Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Polisi Tangkap 29 Massa Aksi di DPRD Jabar, Temukan Dugaan Molotov

Polisi Tangkap 29 Massa Aksi di DPRD Jabar, Temukan Dugaan Molotov
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan. IDN Times/Istimewa
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Polisi Polda Jabar menangkap 29 orang selama tiga hari aksi di DPRD Jabar karena diduga hendak memicu kericuhan.
  • Enam orang dari total massa ditetapkan untuk penyidikan lanjutan setelah ditemukan membawa botol kosong, bahan bakar, hingga tabung gas berpetasan.
  • Aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat berlangsung tiga kali dengan tuntutan perbaikan ekonomi, tata kelola pemerintahan, serta efektivitas program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Sebanyak 29 orang massa aksi ditangkap jajaran Polda Jabar dari tiga hari demo yang digelar di Kantor DPRD Jabar. Mereka ditangkap karena diduga hendak membuat kericuhan selama demonstrasi berlangsung.

Adapun dari 29 orang yang ditangkap, enam di antaranya akan diproses lebih lanjut ke tahap penyidikan, yakni berinisial AT (27 tahun), SPA (19 tahun), AL (21 tahun), MBA (21 tahun), GP (21 tahun), dan RR (21 tahun).

"Saya sangat menyayangkan sekali bahwa dari 29 ini ada enam ya, ada enam adik-adik kami ini yang kami proses lanjut kepada proses penyidikan," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, saat ditemui di Kantor DPRD Jabar pada Kamis (18/6/2026).

1. Seorang fotografer jalanan ikut ditangkap

WhatsApp Image 2026-04-26 at 17.28.28.jpeg
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, Dok. Polda Jabar

Lebih lanjut, Hendra menyebut AT merupakan seorang pengangguran, dan kedapatan membawa enam buah botol kosong yang diduga sebagai bahan pembuatan bom molotov. Lalu, SPA merupakan fotografer yang juga didapati membawa beberapa buah botol kosong.

"Saudara SPA ini pekerjaannya sebagai fotografer di jalanan ya. Ini juga membawa botol yang isinya tadi itu digunakan untuk sebagai bom molotov," ucapnya.

2. Ada barang bukti tabung gas dan petasan

WhatsApp Image 2025-07-19 at 12.08.41 PM (3).jpeg
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochman

Selanjutnya, AL merupakan pengendara ojek online yang membawa botol oli di mana di dalamnya terdapat styrofoam. Sementara itu, MBA, GP, dan RR merupakan mahasiswa. Ketiganya didapati membawa botol berisi bahan bakar jenis Pertalite hingga tabung gas dililit petasan yang diduga hendak diledakkan.

"Jadi ini ada tabung gas, kemudian ada beberapa petasan yang dililit di dalam tabung gas itu. Ada tiga ya, ada tiga petasan yang cukup besar ya dililitkan di situ dan ini kami amankan juga, dan satu buah korek api," ucap dia.

3. Mengimbau agar demostrasi dilakukan secara manusiawi

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra. IDN Times/Debbie Sutrisno
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra. IDN Times/Debbie Sutrisno

Hendra menyayangkan adanya sejumlah orang yang diduga berniat memantik kericuhan. Kini, enam orang tersebut masih berstatus sebagai terperiksa dan akan segera ditetapkan sebagai tersangka.

"Silakan lakukan demonstrasi yang lebih manusiawi lagi, yang tidak mengganggu orang lain, dan juga mencelakakan. Kami akan proses kepada penetapan tersangka," ucapnya.

Sebagimana diketahui, demo mahasiswa dan elemen masyarakat tercatat sudah tiga kali digelar yakni pada Kamis (11/6/2026), Senin (15/6), dan Rabu (17/6). Semua demo yang digelar secara umum berlangsung tertib.

Mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan seperti perbaikan kondisi ekonomi, tata kelola pemerintahan hingga menyoroti sejumlah program prioritas Presiden, Prabowo Subianto, yang dinilai belum efektif. Salah satunya program MBG.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More