Volume Transaksi Berjangka Tumbuh, Platform Digital Mulai Bermunculan

- Nilai transaksi perdagangan berjangka komoditi Indonesia naik 29,34 persen pada 2024, mencapai Rp33.214,89 triliun, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen derivatif seperti forex dan komoditas.
- PT Invetra Teknologi Berjangka meluncurkan platform digital Invetra dengan fokus pada pasar forex dan komoditas untuk menghadirkan layanan efisien serta pengalaman trading yang sesuai bagi investor Indonesia.
- Persaingan antarplatform trading makin ketat karena inovasi produk dan kebutuhan pengguna yang terus berkembang, didorong oleh pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan penetrasi layanan keuangan berbasis teknologi.
Bandung, IDN Times - Pertumbuhan transaksi perdagangan berjangka komoditi di Indonesia terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini ikut mendorong munculnya berbagai platform trading digital yang mencoba menjawab kebutuhan investor terhadap layanan investasi yang lebih cepat dan praktis.
Di tengah perkembangan tersebut, PT Invetra Teknologi Berjangka memperkenalkan platform trading digital bernama Invetra. Kehadiran platform ini disebut berlangsung di saat minat masyarakat terhadap instrumen derivatif seperti forex dan komoditas terus meningkat.
Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat total nilai transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) sepanjang 2024 mencapai Rp33.214,89 triliun. Nilai tersebut meningkat 29,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp25.679,97 triliun.
Selain nilai transaksi yang terus bertumbuh, jumlah nasabah pialang berjangka juga mengalami peningkatan. Perkembangan teknologi digital dan semakin luasnya penggunaan smartphone dinilai turut mempercepat pertumbuhan layanan investasi berbasis digital di Indonesia.
1. Pertumbuhan pasar dinilai membuka peluang baru

Direktur Invetra Teknologi Berjangka, Jufri Sinurat, mengatakan pertumbuhan pasar perdagangan berjangka membuka peluang bagi platform yang mampu menghadirkan layanan efisien dan mudah diakses oleh masyarakat.
“Berdasarkan data Bappebti, total nilai transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di Indonesia mencapai Rp33.214,89 triliun pada tahun 2024, meningkat 29,34 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp25.679,97 triliun,” ujar Jufri, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Rabu (27/5/2026).
Menurut dia, peningkatan jumlah investor juga menunjukkan bahwa instrumen seperti forex dan komoditas mulai dipandang sebagai bagian dari strategi investasi yang lebih luas. Karena itu, platform digital dinilai perlu mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan trader yang semakin aktif dan beragam.
Di sisi lain, perkembangan ekonomi digital Indonesia juga dinilai menjadi faktor pendorong pertumbuhan industri keuangan digital. Laporan e-Conomy SEA dari Google, Temasek, dan Bain and Company memproyeksikan ekonomi digital Indonesia dapat mencapai USD360 miliar pada 2030.
2. Fokus pada forex dan komoditas jadi strategi

Invetra menilai fokus pada pasar forex dan komoditas menjadi salah satu strategi utama dalam menghadapi persaingan industri perdagangan berjangka yang semakin kompetitif.
“Invetra dirancang dengan presisi untuk melengkapi gaya trading investor Indonesia, menghadirkan pengalaman yang mulus dan berperforma tinggi sejak hari pertama,” kata Jufri.
Ia menyebut perusahaan tidak berupaya menghadirkan seluruh jenis layanan investasi sekaligus. Fokus pada forex dan komoditas dianggap dapat membantu perusahaan membangun efisiensi serta pengalaman pengguna yang lebih sesuai dengan kebutuhan trader aktif di Indonesia.
Menurut Jufri, komunitas trader forex dan komoditas di Indonesia kini berkembang semakin cepat dan memiliki pemahaman investasi yang lebih matang dibanding beberapa tahun sebelumnya.
3. Persaingan platform trading makin ketat

Industri perdagangan berjangka di Indonesia saat ini diisi berbagai broker yang telah mengantongi izin resmi dari Bappebti. Persaingan antarplatform pun semakin mengarah pada inovasi produk dan pengalaman pengguna.
“Indonesia adalah rumah bagi komunitas trader forex dan komoditas yang berkembang pesat dan semakin sophisticated,” ujar Jufri.
Ia mengatakan Invetra mencoba menghadirkan platform yang lebih teroptimasi dari sisi efisiensi dan kecepatan transaksi. Pendekatan tersebut dinilai penting karena trader aktif membutuhkan akses layanan yang stabil dan mudah digunakan dalam berbagai kondisi pasar.
Dengan meningkatnya penetrasi layanan digital di sektor keuangan, platform trading diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang. Kondisi ini membuat persaingan industri tidak hanya bergantung pada produk, tetapi juga kemampuan platform memahami perilaku dan kebutuhan investor digital di Indonesia.

















