sebagai simbol kritik terhadap kinerja pemerintah yang dinilai abai pada kesejahteraan rakyat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times – Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, memastikan aparat kepolisian bersama TNI akan terus mengawal aksi penyampaian pendapat yang dilakukan mahasiswa maupun elemen masyarakat di Jawa Barat. Menurutnya, demonstrasi merupakan bagian dari hak demokrasi yang harus dijamin selama berlangsung secara tertib dan damai.

Dia mengatakan, aparat keamanan hadir untuk memastikan para peserta aksi dapat menyampaikan aspirasinya dengan nyaman dan terhindar dari berbagai potensi gangguan.

Menurutnya, pengamanan juga dilakukan agar demonstrasi tidak disusupi pihak-pihak yang ingin memprovokasi massa maupun mengganggu ketertiban umum.

"Alhamdulillah, adik-adik mahasiswa telah menyampaikan aspirasi dan melakukan orasi. Kami dari Polrestabes dan Kodim memberikan pelayanan kepada adik-adik mahasiswa supaya mereka aman dan tidak disusupi provokator-provokator," kata Rudi, Rabu (17/6/2026).

Ia menegaskan kehadiran aparat bukan untuk membatasi kebebasan berpendapat, melainkan memastikan seluruh kegiatan berlangsung dengan aman.

1. Aksi lanjutan akan tetap dikawal aparat keamanan

IMG_20260617_161958.jpg
Demo Mahasiswa di Bandung, Rabu (17/6/2026). Debbie Sutrisno

Menanggapi rencana aksi yang masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, Rudi memastikan kepolisian bersama TNI akan terus melakukan pengamanan. Seluruh elemen masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, pelaksanaannya harus tetap mengikuti aturan yang berlaku dan menjaga ketertiban.

"Intinya kami dari kepolisian dibantu aparat keamanan lainnya berkewajiban menjaga seluruh elemen masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat. Silakan gunakan hak demokrasinya dengan baik sesuai ketentuan," ujarnya.

Ia berharap seluruh aksi yang berlangsung di Jawa Barat tetap berjalan damai tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

2. Imbau bersama-sama menjaga kondusivitas Jawa Barat

IMG_20260617_161821.jpg
Demo Mahasiswa di Bandung, Rabu (17/6/2026). Debbie Sutrisno

Rudi menilai situasi yang aman dan kondusif menjadi modal penting bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ia mengajak mahasiswa maupun kelompok masyarakat lainnya untuk tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi.

"Silakan menyampaikan aspirasi, tapi kondusivitas tetap dijaga. Karena kita bisa hidup maju dan sejahtera kalau kondusivitas itu ada," katanya.

Ia berharap seluruh rangkaian aksi yang berlangsung di Jawa Barat dapat berjalan aman hingga selesai serta menjadi contoh pelaksanaan demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab.

"Insya Allah aman. Mudah-mudahan semuanya berjalan baik sampai selesai," kata Rudi.

3. Teatrikal alat pancung jadi tontonan saat demo

IMG_20260617_161618.jpg
Demo Mahasiswa di Bandung, Rabu (17/6/2026). Debbie Sutrisno

Gelombang protes berskala besar kembali memanaskan Kota Bandung. Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, pada Rabu (17/6/2026).

​Kehadiran massa ini tak lain untuk mengkritisi tata kelola pemerintahan yang dinilai makin melenceng dari keberpihakan terhadap kesejahteraan rakyat. Pada aksi ini mereka membuat replika alat pancung untuk digunakan memancung petinggi negeri yang kinerjanya tidak baik. Alat pancung ini juga menjadi penanda bahwa rakyat bisa meniadakan petinggi mana pun yang tidak berpihak pada rakyat.

​Koordinator BEM SI Jawa Barat, Muhammad Risaldi, mengungkapkan bahwa demonstrasi kali ini adalah wujud nyata dari keresahan masyarakat yang selama ini terus ditahan.

​"Hari ini kita melakukan aksi dari BEM SI Jawa Barat yang mana untuk aksi kali ini ada sekitar 23 kampus dengan jumlah massa estimasi itu sekitar 1.200 lebih," ujar Risaldi di sela-sela aksi.

​Risaldi menegaskan bahwa aksi turun ke jalan ini bukan sekadar reaksi sesaat. Ia menyebut pergerakan mahasiswa ini sebagai puncak dari aspirasi yang kerap diabaikan. Massa aksi juga secara tajam menyoroti gaya komunikasi pimpinan negara yang dianggap sering memicu kontroversi.

​"Ini merupakan salah satu bentuk kekecewaan kami dan juga akumulasi kemarahan, khususnya dari kami yang sering kali menyuarakan aspirasi yang memang sama sekali tidak didengarkan. Ini merupakan akumulasi juga kemarahan daripada statement-statement yang memang dirasa tidak perlu dan juga tidak penting yang dikeluarkan oleh Prabowo sebagai presiden," tuturnya tegas.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More