Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kendaraan Roda Dua Mulai Padati Jalur Mudik di Wilayah Jabar
ilustrasi mudik (unsplash.com/Abdul Ridwan)
  • Dishub Jabar mencatat peningkatan arus kendaraan, terutama roda dua, di jalur mudik seperti Ciwidey, Lembang, Nagreg, dan Limbangan sejak 15 Maret 2026 menjelang puncak mudik Idulfitri.
  • Puncak arus mudik diprediksi terjadi H-3 Idulfitri dengan total 8,9 juta warga Jabar berangkat, mayoritas memilih waktu setelah sahur hingga pagi untuk menghindari kemacetan.
  • Sebanyak 25,6 juta warga Jabar akan melakukan perjalanan Lebaran 2026; mayoritas menggunakan mobil lewat Tol Trans Jawa dan jalur selatan menuju Garut sebagai tujuan terbanyak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
10 Maret 2026

Kepala Dishub Jawa Barat Dhani Gumelar menyampaikan prediksi arus mudik Idulfitri 2026. Ia memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada H-3 Idulfitri atau 18 Maret 2026, dengan total sekitar 8,9 juta warga akan mudik.

15 Maret 2026

Dishub Jawa Barat mencatat peningkatan volume kendaraan di sejumlah jalur seperti Ciwidey, Lembang, Nagreg, Kalipucang, Tanjung Pura, Losari, Losarang, Gadog, Cijolang–Batas Banjar Jawa Tengah, dan Limbangan. Arus didominasi kendaraan roda dua.

17 Maret 2026

Dhani Gumelar melaporkan kondisi lalu lintas masih relatif lancar meski terjadi peningkatan signifikan di ruas Losarang arah Jakarta dan Limbangan arah Tasikmalaya.

18 Maret 2026

Puncak arus mudik Idulfitri 2026 diprediksi terjadi pada hari ini dengan jutaan warga Jawa Barat melakukan perjalanan ke kampung halaman.

24 Maret 2026

Puncak arus balik pertama diperkirakan terjadi pada H+2 Idulfitri dengan sekitar 4,12 juta warga kembali ke tempat domisili setelah subuh hingga siang.

28 Maret 2026

Puncak arus balik kedua diperkirakan berlangsung pada H+6 Idulfitri dengan sekitar 3,9 juta warga kembali ke tempat tinggalnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Peningkatan arus kendaraan roda dua terjadi di sejumlah jalur mudik wilayah Jawa Barat menjelang puncak arus mudik Idulfitri 2026.
  • Who?
    Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, melaporkan kondisi lalu lintas dan memaparkan data pergerakan pemudik di berbagai jalur utama provinsi tersebut.
  • Where?
    Peningkatan volume kendaraan terpantau di jalur Ciwidey, Lembang, Nagreg, Kalipucang, Tanjung Pura, Losari, Losarang, Gadog, Cijolang–Batas Banjar Jawa Tengah, serta Limbangan arah Tasikmalaya.
  • When?
    Kenaikan arus kendaraan mulai terlihat sejak Minggu 15 Maret 2026 dan dilaporkan pada Selasa 17 Maret 2026 menjelang puncak mudik H-3 Idulfitri.
  • Why?
    Peningkatan terjadi karena masyarakat mulai melakukan perjalanan pulang kampung lebih awal sebelum puncak arus mudik yang diprediksi berlangsung tiga hari sebelum Idulfitri.
  • How?
    Kendaraan roda dua mendominasi pergerakan di jalur arteri utama dan koridor penghubung antarwilayah; kondisi lalu lintas masih relatif lancar meski volume meningkat signifikan di beberapa ruas tertentu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak motor dan mobil mulai jalan ramai di jalan Jawa Barat karena orang mau pulang kampung buat Lebaran. Pak Dhani dari Dishub bilang jalan di Ciwidey, Lembang, sampai Nagreg sudah padat tapi masih lancar. Katanya nanti makin ramai pas tiga hari sebelum Lebaran, jadi orang disuruh pilih waktu biar nggak macet.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Peningkatan arus kendaraan di jalur mudik Jawa Barat menunjukkan semangat masyarakat menyambut Idulfitri dengan antusias. Meski volume lalu lintas meningkat, kondisi jalan masih terpantau lancar dan terkendali, menandakan koordinasi yang baik dari Dinas Perhubungan. Data rinci mengenai waktu keberangkatan dan kepulangan juga mencerminkan kesiapan pemerintah dalam mengatur arus mudik secara tertib dan aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Arus kendaraan mulai terjadi peningkatan di beberapa titik jalur mudik wilayah Jawa Barat. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat menyampaikan peningkatan ini terjadi sebelum puncak mudik lebaran yang diprediksi terjadi H-3 Idulfitri.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dhani Gumelar mengatakan, peningkatan ini sudah terjadi sejak Minggu (15/3/2026) yang mana jalur seperti Ciwidey, Lembang, Nagreg, Kalipucang, Tanjung Pura, Losari, Losarang, Gadog, Cijolang-Batas Banjar Jawa Tengah, serta Limbangan, terjadi peningkatan.

"Volume lalu lintas pada hari tersebut secara umum menunjukkan kecenderungan peningkatan dibandingkan hari sebelumnya. Pergerakan kendaraan masih didominasi oleh kendaraan roda dua, terutama pada jalur arteri utama dan koridor menuju kawasan wisata maupun penghubung antar kabupaten/kota," ujar Dhani, Selasa (17/3/2026).

1. Ada penurunan volume kendaraan

ilustrasi mudik (unsplash.com/Carl Kho)

Meski begitu, peningkatan kendaraan signifikan terjadi di ruas Losarang arah Jakarta dan Limbangan arah Tasikmalaya. Total kendaraan yang melintas di arah tersebut berbeda dengan hari biasanya, dan besar kemungkinan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

"Pada beberapa lokasi lain terpantau terjadi penurunan volume kendaraan, antara lain pada ruas Nagreg arah Tasikmalaya, Gadog baik arah Puncak maupun Bogor, serta perbatasan Banjar arah Jawa Barat. Secara umum kondisi arus lalu lintas masih terpantau relatif lancar dan terkendali," kata Dhani.

Sebelumnya, Dhani menyampaikan, puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Idul Fitri 2026 atau Rabu (18/3/2026). Total ada sebanyak 8,9 juta warga Jawa Barat yang akan mudik pada waktu tersebut.

Dia mengatakan, kebanyakan pemudik memilih berangkat pulang kampung setelah sahur pukul 04.00 WIB hingga 10.00 WIB. Jumlah pemudik pada waktu tersebut diperkirakan mencapai 21,68 juta jiwa.

"Pemudik diimbau bijaksana memilih waktu berangkat mudik agar tidak terjebak kemacetan. Jumlah pemudik akan berkurang pada pukul 00.00 WIB sampai 04.00 WIB dan pukul 11.00 WIB hingga 23.00 WIB," ujar Dhani, Selasa (10/3/2026).

2. Masyarakat diminta bijak saat mudik

ilustrasi mudik dengan motor (pexels.com/Arif Syuhada)

Kemudian, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada dua hari berbeda, yakni H+2 Idulfitri atau Selasa (24/3/2026) dan H+6 Idulfitri atau Sabtu (28/3/2026). Jumlah warga yang kembali ke tempat domisili pada H+2 Idulfitri diperkirakan sebanyak 4,12 juta jiwa dan H+6 sebanyak 3,9 juta jiwa.

"Waktu kepulangan pemudik diperkirakan terjadi setelah subuh menjelang siang pukul 05.00 sampai 10.00 WIB," kata Dhani.

Total pemudik yang kembali ke tempat domisili pada periode waktu tersebut diprediksi mencapai 19,34 juta jiwa. Adapun jumlah pemudik yang kembali paling sedikit diperkirakan pada pukul 23.00 hingga 00.00.

3. Banyak pemudik menggunakan kendaraan pribadi

ilustrasi mudik naik motor (unsplash.com/setengah limasore)

Dhani menyampaikan, sebanyak 14,18 juta pemudik akan mudik melalui jalur Tol Trans Jawa (Japek-Cipali-Palikanci). Jalur lain yang akan ramai pemudik yakni Bandung-Cileunyi-Nagreg-Limbangan-Malangbong-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar dengan total pemudik sebanyak 2,9 juta jiwa.

Jalur Tol Cikampek-Cipularang-Padaleunyi juga diperkirakan ramai dengan total pemudik sebanyak 1,96 juta jiwa. "Sebagian besar pemudik akan mudik dengan menggunakan mobil dengan total 16,75 juta jiwa," ujar Dhani.

Sebanyak 25,6 juta warga Jawa Barat diperkirakan akan melakukan perjalanan pada Idulfitri 2026. Kabupaten Garut menjadi daerah tujuan terbanyak dengan jumlah pengunjung 2,94 juta jiwa.

Dhani mengatakan, dari 25,6 juta warga yang melakukan perjalanan, sebagian besar atau 24,86 juta jiwa (96,73 persen) melaksanakan perjalanan berupa mudik.

"Sisanya 0,5 juta jiwa (1,9 persen) berwisata, 0,29 juta jiwa (0,118 persen) silaturahmi tidak pulang kampung, 0,01 jiwa (0,023 persen) bekerja dan 0,05 juta jiwa (0,18 persen) kegiatan lainnya," ucapnya.

Editorial Team