Bandung, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto membeli 37 ekor sapi kurban dengan kualitas terbaik untuk masyarakat Jawa Barat di Idul Adha 2026. Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh hewan kurban tersebut sudah disembelih.
37 Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Warga Jabar Sudah Disembelih

- Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 37 sapi kurban berkualitas terbaik untuk masyarakat di seluruh kabupaten dan kota Jawa Barat pada perayaan Idul Adha 2026.
- Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar memastikan seluruh sapi kurban presiden telah disembelih di wilayah masing-masing dengan kondisi hewan sehat dan bebas penyakit.
- Sapi-sapi tersebut dibeli langsung oleh Setpres dari peternakan lokal sesuai SOP, dengan proses seleksi ketat berdasarkan asal daerah dan bobot ternak sebelum ditetapkan sebagai hewan kurban presiden.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DKPP Jabar, Suprijanto mengatakan, seluruh hewan kurban presiden ini sudah disembelih di wilayah masing-masing.
"Total ada 37 hewan kurban sapi presiden. Informasi yang saya dapat itu disebarkan ke seluruh kabupaten/kota di Jabar, dan diterima kepala daerah karena si sapinya juga kan berasal dari wilayah sekitar," ujar Suprijanto, Rabu (27/5/2026).
1. Pemerintah provinsi hanya melakukan pengawasan saja

Selain masing-masing kabupaten dan kota mendapatkan satu ekor sapi, Presiden juga memberikan untuk provinsi dan istana kepresidenan yang ada di wilayah Jawa Barat. Suprijanto mengungkapkan, semua sapi ini dibeli langsung oleh Setpres.
"Kemudian yang berikutnya ke Provinsi Jawa Barat, terus ke istana-istana yang ada di Jawa Barat, Istana Cipanas, Istana Bogor. Kami dari provinsi hanya melakukan pengawalan aja," katanya.
Dia memastikan, seluruh hewan kurban dari presiden dibeli dengan kondisi sehat, tidak dalam setres dan terjangkit penyakit. Hal ini dikarenakan sebelum dilakukan pembelian ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
"Tadi saya memantau dari Kota Bandung terus yang diserahkan ke Provinsi Jawa Barat, dan saya dapat informasi yang di Majalengka, data informasi-informasi yang saya masuk itu semuanya dalam keadaan sehat," kata dia.
2. Dipastikan sapi dalam kondisi sehat tidak berpenyakit

Suprijanto mengatakan, sapi kurban presiden dibeli Setpres dengan beberapa SOP dan persyaratan yang sebelumnya sudah disampaikan. Salah satunya, hewan yang terpilih untuk kurban harus berasal dari wilayah sekitar, tidak diperkenankan dari luar daerah.
"Jadi itu adalah hasil ternak-ternak di peternakan di wilayah-wilayah sekitar. Sebagai contoh itu untuk Kota Bandung ya dari Kota Bandung, terus Kabupaten Bandung sama seperti itu, dari provinsi ya itu dipilih," ujar dia.
Setelah pemilihan pun, kata dia, ada proses pengecekan berat di mana sapi berbobot tertentu yang dibeli oleh Setpres.
"Nanti setelah itu kan grading yang berat yang paling terberat itu yang di dinyatakan sebagai sapinya Pak Presiden gitu," ucapnya.
3. Titik pemotongan kebijakan dari pemerintah daerah masing-masing

Sebelumnya, pemerintah kabupaten dan kota pun banyak mengajukan sapi mana saja yang akan dibeli langsung oleh Presiden Prabowo. Namun, Pemprov Jabar pun turut menyeleksi dan hasilnya saat ini sudah diserahkan ke kabupaten kota.
Mengenai titik lokasi penyembelihan yang berbeda-beda, Suprijanto menjelaskan, hal itu memang sudah merupakan kewenangan dari pemerintah kabupaten kota masing-masing. Seperti untuk wilayah Kabupaten Bandung yang akhirnya memilih untuk disembelih di wilayah Cimenyan.
"Titik pemotongan ditentukan oleh pemerintah kabupaten/kota kecuali yang untuk wilayah istana ya. Seperti di istana Cipanas, itu di sana," kata dia.


















