Dedi Mulyadi Sampaikan Duka untuk Gugurnya Prajurit Asal Cimahi di Lebanon

- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB di Lebanon, salah satunya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar asal Cimahi.
- Dedi memberikan doa dan dukungan bagi keluarga prajurit asal Jawa Barat agar diberi ketabahan, serta menegaskan pengabdian mereka sebagai bagian penting dari upaya menjaga perdamaian dunia.
- Keluarga Kapten Zulmi masih menunggu proses pemulangan jenazah dari Lebanon ke Indonesia setelah menerima kabar resmi bahwa ia gugur saat mengawal konvoi pasukan UNIFIL di Lebanon Selatan.
Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon pada Senin (30/3/2025). Satu di antara tiga prajurit tersebut merupakan warga Jawa Barat asal Kota Cimahi.
"Dalam misi menjaga perdamaian dunia, bertugas berjaga di Lebanon, tiga prajurit TNI gugur. Atas nama masyarakat Provinsi Jawa Barat, kami menyampaikan duka yang mendalam," ujarnya, Selasa (1/4/2026).
Prajurit TNI yang gugur dalam misi pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon yakni Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Dari ketiganya, Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar diketahui berasal dari Kota Cimahi, Jawa Barat.
1. Dedi Mulyadi turut mendoakan agar keluarga diberikan ketabahan

Dedi menyampaikan duka khusus kepada keluarga prajurit asal Jawa Barat itu. Dia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi masa sulit.
"Kami juga menyampaikan duka khususnya kepada keluarga almarhum yang berasal dari Cimahi. Semoga seluruh keluarganya ditabahkan dan bisa melewati masa-masa sulit," kata dia.
Menurutnya, pengabdian para prajurit tersebut merupakan bagian penting dari upaya menjaga perdamaian dunia.
"Seluruh tugas yang ditunaikan akan menjadi catatan kebaikan dalam sejarah perdamaian dunia," tuturnya.
2. Berharap konflik segera berakhir

Dedi pun berharap konflik yang masih terjadi di berbagai belahan dunia dapat segera berakhir sehingga perdamaian global dapat terwujud.
"Semoga dunia segera berdamai, konflik segera berakhir," ucap Dedi.
Selain menyampaikan belasungkawa, Dedi juga mendoakan agar masyarakat selalu diberi kelancaran dalam menjalankan aktivitas.
"Semoga dilancarkan segala urusan, dilancarkan segala keinginan, dan dibebaskan dari berbagai hambatan, tantangan, dan kesulitan," kata dia.
3. Pihak keluarga masih menunggu jenazah dari Lebanon

Kapten Zulmi merupakan prajurit asal Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Dia tergabung dalam East Mobile Reserve (SEMR), saat ini pihak keluarga masih menunggu kedatangan jenazah untuk kemudian dikebumikan.
Zulmi gugur saat mengawal konvoi kendaraan pasukan UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan. Kabar meninggalnya Kapten Zulmi langsung diterima pihak keluarga.
"Ya benar, adik kami Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar meninggal di Lebanon. Mudah-mudahan almarhum diterima di sisi Allah SWT," kata kakak sepupu almarhum, Risman Efendi, dikutip Rabu (1/4/2026).
Risman menyampaikan, keluarga sudah menerima informasi awal atas gugurnya Zulmi dalam tugas sejak Senin sore. Namun saat itu, kabar tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya.
"Informasi kemarin sebetulnya, cuma belum berani memastikan, karena memang belum ada kepastian. Nah tadi sekitar jam 4 sore, dapat update adik kami benar yang gugur di Lebanon," ujarnya.
Keluarga, kata dia, saat ini masih menunggu proses pemulangan jenazah Kapten Zulmi dari Lebanon ke Indonesia, dan hingga kini, belum ada kepastian waktu kedatangan almarhum di tanah air.
"Jenazahnya masih di sana, kita lagi menunggu pemulangan ke Indonesia. Mudah-mudahan segera bisa dipulangkan, sekarang keluarga masih menunggu kabar dari komandan kesatuan," tutur Risman.

















