OVO Tembus 2,3 Juta Pengguna, Gen Z Makin Sering Simpan Uang di E-Wallet
- OVO Nabung by Superbank mencatat lebih dari 2,3 juta pengguna hingga Mei 2026, menandakan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan keuangan digital yang praktis dan terintegrasi.
- Transaksi kebutuhan harian melalui OVO Nabung melonjak hingga tiga kali lipat dalam setahun terakhir, dengan dominasi pengguna berusia 26–35 tahun serta aktivitas tertinggi pada jam sibuk sore hari.
- E-wallet kini berkembang menjadi sarana pengelolaan keuangan, di mana pengguna dapat menyimpan dana sambil menikmati bunga tabungan hingga 5 persen per tahun dan berbagai keuntungan transaksi.
Bandung, IDN Times – Fungsi dompet digital kini tak lagi sekadar untuk membayar transaksi harian. Semakin banyak pengguna yang mulai memanfaatkan e-wallet sebagai tempat menyimpan uang sekaligus mengatur kebutuhan finansial sehari-hari.
Tren tersebut tercermin dari pertumbuhan pengguna OVO Nabung by Superbank yang telah mencapai lebih dari 2,3 juta pengguna hingga awal Mei 2026. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan keuangan digital yang menawarkan kemudahan transaksi sekaligus manfaat pengelolaan saldo dalam satu aplikasi.
1. Gen Z mulai menjadikan e-wallet sebagai tempat menyimpan uang

Perubahan perilaku pengguna terlihat dari semakin besarnya peran e-wallet dalam aktivitas finansial sehari-hari, khususnya di kalangan generasi muda.
Berdasarkan survei Jakpat 2026, satu dari dua Gen Z menyimpan uang di e-wallet yang mereka gunakan. Saldo tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari transfer dana, belanja online, pembayaran tagihan, transaksi offline, hingga layanan transportasi dan pesan antar makanan.
Temuan ini menunjukkan bahwa e-wallet kini tidak lagi dipandang sekadar alat pembayaran, tetapi mulai menjadi bagian dari cara generasi muda mengelola arus kas harian secara lebih praktis.
OVO Nabung by Superbank hadir dengan konsep rek-wallet atau rekening e-wallet yang memungkinkan pengguna bertransaksi sekaligus menyimpan saldo dalam satu aplikasi.
2. Transaksi kebutuhan harian melonjak hingga tiga kali lipat

Meningkatnya penggunaan e-wallet juga terlihat dari pola transaksi pengguna OVO Nabung by Superbank selama setahun terakhir.
Transaksi di gerai offline seperti restoran, minimarket, dan kebutuhan sehari-hari lainnya meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara transaksi belanja online serta pembelian produk digital seperti pulsa dan paket data tumbuh lebih dari dua kali lipat.
Aktivitas transfer antar pengguna OVO juga mengalami peningkatan hampir dua kali lipat.
Di dalam ekosistem Grab, penggunaan OVO Nabung paling banyak terjadi pada layanan GrabBike, GrabCar, dan GrabFood. Aktivitas transaksi tercatat paling tinggi pada jam mobilitas masyarakat, terutama pukul 17.00 hingga 19.00 WIB.
Kelompok usia 26-35 tahun menjadi pengguna paling aktif, disusul kelompok usia 18-25 tahun dan 36-45 tahun.
3. Saldo e-wallet kini tidak hanya "parkir"

Head of Strategy, Integrated Marketing Communication OVO, Asep Haekal, mengatakan penggunaan e-wallet kini berkembang menjadi sarana pengelolaan keuangan yang lebih luas.
Menurut dia, pengguna tidak hanya memanfaatkan dompet digital untuk transaksi, tetapi juga mulai menjadikannya tempat menyimpan dana yang dapat digunakan sewaktu-waktu.
Melalui OVO Nabung by Superbank, pengguna dapat tetap bertransaksi menggunakan saldo yang tersimpan sekaligus memperoleh manfaat tambahan seperti potensi bunga tabungan hingga 5 persen per tahun, bebas biaya top up, serta berbagai promo dan cashback.
"Melalui OVO Nabung by Superbank, kami ingin menghadirkan pengalaman finansial yang lebih relevan dengan rutinitas pengguna saat ini, yaitu praktis untuk bertransaksi sekaligus memberikan manfaat tambahan dari saldo yang mereka miliki," ujar Asep.
Sementara itu, Direktur Bisnis Superbank Sukiwan menilai pertumbuhan pengguna dan transaksi menjadi indikasi bahwa masyarakat semakin nyaman mengelola aktivitas pembayaran dan tabungan dalam satu layanan yang terintegrasi.
Menurutnya, tren tersebut menunjukkan bahwa inovasi rek-wallet semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang menginginkan layanan keuangan digital yang praktis, mudah diakses, dan terhubung dengan berbagai kebutuhan sehari-hari.


















