Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tips Aman Mengolah dan Menyimpan Daging Kurban dari Dosen IPB

Tips Aman Mengolah dan Menyimpan Daging Kurban dari Dosen IPB
Pemotongan daging kurban di RPH Surabaya. (Dok. Diskominfo Kota Surabaya)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Dr. Tuti Suryati dari IPB University menjelaskan pentingnya memisahkan dan mencuci daging serta jeroan kurban sebelum dikemas dalam porsi kecil menggunakan plastik bersih tanpa bau.
  • Daging disarankan disimpan dalam kondisi beku di freezer, sementara proses thawing dilakukan di kulkas atau air dingin tanpa membuka kemasan agar tetap higienis dan aman dikonsumsi.
  • Tuti menekankan pengolahan daging hingga matang sempurna dengan bumbu kaya antioksidan, menghindari gosong, serta bisa menggunakan parutan nanas atau daun pepaya untuk membuat tekstur lebih empuk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandung, IDN Times - Momentum Idul Adha sangat lekat kaitannya dengan daging hewan kurban yang berlimpah. Masyarakat biasanya banyak mendapatkan daging baik kambing dan sapi untuk kemudian dibuat olahan sate hingga rendang yang siap untuk disantap.

Meski begitu, banyak yang masih belum mengerti cara menyimpan dan mengolahnya agar aman tidak dibuang sia-sia. Dosen Divisi Teknologi Hasil Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB University, Dr. Tuti Suryati memberikan beberapa tips mengolah dan menyimpan daging kurban.

"Ada beberapa langkah penanganan awal pada daging kurban yang baru diterima sebelum diolah ataupun disimpan," kata Tuti dilansir dari laman IPB University, Rabu (27/5/2026).

1. Daging dicuci dan harus ditiriskan hingga tidak ada darah menetes

ilustrasi daging sapi
ilustrasi daging sapi (pexels.com/ 女子 正真)

Tuti menjelaskan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memisahkan daging dan jeroan. Selanjutnya, daging dan jeroan dicuci menggunakan air bersih, terutama apabila terdapat kotoran seperti tanah, pasir, kerikil, maupun rumput yang menempel.

"Setelah dicuci, daging perlu ditiriskan hingga tidak ada lagi air yang menetes di permukaannya. Daging kemudian dikemas sesuai kebutuhan, misalnya per 250 gram atau 500 gram, menggunakan plastik transparan yang tidak berbau. Sementara itu, jeroan sebaiknya sudah dimasak terlebih dahulu apabila ingin disimpan dalam kondisi beku," tuturnya.

2. Sebelum dimasak, daging beku harus di-thawing

Daging sapi
ilustrasi daging sapi (unsplash.com/Satmar Meats)

Lanjutnya, daging kurban dapat langsung diolah, disimpan dalam suhu dingin di kulkas (refrigerator), maupun dibekukan di freezer. Terkait penyimpanan di kulkas, Tuti menyarankan agar daging disimpan dalam kondisi beku di freezer dan dikemas berdasarkan porsi kebutuhan sajian.

"Olahan daging dapat disimpan beku dalam kemasan sesuai porsi per sajian keluarga dan sebelum disajikan. Sebelum dimasak, daging beku harus di-thawing dengan cara yang benar dan dipanaskan," ungkap dosen Fakultas Peternakan IPB University tersebut.

Ia menerangkan, proses thawing atau penyegaran kembali dapat dilakukan di dalam kulkas. Cara lain yang dapat dilakukan adalah merendam daging dalam air dingin tanpa membuka kemasannya, meletakkannya di papan besi khusus yang higienis, atau menggunakan microwave.

Tuti mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan thawing daging beku pada suhu ruang tanpa kemasan. Ia juga menekankan untuk tidak membekukan kembali daging yang sudah di-thawing.

Selain penyimpanan, Tuti turut membagikan strategi pengolahan daging kurban yang tepat. Ia menyarankan agar daging tidak dimasak dalam kondisi masih beku karena dapat menyebabkan tekstur menjadi alot.

"Penggunaan bumbu kaya antioksidan serta teknik memasak dengan suhu dan waktu yang cukup juga dianjurkan untuk menghasilkan olahan yang lebih sehat dan lezat," ucapnya.

3. Disarankan dibalur parutan nanas agar daging tidak alot

Ilustrasi daging sapi
Tips ini bakal nyelametin daging kurban mu besok

Ia menambahkan, daging sebaiknya dimasak hingga matang sempurna, baik dengan cara direbus, dipanggang, dibakar, maupun digoreng. Namun, masyarakat perlu menghindari memasak daging hingga gosong, terutama pada olahan sate atau daging bakar.

Untuk menghasilkan daging sate yang lebih empuk, Tuti menyarankan penggunaan parutan nanas atau membungkus daging dengan daun pepaya sebelum dimasak.

Sementara itu, untuk daging kurban yang telah disimpan beku, proses penyegaran dapat dilakukan dengan merendam daging yang masih berada di dalam kemasan ke dalam air dingin hingga kembali segar sebelum diolah sesuai kebutuhan.

Share Article
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More