Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dinilai Bahaya, DPRD Desak Pemda Sumedang Bekukan Izin Perumahan Longsor

Dinilai Bahaya, DPRD Desak Pemda Sumedang Bekukan Izin Perumahan Longsor
Default Image IDN
Share Article

Sumedang, IDN Times - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumedang meminta agar izin dua perumahan yang terdampak longsor agar dibekukan.

Dua perumahan itu yakni Perumahan Pondok Daud dan Perumahan SBG, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Dua perumahan tersebut dinilai memiliki potensi kerawanan bencana tersendiri.

1. Ketua DPRD desak Pemda bekukan izin perumahan

default-image.png
Default Image IDN

Ketua DPRD Irwansyah Putra mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumedang lebih baik membekukan izin perumahan tersebut. Sebab, melihat lokasi perumahan sama sekali tidak layak untuk dibangun perumahan.

"Kalau kata saya berkaitan dengan izin ini saya rasa dibekukan sajalah. Ini saran dari saya," ungkap Irwansyah saat ditemui, Selasa (12/1/2021).

2. Sudah ada retakan di perumahan

default-image.png
Default Image IDN

Irwan cukup heran mengapa pemerintah daerah memberikan izin pendirian perumahan tersebut. Sebab, lokasi dengan kemiringan dan kecuraman itu sama sekali tidak layak untuk perumahan.

Menurutnya, tanah di perumahan itu saat ini sudah tidak layak huni. Beberapa bidang di perumahan tersebut saat ini juga terpantau sudah memiliki retakan.

"Pemkab jangan berikan izin terhadap tempat-tempat tidak layak untuk dibangun. Bukannya tidak boleh tapi kita harus perhatikan mana yang layak mana yang tidak," sebutnya.

3. Waspada daerah tidak layak huni

default-image.png
Default Image IDN

Dalam proses perizinan, Pemkab seharusnya memperhatikan peta daerah-daerah rawan bencana. Longsor yang terjadi di dua perumahan ini adalah bukti dari lalainya arus perizinan di Kabupaten Sumedang.

"Seharusnya, di BPBD itu ada peta mana daerah-daerah rawan yang memang tidak dibenarkan untuk dibangun perumahan. Ini penting," kata Irwansyah.

"Pertanyaannya, apakah Pemkab Sumedang sudah memiliki ini atau belum. Kalau belum memiliki peta daerah-daerah yang layak dan tidak layak dibangun maka kita harus segera memiliki ini," imbuhnya.

4. Perumahan di lokasi rawan lain harus ada jalur evakuasi

Ilustrasi tanah longsor (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi tanah longsor (IDN Times/Sukma Shakti)

Menurutnya, longsor yang terjadi di dua perumahan ini biarkan menjadi pelajaran. Selain dua perumahan ini, Irwan juga mewanti-wanti agar Pemkab mengambil langkah waspada atas perumahan yang berdiri di lereng gunung.

"Untuk perumahan lain yang sudah kadung terbangun, harus dibuatkan lah safetynya. Seperti dinding penahan tanah yang besar yang kokoh sehingga kalau terjadi longsor bisa tertahan," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bagus F
EditorBagus F

Latest News Jawa Barat

See More

BI Jabar Sebut Ekonomi Syariah Berpotensi Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

28 Jun 2026, 16:55 WIBNews